Lompat ke isi

Manik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Manik (Surat Batak: ᯔᯉᯪᯂ᯲) adalah salah satu marga Batak. Marga ini tersebar dalam masyarakat Batak Toba, Batak Pakpak-Dairi, Batak Karo, dan Batak Simalungun. Terdapat enam jenis kelompok marga Manik dengan leluhur atau moyang yang berbeda di antara beberapa etnis Batak, di mana di antara keenam kelompok marga tersebut tidak memiliki hubungan maupun keterkaitan antara satu dengan yang lain meskipun menyandang nama yang sama.

Terdapat delapan marga yang bernama Manik yang tersebar dalam empat etnis, yaitu:

Batak Toba

[sunting | sunting sumber]

Batak Simalungun

[sunting | sunting sumber]

Batak Pakpak-Dairi

[sunting | sunting sumber]

Batak Karo

[sunting | sunting sumber]

Leluhur marga Manik

[sunting | sunting sumber]

Meski memiliki nama yang sama, delapan marga Manik tersebut berasal dari delapan/delapan lebih leluhur marga yang berbeda dan tidak terikat hubungan kekerabatan. Enam marga tersebut juga mewarisi kebudayaan yang berbeda.

Manik Raja

[sunting | sunting sumber]

Manik Raja adalah sebutan bagi marga Manik yang berasal dari keturunan Silau Raja. Marga ini berasal dari etnis Batak Toba tepatnya dari Pulau Samosir bagian utara. Marga ini berkerabat dengan keturunan Silau Raja lainnya, yaitu: Malau, Ambarita, dan Gurning maupun marga keturunan Guru Tatea Bulan lainnya seperti Limbong dan Sagala. Marga Manik ini juga berkerabat dan dianggap sama dengan marga Damanik yang berasal dari etnis Simalungun.

Silsilah Manik Raja

[sunting | sunting sumber]
Silau Raja
Malau RajaManik RajaAmbarita RajaGurning Raja
Ompu HutasadaTuan Dibangarna
(Pakpak Hutausang)
Guru Sumundut
Ompu Toga NagabueOmpu RandukOmpu Minak
Ompu PanintingOmpu SamperajaOmpu HobalnapituOmpu Sormahata
Ompu SabolaknaOmpu GumarangOmpu Tomok
Ompu SoanginonPanonga LangitOmpu PatarOmpu SosuhatonOmpu BangbangOmpu BahalbatuOmpu SabunganGuru Sohalaoson
Ama ni Tibi SinombaTuan HapoltahanSahang NaualuSahang Mataniari
Tuan SapalarajaOmpu Tunggul NihutaOmpu Tua Lombu

Manik Pegagan

[sunting | sunting sumber]
Image
Sekretariat Lembaga Adat Pakpak Sulang Silima Marga Manik di Kuta Manik, Sumbul.
Image
Gedung Nasional Djauli Manik di Sidikalang, Dairi, yang bermotifkan rumah adat Batak Pakpak-Dairi. Nama gedung diambil dari salah satu tokoh etnis Batak Pakpak; Djauli Manik.

Manik Pegagan adalah sebutan bagi marga Manik yang berasal dari keturunan Mpu Gagan. Marga ini berasal dari etnis Batak Pakpak-Dairi tepatnya di wilayah Suak Pegagan, yakni di daerah Sumbul, Dairi dan Pegagan Hilir, Dairi. Marga ini berkerabat dengan keturunan Mpu Gagan lainnya, yaitu: marga Matanari dan Lingga.

Manik Kecupak

[sunting | sunting sumber]

Manik Kecupak adalah sebutan bagi marga Manik yang berasal dari keturunan Mpu Bada. Marga ini berasal dari etnis Batak Pakpak-Dairi tepatnya di wilayah Suak Simsim, yakni di daerah Pakpak Bharat. Marga ini berkerabat dengan keturunan Mpu Bada lainnya, yaitu: marga Tendang, Banurea, Beringin, Gajah, dan Berasa. Sumber lain menyebutkan bahwa marga Manik dan marga-marga lain yang berasal dari keturunan Mpu Bada adalah keturunan dari marga Sigalingging, meskipun pernyataan tersebut masih menjadi polemik internal pada keturunan Mpu Bada.

Gajahmanik

[sunting | sunting sumber]

Gajahmanik atau Gajamanik adalah marga yang berasal dari kelompok Sipitu Marga. Marga ini berasal dari etnis Batak Pakpak-Dairi tepatnya di wilayah Suak Keppas, yakni di daerah Sungai Raya, Dairi dan sekitarnya. Marga ini berkerabat dengan marga kelompok Sipitu Marga lainnya, yaitu: marga Ujung, Angkat, Bintang, Capah, Kudadiri, dan Sinamo. Sumber lain menyebutkan bahwa marga Gajahmanik dan marga-marga lain yang berasal dari kelompok Sipitu Marga adalah keturunan dari marga Naibaho tepatnya dari seorang tokoh yang bernama Tolpak Lading yang bermukim di Dairi, meskipun pernyataan tersebut masih menjadi polemik internal pada keturunan kelompok Sipitu Marga.

Ginting Manik

[sunting | sunting sumber]

Ginting Manik adalah sub-marga dari marga Ginting, yaitu satu dari lima marga besar yang ada di etnis Karo. Marga ini berasal dari daerah Tongging, Karo dan sekitarnya. Marga ini berkerabat dengan sub-marga Ginting lainnya, yaitu: Ginting Suka, Ginting Munte, dan lainnya.
Sumber lain menyebutkan bahwa marga Ginting Manik adalah keturunan dari marga Simanihuruk yang bermukim di Karo, meskipun pernyataan tersebut masih menjadi polemik internal pada marga Ginting Manik.

Beberapa tokoh yang bermarga Manik, di antaranya adalah:

  • Hutagalung, W.M. (1991), Pustaha Batak Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak {{citation}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  • Siahaan, Amanihut N.; Pardede, H. (1957), Sejarah perkembangan Marga - Marga Batak {{citation}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]