Lompat ke isi

Chester William Nimitz

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Chester Nimitz)
Chester W. Nimitz
Image
Potret resmi, ca 1945–47
Panglima Tertinggi Armada Pasifik dan Wilayah Samudra Pasifik
Masa Jabatan
(Armada Pasifik)
31 Desember 1941 - 24 November 1945
(Wilayah Samudra Pasifik)

Maret 1942 - 24 November 1945
Informasi pribadi
Lahir(1885-02-24)24 Februari 1885
Fredericksburg, Texas, A.S.
Meninggal20 Februari 1966(1966-02-20) (umur 80)
San Francisco, California, A.S.
HubunganCharles Henry Nimitz (kakek)
Chester Nimitz Jr. (anak)
AlmamaterAkademi Angkatan Laut Amerika Serikat
Penghargaan sipil
Tanda tanganImage
Karier militer
PihakAmerika Serikat
Dinas/cabangAngkatan Laut Amerika Serikat
Masa dinas1905–1966[1]
PangkatLaksamana Armada
NRP5572
Komando
Pertempuran/perang
Lihat daftar
IMDB: nm0632359 Find a Grave: 2153 Modifica els identificadors a Wikidata
Sunting kotak info
Sunting kotak info L B
Bantuan penggunaan templat ini

Chester William Nimitz (24 Februari 1885 - 20 Februari 1966) adalah komandan armada pasifik Amerika Serikat selama Perang Dunia II.[2] Ia juga salah satu administrator utama dan pembuat strategi di angkatan laut.[2] Ia memerintahkan semua pasukan darat dan laut di wilayah Pasifik Tengah.[2]

Nimitz merupakan komandan utama dari gugusan kapal selam angkatan laut Amerika Serikat. Terkualifikasi dalam mengomando kapal selam pada masa awal dinas militernya, Nimitz kemudian mengawasi konversi tenaga penggerak kapal-kapal ini dari bensin menjadi solar, dan kemudian berperan penting dalam memperoleh persetujuan untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir pertama di dunia, USS Nautilus, yang sistem propulsinya kemudian sepenuhnya menggantikan kapal selam bertenaga diesel di Amerika Serikat. Mulai tahun 1917, Nimitz adalah pengembang terkemuka Angkatan Laut dalam teknik pengisian ulang yang sedang berlangsung, alat yang selama perang Pasifik memungkinkan armada Amerika beroperasi jauh dari pelabuhan hampir tanpa batas waktu. Kepala Biro Navigasi Angkatan Laut dari tahun 1939 hingga 1942, Nimitz menjabat sebagai Kepala Operasi Angkatan Laut dari tahun 1945 hingga 1947. Ia adalah perwira terakhir Amerika Serikat yang masih hidup dan berpangkat laksamana armada. Supercarrier USS Nimitz, kapal utama di kelasnya, diberi nama setelah Nimitz.

Kehidupan awal dan pendidikan

[sunting | sunting sumber]

Nimitz berasal dari keluarga Jerman Amerika. Lahir dari pasangan Anna Josephine (née Henke) dan Chester Bernhard Nimitz pada February 24, 1885[3] di Fredericksburg, Texas dimana hotel kakeknya sekarang menjadi Museum Nasional Perang Pasifik. Ayahnya yang lemah dan rematik telah meninggal enam bulan sebelumnya, pada tanggal 14 Agustus 1884.[4] Pada 1890, ibunya menikah dengan pamannya, William Nimitz (1864–1943).[5] Ia dipengaruhi oleh kakeknya, Charles Henry Nimitz, seorang pelaut di Dinas Pelaut Pedagang Jerman yang mengajarinya "laut – seperti kehidupan itu sendiri – adalah pemberi tugas yang tegas. Cara terbaik untuk menyesuaikan diri dengan hal tersebut adalah dengan mempelajari semua yang Anda bisa, kemudian melakukan yang terbaik dan jangan khawatir – terutama tentang hal-hal yang tidak dapat Anda kendalikan".[6] Kakeknya kemudian berdinas di Ranger Texas di Texas Mounted Volunteers pada tahun 1851 dan kemudian menjabat sebagai kapten Gillespie Rifles Company di Confederate States Army selama Perang Saudara.[7]

Awalnya Nimitz mendaftarkan diri ke West Point untuk berdinas di Angkatan Darat Amerika Serikat sebagai perwira, namun tidak ada tempat lowong. Anggota DPR AS James L. Slayden dari dapil Kongres Texas ke-12 menyarankannya untuk mendaftar ke Akademi Angkatan Laut Amerika Serikat karena memiliki satu posisi kosong dan ia akan memberikan posisi tersebut untuk kandidat yang paling berprestasi. Nimitz merasa bahwa ini adalah satu-satunya kesempatannya untuk melanjutkan pendidikan dan menghabiskan waktu ekstra untuk belajar untuk mendapatkan janji tersebut. Nimitz diangkat ke Akademi Angkatan Laut oleh Slayden pada tahun 1901, dan lulus dengan predikat cemerlang pada tanggal 30 Januari 1905, ketujuh di kelas yang terdiri dari 114 orang.[8]

Lulusan (1905) dari Akademi Naval ini juga bertugas pada Perang Dunia I sebagai kepala staf komandan angkatan laut Amerika Serikat di Atlantik.[2][9] Perjalanan dinas yang dilakukan selama menjadi staf komandan meyakinkannya akan efektivitas peperangan bawah laut.[2] Ia memegang berbagai jabatan di laut dan di pantai sampai tahun 1939 ketika ia ditunjuk sebagai kepala Biro Navigasi dari Angkatan Laut Amerika Serikat.[2][9] Setelah Jepang menyerang Pearl Harbor pada Desember 1941, Nimitz diangkat menjadi Panglima Armada Pasifik, sebuah jabatan yang membawahi angkatan darat dan angkatan laut.[2][9] Pada Juni 1942 ia dengan bangga mengumumkan penentu kemenangan pada Pertempuran Midway dan Laut Coral.[2] Pada pertempuran tersebut musuh mengalami kerugian 10 kali lebih besar dibandingkan dengan Amerika Serikat saat diserang Jepang di Pearl Harbor.[2] Pada tahun-tahun berikutnya, pertempuran bersejarah di Kepulauan Solomon (1942-1943), Kepulauan Gilbert (1943), Marshall, Marianas, Palaus dan Filipina (1944) dan Iwo Jima serta Okinawa (1945) berada di bawah komandonya.[2]

Perang Dunia II

[sunting | sunting sumber]
Image
Laksamana Chester W. Nimitz (kiri) menyematkan Navy Cross pada Doris "Dorie" Miller dalam sebuah upacara di atas kapal USS Enterprise pada bulan Mei 1942
Image
Nimitz bersama beberapa perwira di Henderson Field, Guadalcanal, 30 September 1942
Image
Penyerahan Jepang di atas kapal USS Missouri di Teluk Tokyo pada bulan September 1945: Laksamana Armada Chester Nimitz, mewakili Amerika Serikat, menandatangani instrumen penyerahan.

Sepuluh hari setelah Penyerangan Pearl Harbor pada 7 Desember 1941, Presiden Franklin Delano Roosevelt menunjuk Nimitz menjadi panglima Armada Pasifik Amerika Serikat (CINCPACFLT). Nimitz bergegas menuju ke Hawaii dan secara resmi menjabat di sebuah upacara yang dilakukan diatas kapal selam USS Grayling. Ia kemudian dinaikkan pangkat menjadi laksamana, efektif pada tanggal 31 Desember 1941 begitu ia mulai bertugas. Biasanya upacara pengangkatan seorang laksamana dilakukan diatas kapal tempur namun seluruh kapal tempur Amerika Serikat rusak atau tenggelam saat penyerangan. Laksamana Nimitz mengorganisasi pasukannya untuk menghentikan kemajuan Jepang, meskipun kekurangan kapal, pesawat, dan perbekalan.[10] Nimitz mempunyai keuntungan yang signifikan karena Amerika Serikat telah memecahkan kode angkatan laut diplomatik Jepang dan telah membuat kemajuan dalam kode angkatan laut JN-25. Jepang tidak melakukan apa-apa di radio sebelum penyerangan ke Pearl Harbor, meskipun peristiwa-peristiwa terjadi begitu cepat sehingga mereka harus bergantung pada pesan-pesan radio berkode yang tidak mereka sadari sedang dibaca di Hawaii.[11]

Pada tanggal 24 Maret 1942, Kepala Staf Gabungan AS-Inggris yang baru dibentuk mengeluarkan arahan yang menetapkan wilayah Pasifik sebagai wilayah tanggung jawab strategis Amerika. Enam hari kemudian, Kepala Staf Gabungan AS (JCS) membagi teater tersebut menjadi tiga wilayah: Wilayah Samudra Pasifik, Wilayah Pasifik Barat Daya (diperintahkan oleh Jenderal Douglas MacArthur), dan Wilayah Pasifik Tenggara. JCS menunjuk Nimitz sebagai "Panglima Tertinggi Wilayah Samudera Pasifik", dengan kendali operasional atas seluruh unit Sekutu (udara, darat, dan laut) di wilayah tersebut.[12]

Di Hawaii, Nimitz berdiskusi dengan atasannya, Kepala Staf Angkatan Laut Amerika Serikat Laksamana Ernest King di Washington, D.C. dimana keduanya menolak rencana yang diusulkan Jenderal Douglas MacArthur untuk menyerang Jepang dari Papua Nugini, Filipina, dan Taiwan. Alternatifnya, mereka mengusulkan bahwa mereka harus menginvasi Jepang melalui loncatan pulau yang memungkinkan Amerika Serikat untuk menghindari mayoritas pertahanan Jepang di Pasifik Tengah dengan tujuan menduduki Okinawa. Presiden Roosevelt kemudian menengahi diskusi, menyatakan bahwa ia akan memberi MacArthur dan Nimitz palangan perang sendiri. Kedua palangan tersebut disetujui dengan kekesalan dari Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat Jenderal George Marshall dan Jenderal Dwight D. Eisenhower yang lebih menginginkan agar Roosevelt fokus melawan Jerman. King dan Nimitz kemudian memberi komando sebagian kapal induk mereka ke MacArthur namun tidak memberikan bantuan angkatan laut yang lebih. Namun begitu fase invasi Jepang dimulai, Nimitz dan King sepakat untuk memberi MacArthur komando penuh.[13][14]

Nimitz menghadapi armada Jepang yang lebih besar di Pertempuran Laut Karang dan Pertempuran Midway. Di Laut Karang, walaupun merupakan kekalahan bagi pihak Amerika, dinyatakan sebagai sukses dalam menghambat Jepang untuk menginvasi Port Moresby. Jepang menelan kemenangan yang pahit karena dua kapal induk mereka tidak dapat beroperasi setelah itu, membuat Jepang kekurangan pesawat selama Pertempuran Midway yang menyusul setelah itu. Tim intelijen Angkatan Laut beralasan bahwa Jepang akan menyerang Midway, jadi Nimitz memindahkan semua pasukannya yang ada ke pertahanan. Kerugian besar yang dialami kapal induk Jepang di Midway mempengaruhi keseimbangan kekuatan udara angkatan laut selama sisa tahun 1942 dan sangat penting dalam menetralisir ancaman ofensif Jepang di Pasifik Selatan. Pertempuran laut selama Pertempuran Guadalkanal menyebabkan kedua kekuatan tersebut terkuras habis. Namun, dengan keunggulan kekuatan udara Sekutu di darat, hasilnya cukup untuk mengamankan Guadalkanal. Pasukan AS dan sekutu kemudian berusaha menetralisir ancaman ofensif Jepang yang tersisa melalui kampanye Kepulauan Solomon dan kampanye Nugini, sambil membangun kemampuan untuk aksi armada besar. Pada tahun 1943, Midway menjadi pangkalan kapal selam depan, yang sangat meningkatkan kemampuan AS melawan kapal Jepang.[15]

Pertempuran di Pasifik berjalan diam pada 1943, namun setahun tidak banyak berperang melawan Jepang menjadi waktu penting bagi Nimitz. Dalam setahun, Nimitz memperbaiki armadanya, menerima kapal tempur, pesawat tempur, materiel segar dan juga pasukan untuk dapat melakukan serangan besar dan menghancurkan armada Jepang di Pasifik Tengah. Nimitz mulai menyerang kembali pada November 1943, membuka dengan Kampanye Kepulauan Gilbert dan Marshall yang berjalan sampai Februari 1944, kemudian disusul dengan serangan terhadap armada Jepang di Laguna Truk dan Kampanye militer Kepulauan Mariana dan Palau yang membuat pesawat pengebom Amerika Serikat dapat menyerang pulau utama Jepang lebih dekat dengan pesawat pengebom strategis yang baru. Nimitz kemudian memberi kekalahan besar bagi armada Jepang di Pertempuran Laut Filipina (19-20 Juni 1944), membiarkan Amerika Serikat menguasai pulau Saipan, Guam, dan Tinian.[16] Pasukan Armadanya mengisolasi benteng pertahanan musuh di Kepulauan Caroline tengah dan timur dan mengamankan Peleliu, Angaur, dan Ulithi secara berurutan. Di Filipina, kapal-kapalnya menghancurkan sebagian besar kekuatan angkatan laut Jepang yang tersisa pada Pertempuran Teluk Leyte, yang berlangsung dari tanggal 24 hingga 26 Oktober 1944. Dengan hilangnya Filipina, jalur pasokan energi Jepang dari Indonesia mendapat ancaman langsung, sehingga melumpuhkan upaya perang mereka.[17]

Pada 14 Desember 1944, Kongres Amerika Serikat meloloskan undang-undang yang menciptakan pangkat Laksamana Armada. Hari esoknya, Presiden Roosevelt menunjuk Nimitz sebagai Laksamana Armada Amerika Serikat. Nimitz kemudian mengambil sumpah pada 19 Desember.[18] Pada Januari 1945, Nimitz memindahkan markasnya menuju ke Guam untuk sisa periode perang. Selama ini, istrinya berada di benua Amerika dan tidak ikut suaminya berdinas baik di Hawaii atau di Guam. Pada 1945, pasukan pimpinan Nimitz mengempur Jepang di dua pertempuran amfibi di Iwo Jima dan Okinawa dan kapal induknya mulai menyerang kepulauan utama Jepang secara dekat. Selain itu, Nimitz juga menjadwalkan serangan pesawat pengebom B-29 Superfortress di sebuah operasi sukses bernama Operasi Starvation, yang sangat mengganggu logistik musuh.[19][20]

Image
Pasukan berbaris pada upacara menghormati Nimitz

Jepang pada akhirnya menyerah dan pada 2 September 1945, Nimitz menandatangani dokumen penyerahan Jepang sebagai perwakilan pemerintahan Amerika Serikat di kapal tempur USS Missouri di Teluk Tokyo. Pada 5 Oktober 1945, pemerintahan Amerika Serikat merayakan "Hari Nimitz" di Washington, D.C. dan Nimitz secara pribadi diberikan Gold Star kedua dan Navy Distinguished Service Medal ketiga oleh Presiden Harry S. Truman "atas pengabdian yang sangat berjasa sebagai Panglima Tertinggi Armada Pasifik AS dan Wilayah Samudra Pasifik, dari Juni 1944 hingga Agustus 1945".[21]

Setelah perang

[sunting | sunting sumber]
Image
Nimitz di Washington D.C., 1945

Pada 26 November 1945, Nimitz dicalonkan untuk menjadi Kepala Staf Angkatan Laut dan dikonfirmasikan oleh Senat Amerika Serikat. Pada 15 Desember, ia memberhentikan Laksamana Ernest King secara terhormat. Ia kemudian berkata kepada Presiden bahwa ia hanya ingin menjabat selama dua tahun saja, tidak lebih. Nimitz menangani tugas sulit untuk mengurangi kekuatan angkatan laut paling kuat di dunia menjadi hanya sebagian kecil dari kekuatan masa perangnya sambil membangun dan mengawasi armada aktif dan cadangan dengan kekuatan dan kesiapan yang diperlukan untuk mendukung kebijakan nasional.

Saat berlangsungnya Sidang Nürnberg ketika melakukan peradilan terhadap Laksamana Besar Kriegsmarine Karl Dönitz pada 1946, Chester Nimitz mengeluarkan sebuah affidavit yang menjelaskan mengenai praktik perang kapal selam tanpa batas, sebuah doktrin yang ia juga gunakan saat melawan Jepang di Pasifik. Dokumen yang dikeluarkan Nimitz menjadi pembelaan bagi Donitz dan pada akhirnya Sidang Nurnberg menvonis Donitz dengan hanya 10 tahun penjara.[22]

Nimitz mendukung inovasi militer baru bagi Angkatan Laut Amerika Serikat dengan cara yang tidak konvensionalnya. Ia mendukung proposal Laksamana Hyman George Rickover yang melangkahi garis komando untuk membangun kapal selam nuklir USS Nautilus pada 1947.[23] Seperti yang terlihat pada pameran di Museum Nimitz di Fredericksburg, Texas: "Warisan terbesar Nimitz sebagai CNO bisa dibilang adalah dukungannya terhadap upaya Laksamana Hyman Rickover untuk mengubah armada kapal selam dari diesel menjadi tenaga nuklir".

Nimitz pensiun dari jabatannya sebagai CNO pada tanggal 15 Desember 1947, dan menerima Bintang Emas ketiga sebagai pengganti Medali Layanan Terhormat Angkatan Laut yang keempat. Namun, karena pangkat laksamana armada adalah pengangkatan seumur hidup, ia tetap bertugas aktif selama sisa hidupnya, dengan gaji dan tunjangan penuh. Nimitz dan istrinya, Catherine, pindah ke Berkeley, California. Setelah terjatuh parah pada tahun 1964, dia dan Catherine pindah ke markas Angkatan Laut AS di Pulau Yerba Buena di Teluk San Francisco.

Di San Francisco, Nimitz bertugas di pos yang sebagian besar bersifat seremonial sebagai asisten khusus Sekretaris Angkatan Laut di Perbatasan Laut Barat. Ia juga mencoba memperbaiki hubungan dengan Jepang yang sebelumnya merupakan musuh buyutannya dengan membantu rakyat Jepang menggalang dana untuk merestorasikan kapal tempur Kekaisaran Jepang Mikasa yang secara terkenal merupakan kapal utama Laksamana Togo Heihachiro selama Pertempuran Tsushima. Ia bahkan melawan permintaan Uni Soviet untuk menghancurkan kapal tersebut karena Uni Soviet menganggap Mikasa sebagai simbol aib sejarah Rusia, bahkan memerintahkan tentara AS untuk menjaga kapal tersebut.[24] Nimitz dikenal memiliki rasa hormat besar kepada Laksamana Togo, pernah bertemu dengannya setelah Perang Rusia–Jepang dan menghadiri upacara pemakamannya secara umum dan pribadi pada 1934.[24] Sebagai bentuk terima kasih, masyarakat Jepang memberikan dana untuk membangun sebuah taman bergaya Jepang di Museum Nasional Perang Pasifik sebagai lambang persahabatan Nimitz dan Togo.[24]

Pada akhir 1965, Nimitz mengalami struk yang kemudian diperparah oleh pneumonia. Pada bulan Januari 1966, dia meninggalkan Rumah Sakit Angkatan Laut AS (Oak Knoll) di Oakland untuk pulang ke markas angkatan lautnya. Nimitz meninggal di rumahnya pada malam tanggal 20 Februari di Quarters One di Pulau Yerba Buena di Teluk San Francisco, empat hari sebelum ulang tahunnya yang ke-81.[25] Pemakamannya pada tanggal 24 Februari – yang merupakan hari ulang tahunnya yang ke-81 – diadakan di kapel Naval Station Treasure Island yang berdekatan, dan Nimitz dimakamkan dengan penghormatan militer penuh di Pemakaman Nasional Golden Gate di San Bruno.[26][27][28][29] Ia dimakamkan di sebelah istrinya, dan juga teman-teman seperjuangannya Laksamana Raymond A. Spruance, Laksamana Richmond K. Turner dan Laksamana Charles A. Lockwood beserta istri mereka. Pengaturan pemakaman ini telah disepakati oleh keempat laksamana saat masih hidup.[30]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. US officers holding five-star rank never retire; they draw full active duty pay for life. Spencer C. Tucker (2011). The Encyclopedia of the Vietnam War: A Political, Social, and Military History. ABC-CLIO. hlm. 1685. ISBN 978-1-85109-961-0.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "Charles W. Nimitz". Diakses tanggal 27 Juni 2014.
  3. Potter, p. 26.
  4. Ancestry.com Diarsipkan September 1, 2018, di Wayback Machine.. Retrieved March 17, 2014
  5. "Nimitz Family Photographs". Pacific War Museum. Diarsipkan dari asli tanggal August 3, 2022. Diakses tanggal June 11, 2021.
  6. John Woolley; Gerhard Peters. "Gerald R. Ford: Remarks at the U.S.S. Nimitz Commissioning Ceremony in Norfolk, Virginia". The American Presidency Project. Diakses tanggal May 10, 2007.
  7. National Park Service Civil War Soldiers and Sailors database. Ancestry.com Index to Compiled Confederate Military Service Records
  8. "Fleet Admiral Chester W. Nimitz Biographical Sketch". The National Museum of the Pacific War. Diarsipkan dari asli tanggal April 24, 2007. Diakses tanggal May 10, 2007.
  9. 1 2 3 "Chester W. Nimitz Biography". Diakses tanggal 27 Juni 2014.
  10. Edwin Hoyt, How they won the war in the Pacific: Nimitz and his admirals (Rowman & Littlefield, 2011).
  11. John Winton, Ultra in the Pacific: How Breaking Japanese Codes & Cyphers Affected Naval Operations Against Japan 1941-45 (1993).
  12. United States Navy Office of the Chief of Naval Operations: 100th Anniversary. Government Printing Office. 2015. hlm. 25–30. ISBN 9780160927799.
  13. Thomas B. Buell (2013). Master of Seapower: A Biography of Fleet Admiral Ernest J. King. Naval Institute Press. hlm. 166–68. ISBN 9781612512105.
  14. Bruce S. Jansson (2002). The Sixteen-Trillion-Dollar Mistake: How the U.S. Bungled Its National Priorities from the New Deal to the Present. Columbia University Press. hlm. 48–49. ISBN 9780231505260.
  15. Gordon W. Prange, Donald M. Goldstein, and Katherine V. Dillon, Miracle at Midway (1982).
  16. Samuel Eliot Morison, The Two-Ocean War; A Short History of the United States Navy in the Second World War (1963) pp 222-291.
  17. Samuel Eliot Morison, Leyte, June 1944-January 1945 (1958)
  18. Thomas Alexander Hughes (2016). Admiral Bill Halsey. Harvard UP. hlm. 401. ISBN 9780674049635.
  19. Megan Tzeng, "The Battle of Okinawa, 1945: Final turning point in the Pacific". History Teacher (2000): 95-117. Online
  20. Morison, The Two-Ocean War pp 434-81.
  21. James C. Bradford, "Nimitz, Admiral Chester (1885–1966)". in Gordon Martel, ed. The Encyclopedia of War (2011).
  22. Judgement: Dönitz the Avalon Project at the Yale Law School.
  23. Wallace, Robert (September 8, 1958), "A Deluge of Honors for an Exasperating Admiral", Life, vol. 45, no. 10, hlm. 109, ISSN 0024-3019
  24. 1 2 3 "Togo and Nimitz: Naval Leaders of Their Days". National Museum of the Pacific War (dalam bahasa Inggris). 2024-05-21. Diakses tanggal 2026-01-29.
  25. "Fleet Adm. Nimitz dies of stroke". Spokesman-Review. Spokane, Washington. Associated Press. February 21, 1966. hlm. 1.
  26. "Private funeral held for Nimitz". Eugene Register-Guard. Oregon. Associated Press. February 24, 1966. hlm. 1A.
  27. Potter. – p.472.
  28. "Nimitz's Funeral Is Held On Coast; Admiral Declined Arlington Burial to Lie With Men". The New York Times. February 25, 1966. Diakses tanggal June 3, 2018.
  29. Lembke, Daryl E. (February 25, 1966). "Adm. Nimitz Buried in Simple Rites". Los Angeles Times. hlm. 4.
  30. Borneman. Page 465.