Dewan Standar Akuntansi Internasional
| Bagian dari seri tentang |
| Akuntansi |
|---|
Dewan Standar Akuntansi Internasional (bahasa Inggris: International Accounting Standards Board; disingkat IASB) adalah badan penetap standar akuntansi independen di dalam Yayasan IFRS. IASB mengembangkan dan menerbitkan IFRS Accounting Standards, termasuk standar bagi entitas kecil dan menengah, serta menyetujui interpretasi yang dikembangkan oleh Komite Interpretasi IFRS.[1]
IASB dibentuk pada 1 April 2001 sebagai penerus International Accounting Standards Committee (IASC), yang telah menerbitkan International Accounting Standards (IAS) sejak 1973. IASB mempertahankan IAS dan interpretasi yang masih berlaku, tetapi memberi nama International Financial Reporting Standards (IFRS) kepada standar baru yang diterbitkannya.[2][3]
IASB tidak menetapkan hukum pelaporan keuangan secara langsung di setiap negara. Standar yang diterbitkannya memperoleh kekuatan hukum setelah diadopsi, disahkan, atau dijadikan rujukan oleh suatu yurisdiksi. IFRS Accounting Standards diwajibkan bagi perusahaan tertentu di lebih dari 140 yurisdiksi, sedangkan IFRS Foundation menyediakan profil penerapan bagi 170 yurisdiksi.[4]
Kantor pusat IFRS Foundation dan IASB berada di London, Inggris. Pada Agustus 2026, Linda Mezon-Hutter menjabat sebagai ketua pelaksana IASB setelah berakhirnya masa jabatan Andreas Barckow pada 30 Juni 2026. IFRS Foundation menargetkan ketua tetap baru mulai menjabat paling lambat 1 Oktober 2026.[5]
Nama dalam bahasa Indonesia
[sunting | sunting sumber]Nama Dewan Standar Akuntansi Internasional merupakan terjemahan langsung dari International Accounting Standards Board. Kata board diterjemahkan sebagai “dewan” karena IASB adalah kelompok anggota yang mengambil keputusan teknis secara kolektif, bukan nama bagi keseluruhan IFRS Foundation.
Singkatan IASB tetap digunakan karena merupakan singkatan resmi dan dikenal secara internasional. Dalam publikasi Indonesia, nama Inggris juga sering dipertahankan tanpa terjemahan. Terjemahan “Dewan Standar Akuntansi Internasional” telah digunakan dalam literatur akademik Indonesia untuk menjelaskan lembaga penerbit IFRS.[6]
Istilah ini perlu dibedakan dari:
- International Accounting Standards Committee (IASC), yaitu lembaga pendahulu IASB;
- International Sustainability Standards Board (ISSB), yaitu badan penetap standar pengungkapan keberlanjutan di dalam IFRS Foundation;
- Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI (DSAK IAI), yaitu badan penetap standar akuntansi keuangan di Indonesia;
- Financial Accounting Standards Board (FASB), yaitu badan penetap standar akuntansi sektor swasta di Amerika Serikat.
Tugas dan keluaran
[sunting | sunting sumber]IASB bertanggung jawab atas seluruh persoalan teknis IFRS Accounting Standards. Tugas utamanya meliputi:[1][7]
- menyusun dan menerbitkan standar akuntansi baru;
- mengubah dan memelihara standar yang telah diterbitkan;
- menerbitkan draf eksposur untuk konsultasi publik;
- melakukan penelitian mengenai persoalan pelaporan keuangan;
- meninjau kembali standar utama setelah diterapkan;
- menyetujui interpretasi yang dikembangkan Komite Interpretasi IFRS;
- mengembangkan dan memperbarui IFRS for SMEs Accounting Standard;
- mendukung keterhubungan antara laporan keuangan, komentar manajemen, dan pengungkapan keberlanjutan;
- memelihara Taksonomi Akuntansi IFRS untuk pelaporan keuangan digital.
IASB mengembangkan standar pelaporan keuangan bertujuan umum, terutama untuk memenuhi kebutuhan informasi investor, pemberi pinjaman, dan kreditor lain. Standarnya tidak dimaksudkan untuk menggantikan seluruh ketentuan perpajakan, pengawasan perbankan, statistik nasional, atau pelaporan internal perusahaan.
IFRS Accounting Standards
[sunting | sunting sumber]Kumpulan IFRS Accounting Standards mencakup:
- IFRS yang diterbitkan IASB sejak 2001;
- IAS yang diterbitkan IASC dan masih berlaku;
- Interpretasi IFRIC yang diterbitkan setelah pembentukan IASB;
- Interpretasi SIC dari masa IASC yang masih berlaku.[2]
IASB dapat mengganti standar lama, mengubah bagian tertentu, atau mempertahankannya dengan perubahan terbatas. Sebagai contoh, IFRS 18 menggantikan IAS 1 untuk penyajian dan pengungkapan laporan keuangan, tetapi meneruskan banyak persyaratan IAS 1 tanpa perubahan.[8]
IFRS for SMEs Accounting Standard
[sunting | sunting sumber]IASB juga menerbitkan IFRS for SMEs Accounting Standard bagi entitas yang tidak mempunyai akuntabilitas publik tetapi menyusun laporan keuangan bertujuan umum. Standar ini berdiri terpisah dari IFRS Accounting Standards lengkap dan menggunakan persyaratan yang disederhanakan.
Edisi ketiganya diterbitkan pada 27 Februari 2025 setelah peninjauan komprehensif kedua. Pembaruan tersebut menggunakan prinsip relevansi bagi usaha kecil dan menengah, kesederhanaan, representasi yang tepat, serta pertimbangan biaya dan manfaat.[9]
Kerangka Konseptual
[sunting | sunting sumber]Kerangka Konseptual untuk Pelaporan Keuangan menjelaskan tujuan dan konsep yang mendasari pelaporan keuangan bertujuan umum. Kerangka tersebut membantu IASB mengembangkan standar yang menggunakan konsep secara konsisten, membantu penyusun laporan menetapkan kebijakan ketika tidak ada standar yang secara khusus berlaku, dan membantu pihak lain memahami serta menafsirkan standar.[10]
Kerangka Konseptual bukan IFRS Accounting Standard. Apabila terdapat pertentangan antara Kerangka Konseptual dan persyaratan dalam suatu standar, persyaratan standar berlaku.
Pernyataan praktik dan materi pendukung
[sunting | sunting sumber]Selain standar, IASB dapat menerbitkan:
- IFRS Practice Statements;
- dasar kesimpulan;
- contoh ilustratif;
- panduan penerapan;
- analisis dampak;
- materi pendidikan;
- keputusan agenda Komite Interpretasi IFRS;
- pembaruan Taksonomi Akuntansi IFRS.
Tidak semua dokumen tersebut mempunyai tingkat kewajiban yang sama dengan teks standar. Dasar kesimpulan, misalnya, menjelaskan alasan IASB tetapi bukan bagian persyaratan wajib kecuali dinyatakan sebaliknya.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Pembentukan IASC
[sunting | sunting sumber]IASC dibentuk pada Juni 1973 melalui kesepakatan badan profesi akuntansi dari Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Jepang, Meksiko, Belanda, Britania Raya dan Irlandia, serta Amerika Serikat. Tujuannya adalah merumuskan dan menerbitkan standar dasar bagi laporan keuangan serta mendorong penerimaannya di seluruh dunia.[11]
Pada masa awal, IAS memuat sejumlah pilihan untuk mengakomodasi praktik nasional yang berbeda. Kerja sama dengan International Organization of Securities Commissions kemudian mendorong IASC mempersempit pilihan, meningkatkan keterbandingan, dan menyelesaikan seperangkat standar inti untuk pasar modal internasional.[12]
Restrukturisasi 2000–2001
[sunting | sunting sumber]Pada akhir 1990-an, IASC menyusun struktur baru untuk memisahkan penetapan standar teknis dari pengawasan organisasi dan pendanaan. Konstitusi baru disetujui di Edinburgh pada 24 Mei 2000. Para wali kemudian membentuk IASC Foundation pada 6 Februari 2001 dan membentuk IASB sebagai badan penetap standar yang baru.[7]
IASB mulai menjalankan tanggung jawab penetapan standar pada 1 April 2001. Dalam pertemuan awalnya, IASB mengadopsi IAS dan Interpretasi SIC yang telah diterbitkan pendahulunya. Standar baru kemudian diberi nama IFRS, sedangkan nama IAS tetap dipertahankan untuk standar lama yang belum diganti.[2]
Perkembangan penerapan IFRS
[sunting | sunting sumber]Uni Eropa mewajibkan perusahaan yang efeknya diperdagangkan di pasar teregulasi untuk menggunakan standar internasional yang telah disahkan Uni Eropa dalam laporan keuangan konsolidasian bagi tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2005. Keputusan tersebut menjadi salah satu pendorong terbesar penggunaan IFRS secara internasional.[13]
Penggunaan IFRS kemudian berkembang melalui adopsi langsung, pengesahan per standar, konvergensi standar nasional, atau izin bagi kelompok perusahaan tertentu. Perbedaan jalur tersebut berarti standar IASB tidak selalu berlaku pada tanggal yang sama di setiap yurisdiksi.
Pembentukan ISSB
[sunting | sunting sumber]Pada 2021, IFRS Foundation membentuk International Sustainability Standards Board sebagai badan sejajar dengan IASB. IASB tetap bertanggung jawab atas IFRS Accounting Standards, sedangkan ISSB bertanggung jawab atas IFRS Sustainability Disclosure Standards.[14]
Kedua badan independen dalam keputusan teknisnya, tetapi bekerja untuk meningkatkan keterhubungan informasi dalam laporan keuangan dan pengungkapan keberlanjutan. IFRS Foundation menggunakan istilah IFRS Standards secara kolektif bagi standar akuntansi dan standar pengungkapan keberlanjutan.
Tata kelola
[sunting | sunting sumber]Struktur tiga lapis
[sunting | sunting sumber]IFRS Foundation menggunakan struktur tata kelola tiga lapis:[15]
- IASB dan ISSB, yang mengambil keputusan teknis secara independen;
- Trustees of the IFRS Foundation, yang menetapkan strategi organisasi, mengawasi badan-badan standar, mengangkat anggota, memelihara konstitusi dan buku pedoman proses, serta mengurus pendanaan;
- Monitoring Board, yang terdiri atas otoritas pasar modal dan memperkuat akuntabilitas publik para wali.
Struktur tersebut dimaksudkan untuk menyeimbangkan independensi teknis, pengawasan organisasi, dan akuntabilitas kepada otoritas publik.
Wali IFRS Foundation
[sunting | sunting sumber]Para wali tidak menentukan hasil teknis suatu standar. Mereka mengangkat anggota IASB, mengawasi kepatuhan terhadap proses, menetapkan anggaran, serta memastikan ketersediaan sumber daya dan pendanaan.
Pengawasan proses dilakukan melalui Due Process Oversight Committee (DPOC). Komite ini menilai apakah IASB dan badan lain mengikuti langkah wajib serta memenuhi prinsip transparansi, konsultasi yang penuh dan adil, dan akuntabilitas.[16]
Keanggotaan IASB
[sunting | sunting sumber]Anggota IASB dipilih sebagai kelompok ahli yang mencerminkan perpaduan pengalaman mutakhir dalam:
- penetapan standar akuntansi;
- penyusunan laporan keuangan;
- audit;
- penggunaan laporan keuangan;
- regulasi pasar atau pelaporan;
- pendidikan dan penelitian akuntansi.[1]
Keberagaman geografis juga menjadi persyaratan. Para wali mengangkat anggota melalui proses terbuka yang mencakup pengumuman lowongan, konsultasi dengan organisasi terkait, penyeleksian, dan wawancara.[17]
Konstitusi IFRS Foundation menyatakan bahwa IASB secara normal terdiri atas 14 anggota. Masa jabatan awal anggota adalah lima tahun dan dapat diperpanjang, dengan jumlah masa pelayanan tidak melebihi sepuluh tahun.[7]
Pada 2025, para wali mengumumkan rencana mengurangi jumlah anggota IASB dan ISSB secara bertahap dari 14 menjadi 10 pada akhir 2028. Pengurangan dilakukan ketika masa jabatan anggota berakhir dan dimaksudkan untuk mengurangi biaya tanpa menghilangkan persyaratan kualitas dan keragaman geografis.[18]
Ketua
[sunting | sunting sumber]Ketua IASB merupakan anggota penuh waktu yang diangkat oleh para wali. Hingga Agustus 2026, kepemimpinan IASB adalah:
| Masa jabatan | Ketua | Keterangan |
|---|---|---|
| April 2001–Juni 2011 | David Tweedie | Ketua pertama IASB |
| Juli 2011–Juni 2021 | Hans Hoogervorst | Menjabat dua periode |
| Juli 2021–Juni 2026 | Andreas Barckow | Menggantikan Hoogervorst pada 1 Juli 2021 |
| Sejak Juli 2026 | Linda Mezon-Hutter | Ketua pelaksana selama proses pengangkatan ketua tetap |
Tweedie memimpin IASB sejak pembentukannya sampai 2011. Hoogervorst menggantikannya dan menjabat selama sepuluh tahun. Barckow mulai menjabat pada 1 Juli 2021 dan menyelesaikan masa jabatannya pada 30 Juni 2026.[19][20]
Linda Mezon-Hutter bergabung sebagai anggota IASB pada September 2022 dan menjadi wakil ketua sejak 1 Januari 2023. Ia diminta menjadi ketua pelaksana selama masa transisi setelah Barckow.[21][5]
Proses penetapan standar
[sunting | sunting sumber]IASB menggunakan proses konsultatif yang dijelaskan dalam Konstitusi IFRS Foundation dan Due Process Handbook. Buku pedoman tersebut diperbarui pada April 2026 untuk mencerminkan keberadaan ISSB dan memperjelas proses yang berlaku bagi kedua badan.[16]
Tiga prinsip dasarnya adalah:
- transparansi;
- konsultasi yang penuh dan adil;
- akuntabilitas.[22]
Rapat pengambilan keputusan IASB terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara daring. Makalah agenda, ringkasan keputusan, dokumen konsultasi, surat tanggapan, serta banyak materi pendukung diterbitkan pada situs IFRS Foundation.
Konsultasi agenda
[sunting | sunting sumber]IASB melakukan konsultasi agenda menyeluruh setiap lima tahun untuk menentukan prioritas dan komposisi program kerjanya. IASB juga dapat menambahkan proyek di antara konsultasi tersebut apabila ditemukan masalah pelaporan yang penting, termasuk melalui peninjauan pascapenerapan atau rekomendasi Komite Interpretasi IFRS.[22]
Program penelitian
[sunting | sunting sumber]Sebagian besar proyek dimulai dengan penelitian. IASB mengumpulkan bukti mengenai:
- sifat dan luas masalah pelaporan;
- pihak yang terdampak;
- kemungkinan solusi;
- biaya dan manfaat perubahan;
- kemampuan suatu solusi diterapkan secara konsisten.
IASB dapat menerbitkan makalah diskusi atau permintaan informasi. Dokumen tersebut tidak menetapkan kewajiban, tetapi digunakan untuk memperoleh pandangan dan bukti sebelum memutuskan apakah proyek penetapan standar diperlukan.
Draf eksposur
[sunting | sunting sumber]Apabila IASB memutuskan mengusulkan standar baru atau perubahan, IASB menerbitkan draf eksposur untuk komentar publik. Dokumen tersebut memuat usulan persyaratan, pertanyaan kepada responden, dan dasar bagi kesimpulan sementara.
Anggota dan staf teknis juga melakukan konsultasi dengan investor, perusahaan, auditor, regulator, pembuat standar nasional, akademisi, dan kelompok lain. Surat tanggapan yang diterima biasanya dipublikasikan.
Pembahasan ulang dan pemungutan suara
[sunting | sunting sumber]Setelah periode komentar berakhir, IASB menganalisis tanggapan dan membahas ulang usulan dalam rapat terbuka. IASB dapat mengubah usulan, menerbitkan draf eksposur kedua apabila perubahan mendasar memerlukan konsultasi ulang, menghentikan proyek, atau melanjutkan penerbitan.
Konstitusi menetapkan bahwa penerbitan draf eksposur, IFRS Accounting Standard, atau Interpretasi IFRIC membutuhkan persetujuan:
- sekurang-kurangnya delapan anggota apabila IASB mempunyai 13 anggota atau kurang;
- sekurang-kurangnya sembilan anggota apabila IASB mempunyai 14 anggota.[7]
Keputusan lain umumnya menggunakan mayoritas sederhana dalam rapat yang dihadiri setidaknya 60 persen anggota.
Penerbitan dan tanggal efektif
[sunting | sunting sumber]Standar akhir disertai dasar kesimpulan dan ringkasan umpan balik. IASB menentukan tanggal efektif dan mempertimbangkan waktu yang diperlukan untuk penerjemahan, pengesahan yurisdiksi, perubahan sistem, pengumpulan data, serta pelatihan.
IASB dapat mengizinkan penerapan dini. Namun, suatu negara atau regulator dapat menetapkan tanggal berbeda melalui proses adopsi atau pengesahan setempat.
Peninjauan pascapenerapan
[sunting | sunting sumber]IASB melakukan post-implementation review atas standar baru atau perubahan besar setelah standar digunakan selama beberapa tahun. Peninjauan menilai apakah standar mencapai tujuan, menghasilkan informasi yang berguna, menimbulkan biaya tidak terduga, atau menyebabkan masalah penerapan.[22]
Peninjauan pascapenerapan bukan pemeriksaan kepatuhan perusahaan. Hasilnya dapat berupa kesimpulan bahwa standar bekerja sebagaimana dimaksud, kegiatan pendidikan, perubahan sempit, atau proyek penelitian baru.
Pemeliharaan dan interpretasi
[sunting | sunting sumber]Setelah standar diterbitkan, IASB memeliharanya melalui amendemen, perbaikan tahunan, proyek ruang lingkup sempit, dan dukungan penerapan. Komite Interpretasi IFRS membahas pertanyaan penerapan yang mempunyai dampak luas.
Komite dapat:
- menerbitkan keputusan agenda yang menjelaskan apakah prinsip dalam standar telah memberikan dasar yang memadai;
- mengembangkan Interpretasi IFRIC;
- merekomendasikan perubahan standar kepada IASB.
Interpretasi IFRIC harus disetujui IASB sebelum diterbitkan.[1]
Penerapan dan pengesahan
[sunting | sunting sumber]IASB menetapkan standar, tetapi pemerintah, regulator, bursa efek, atau badan penetap standar nasional menentukan entitas yang wajib atau diizinkan menggunakannya.
Model penerapan meliputi:
- adopsi penuh, yaitu penggunaan IFRS Accounting Standards tanpa perubahan;
- pengesahan, yaitu penilaian dan pemberlakuan setiap standar melalui proses hukum;
- konvergensi, yaitu penyelarasan standar nasional dengan IFRS;
- izin terbatas, misalnya hanya bagi perusahaan asing, perusahaan tercatat ganda, atau entitas tertentu.
Di Uni Eropa, standar baru IASB harus melalui proses pengesahan sebelum menjadi bagian dari hukum Uni Eropa. Proses tersebut melibatkan penilaian teknis, komite negara anggota, serta pengawasan lembaga legislatif Uni Eropa.[13]
Perbedaan dalam adopsi dapat menimbulkan selisih antara teks IFRS yang diterbitkan IASB dan standar yang berlaku secara hukum dalam suatu yurisdiksi. Oleh karena itu, entitas harus mengidentifikasi kerangka yang dinyatakan dalam laporan keuangannya.
Hubungan dengan Indonesia
[sunting | sunting sumber]Indonesia menggunakan IASB sebagai sumber utama konvergensi dan adopsi standar pelaporan keuangan. DSAK IAI menyusun SAK Indonesia yang sebagian besar dikonvergensikan dengan IFRS Accounting Standards, dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan nasional.
Pada 12 Desember 2022, DSAK IAI mengesahkan SAK Internasional, yaitu pilar standar yang mengadopsi penuh IFRS Accounting Standards dan berlaku efektif sejak 1 Januari 2024. SAK Internasional merupakan terjemahan word-for-word dari bagian persyaratan IFRS yang relevan dan dimutakhirkan mengikuti perkembangan standar IASB.[23]
SAK Indonesia tidak identik dengan IFRS dalam seluruh hal. SAK Indonesia dapat memuat standar lokal, pengaturan transisi, serta standar syariah yang tidak terdapat dalam IFRS Accounting Standards. Sementara itu, penggunaan SAK Internasional dibatasi kepada entitas yang memenuhi ketentuan yang ditetapkan di Indonesia.
Hubungan Indonesia dengan IASB juga dilakukan melalui konsultasi, konferensi, kelompok pembuat standar, surat tanggapan, dan kerja sama antara IAI, Otoritas Jasa Keuangan, dan IFRS Foundation.
Perkembangan terbaru
[sunting | sunting sumber]IFRS 18 dan IFRS 19
[sunting | sunting sumber]Pada 9 April 2024, IASB menerbitkan IFRS 18 Presentation and Disclosure in Financial Statements. Standar ini menggantikan IAS 1 dan memperkenalkan subtotal tertentu dalam laporan laba rugi, pengungkapan ukuran kinerja yang ditetapkan manajemen, serta prinsip pengelompokan dan pemisahan informasi. IFRS 18 berlaku bagi periode tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2027, dengan penerapan dini diperbolehkan.[8]
Pada 9 Mei 2024, IASB menerbitkan IFRS 19 Subsidiaries without Public Accountability: Disclosures. Standar ini memungkinkan entitas anak tertentu menggunakan persyaratan pengakuan dan pengukuran IFRS lengkap dengan pengungkapan yang dikurangi.[24]
Edisi ketiga IFRS for SMEs
[sunting | sunting sumber]IASB menerbitkan edisi ketiga IFRS for SMEs Accounting Standard pada Februari 2025. Pembaruan tersebut menyelaraskan bagian tertentu dengan perkembangan IFRS lengkap sambil mempertahankan penyederhanaan yang sesuai bagi entitas tanpa akuntabilitas publik.[9]
IFRS 20
[sunting | sunting sumber]Pada 27 Mei 2026, IASB menerbitkan IFRS 20 Regulatory Assets and Regulatory Liabilities bagi perusahaan yang tunduk pada jenis regulasi tarif tertentu. IFRS 20 menggantikan IFRS 14, melengkapi penerapan IFRS 15, dan berlaku bagi periode tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2029, dengan penerapan dini diperbolehkan.[25]
Buku pedoman proses 2026
[sunting | sunting sumber]Pada April 2026, para wali menerbitkan revisi Due Process Handbook. Revisi ini tidak mengubah dasar proses secara menyeluruh, tetapi memperjelas bahwa IASB dan ISSB mengikuti proses yang sama-sama ketat, inklusif, dan transparan. Revisi juga memperjelas peninjauan pascapenerapan, peran Komite Interpretasi IFRS, perbaikan kecil, dan penelaahan materi pendidikan.[16]
Transisi kepemimpinan
[sunting | sunting sumber]Masa jabatan Andreas Barckow berakhir pada 30 Juni 2026. Linda Mezon-Hutter kemudian menjadi ketua pelaksana selama pencarian ketua tetap. Pada saat pengumuman Juni 2026, IFRS Foundation memperkirakan ketua tetap baru mulai bertugas paling lambat 1 Oktober 2026.[5]
Pendanaan dan akuntabilitas
[sunting | sunting sumber]IASB dibiayai melalui IFRS Foundation. Sumber daya IFRS Foundation berasal dari kontribusi yurisdiksi, profesi akuntansi, perusahaan, lembaga filantropi, pendapatan publikasi dan langganan, serta kegiatan lain.
IFRS Foundation menyatakan bahwa strategi pendanaan IASB diarahkan kepada model yang beragam dan berkelanjutan, dengan yurisdiksi pengguna IFRS ikut membiayai pengembangan dan pemeliharaan standar. Pendanaan bagi IASB dan ISSB dikelola secara terpisah sesuai kebutuhan masing-masing badan.[26]
Laporan tahunan 2025 mencatat penguatan cadangan IFRS Foundation dan program transformasi untuk meningkatkan efisiensi, kapasitas teknis, pengendalian biaya, serta keberlanjutan pendanaan. Laporan tersebut juga mulai memisahkan penyajian biaya menurut badan untuk meningkatkan transparansi alokasi sumber daya.[27]
Penerimaan kontribusi dari pemerintah, profesi, atau perusahaan tidak memberikan hak kepada penyumbang untuk menentukan hasil suatu proyek standar. Pemangku kepentingan dapat memberikan masukan melalui proses konsultasi yang sama dengan pihak lain.
Perdebatan dan tantangan
[sunting | sunting sumber]IASB menghadapi beberapa tantangan kelembagaan dan teknis:
- menjaga independensi sekaligus memperoleh legitimasi dan akuntabilitas publik;
- mempertahankan keragaman geografis dan keahlian dalam jumlah anggota yang terbatas;
- menyeimbangkan kebutuhan investor dengan biaya penyusunan laporan;
- mengurangi kompleksitas tanpa menghilangkan informasi penting;
- menanggapi transaksi baru dan perubahan ekonomi secara tepat waktu;
- menghasilkan standar yang dapat diterapkan dalam sistem hukum dan kondisi pasar berbeda;
- menjaga konsistensi antara IFRS lengkap, IFRS for SMEs, interpretasi, dan pelaporan digital;
- menghubungkan informasi laporan keuangan dengan pengungkapan keberlanjutan tanpa mencampurkan mandat IASB dan ISSB.
Standar IASB sering disebut berbasis prinsip, tetapi tetap memerlukan definisi, pengecualian, panduan, dan pertimbangan profesional. Kualitas pelaporan tidak hanya bergantung pada standar, tetapi juga pada tata kelola perusahaan, kompetensi penyusun, kualitas audit, penegakan regulator, sistem hukum, dan insentif ekonomi.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]- Standar Pelaporan Keuangan Internasional
- Yayasan IFRS
- International Accounting Standards Committee
- International Sustainability Standards Board
- Komite Interpretasi IFRS
- Financial Accounting Standards Board
- Ikatan Akuntan Indonesia
- Dewan Standar Akuntansi Keuangan
- Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
- Konvergensi standar akuntansi
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 "International Accounting Standards Board". IFRS Foundation. Diakses tanggal 2026-08-03.
- 1 2 3 "Preface to IFRS Standards". IFRS Foundation. Diakses tanggal 2026-08-03.
- ↑ "Andreas Barckow speaks at World Standard-setters Conference 2023". IFRS Foundation. 2023-09-25. Diakses tanggal 2026-08-03.
- ↑ "Who uses IFRS Accounting Standards?". IFRS Foundation. Diakses tanggal 2026-08-03.
- 1 2 3 "Update on appointment of new IASB Chair". IFRS Foundation. 2026-06-12. Diakses tanggal 2026-08-03.
- ↑ "Pengaruh adopsi IFRS terhadap manajemen laba di Indonesia" (PDF). Garuda Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2016. Diakses tanggal 2026-08-03.
- 1 2 3 4 "IFRS Foundation Constitution" (PDF). IFRS Foundation. 2026. Diakses tanggal 2026-08-03.
- 1 2 "New IFRS Accounting Standard will aid investor analysis of companies' financial performance". IFRS Foundation. 2024-04-09. Diakses tanggal 2026-08-03.
- 1 2 "IASB issues a major update to the IFRS for SMEs Accounting Standard". IFRS Foundation. 2025-02-27. Diakses tanggal 2026-08-03.
- ↑ "Conceptual Framework for Financial Reporting". IFRS Foundation. Diakses tanggal 2026-08-03.
- ↑ "Agreement and Constitution establishing the International Accounting Standards Committee" (PDF). IFRS Foundation. 1973. Diakses tanggal 2026-08-03.
- ↑ "The IASB—Reputation, legitimacy and happy families". IFRS Foundation. 2018-10-30. Diakses tanggal 2026-08-03.
- 1 2 "Regulation (EC) No 1606/2002 on the application of international accounting standards". EUR-Lex. European Union. Diakses tanggal 2026-08-03.
- ↑ "Who we are". IFRS Foundation. Diakses tanggal 2026-08-03.
- ↑ "Our governance structure". IFRS Foundation. Diakses tanggal 2026-08-03.
- 1 2 3 "IFRS Foundation publishes revised standard-setting handbook". IFRS Foundation. 2026-04-30. Diakses tanggal 2026-08-03.
- ↑ "Process for IASB member appointments". IFRS Foundation. Diakses tanggal 2026-08-03.
- ↑ "Taking stock and building for the future". IFRS Foundation. 2025-06-23. Diakses tanggal 2026-08-03.
- ↑ "Trustees appoint Hans Hoogervorst to succeed Sir David Tweedie" (PDF). IFRS Foundation. 2010-10-12. Diakses tanggal 2026-08-03.
- ↑ "Meet the new IASB Chair—Andreas Barckow". IFRS Foundation. 2021-07-01. Diakses tanggal 2026-08-03.
- ↑ "Linda Mezon-Hutter". IFRS Foundation. Diakses tanggal 2026-08-03.
- 1 2 3 "How we set IFRS Standards". IFRS Foundation. Diakses tanggal 2026-08-03.
- ↑ "SAK Internasional: Komitmen dan reputasi Indonesia untuk investasi global". Ikatan Akuntan Indonesia. 2023-05-30. Diakses tanggal 2026-08-03.
- ↑ "IASB simplifies financial reporting for eligible subsidiary companies with new IFRS Accounting Standard". IFRS Foundation. 2024-05-09. Diakses tanggal 2026-08-03.
- ↑ "IASB issues IFRS 20 to improve financial reporting for rate-regulated companies". IFRS Foundation. 2026-05-27. Diakses tanggal 2026-08-03.
- ↑ "IFRS Foundation Trustees discuss funding, succession and strategy at London meeting". IFRS Foundation. 2026-03-17. Diakses tanggal 2026-08-03.
- ↑ "IFRS Foundation publishes 2025 Annual Report—Fit for the future". IFRS Foundation. 2026-03. Diakses tanggal 2026-08-03.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|date=
Bacaan lanjutan
[sunting | sunting sumber]- Camfferman, Kees; Zeff, Stephen A. (2007). Financial Reporting and Global Capital Markets: A History of the International Accounting Standards Committee, 1973–2000. Oxford: Oxford University Press.
- Pacter, Paul (2021). International Financial Reporting Standards: An Introductory Guide. Abingdon: Routledge.
- "IFRS Foundation Constitution" (PDF). IFRS Foundation. 2026.
- "Due Process Handbook" (PDF). IFRS Foundation. 2026.