
Universal Declaration of Human Rights (UDHR) atau Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia merupakan deklarasi yang diadopsi dari Resolusi Majelis Umum PBB (A/RES/217, 10 Desember 1948 di Palais de Chaillot, Paris), menggariskan pandangan organisasi ini pada jaminan hak asasi manusia bagi semua orang.
Pada tahun 1999, dokumen ini memecahkan rekor dunia sebagai dokumen yang paling banyak diterjemahkan di dunia. Dokumen ini sudah diterjemahkan dalam 577 terjemahan dalam bentuk HTML dan/atau PDF. UNIC (United Nation Information Centre) masih membuka kesempatan untuk menerjemahkan dokumen ini ke dalam bahasa-bahasa yang belum ada.
Komunitas Wikisource Indonesia bersama UNIC Jakarta difasilitasi Tim Kebudayaan Wikimedia Indonesia menyelenggarakan kegiatan Temu Daring. Acara ini melakukan pengunggahan berkas UDHR dari berbagai bahasa daerah di Wikisource Bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan multibahasa. Kegiatan ini menghasilkan sembilan UDHR dalam berbagai bahasa daerah yang dipertuturkan di Indonesia, yaitu:
- Universal Declaration of Human Rights – Bataknese
- Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia versi bahasa Ambon
- Parnyataan Umum tantang Hak-Hak Asasi Manusia – Banjarnese
- Parnyataan Umum tantang Hak-Hak Asasi Manusia
- Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia versi bahasa Melayu Papua
- Ada Assimaturuseng Nasengnge Hak-Hak Simulajajinna Padatta Rupa Tau
- Pernyataan Omom Parkara Hak-Hak Asasi Manossa
- Pernyataan Umum Ngeunaan Hak-Hak Asasi Manusa
- Peunyata Umum Hak-Hak Azasi Manusia Ban Sigom Dônja
Awal Kelahiran Wikisource Baru
Hadirnya UDHR di Wikisource membuka akses dokumen ini ke lebih banyak pihak. Kegiatan ini juga menjadi ajang proofread bagi dokumen yang diinisiasi oleh UNIC. Mayoritas peserta yang berkontribusi adalah penutur bahasa daerah yang sama dengan dokumen bahasa daerah UDHR yang digunakan pada kegiatan ini. Salah satu saran yang dikemukakan peserta adalah ketidaksesuaian penggunaan tata bahasa. Ini bisa menjadi diskusi yang menarik dengan penerjemah dokumen untuk memastikan dokumen sesuai dengan tata bahasa daerah bersangkutan dan dipahami oleh penutur bahasa tersebut.
Saat ini ada enam domain Wikisource bahasa daerah yang dipertuturkan di Indonesia ditambah dengan domain Wikisource Bahasa Indonesia sendiri. Tidak semua dokumen diterjemahkan dalam domain bahasa daerah masing-masing, ada yang dimasukkan dalam id.wikisource.org dan apabila sudah tersedia kategorinya di multibahasa maka menjadi tambahan dokumen di wikisource.org.
Hal ini bisa menjadi awal bagi lahirnya domain baru bagi Wikisource bahasa daerah lain yang sudah tersedia di situs multibahasa. Selama ini salah satu kesulitan menetasnya domain adalah kurangnya naskah yang tersedia secara publik dan bebas hak cipta. Kerjasama dengan UNIC Jakarta membuka mata bahwa dokumen internasional bebas hak cipta juga menjadi salah satu naskah yang bisa menjadi bahan baku untuk Wikisource.
Langkah Awal Menuju Akar Rumput
Temu Daring ini baru menulis dokumen dalam bentuk aksara latin. Indonesia merupakan negara yang kaya akan bahasa dan aksara, ke depannya direncanakan akan ditulis pula dokumen dalam bentuk aksara yang digunakan oleh bahasa daerah bersangkutan.
Wacana ini merupakan langkah konkret untuk memastikan UDHR dapat dipahami oleh semua kalangan, terutama dalam hal ini masyarakat yang memahami bahasa daerah yang dipertuturkan di Indonesia. Bahasa daerah tidak hanya dalam aksara latin tetapi aksara yang digunakan oleh bahasa daerah tersebut.
UDHR merupakan dokumen mengenai Hak Asasi Manusia (HAM). Terbukanya akses terhadap dokumen ini dalam banyak bahasa semoga menjadi salah satu jalan terciptanya pemahaman mengenai HAM yang lebih komprehensif di masyarakat. Ini sejalan dengan misi Wikimedia Indonesia untuk membebaskan pengetahuan.
Can you help us translate this article?
In order for this article to reach as many people as possible we would like your help. Can you translate this article to get the message out?
Start translation