Lompat ke isi

Cornelis de Houtman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Cornelis de Houtman
Image
Lahir(1565-04-02)2 April 1565
Gouda, Holland Selatan, Tujuh Belas Provinsi
Meninggal11 September 1599(1599-09-11) (umur 34)
Banda Aceh, Kesultanan Aceh
KebangsaanRepublik Belanda
PekerjaanPenjelajah
Tempat kerjaCompagnie van Verre
KerabatFrederick de Houtman (adik)

Cornelis de Houtman (2 April 1565 – 11 September 1599) adalah seorang pelaut pedagang Belanda yang memimpin ekspedisi Belanda pertama ke Hindia Timur.[1] Meskipun pelayaran itu sulit dan hanya menghasilkan sedikit keuntungan, Houtman menunjukkan bahwa monopoli Portugis atas perdagangan rempah-rempah rentan. Serangkaian pelayaran dagang Belanda pun menyusul, yang pada akhirnya mengarah pada pengusiran Portugis dan pembentukan monopoli Belanda atas perdagangan rempah-rempah di Hindia Timur.[2]

Kehidupan awal

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1592 Cornelis de Houtman dikirim oleh para pedagang Amsterdam ke Lisboa untuk menemukan sebanyak mungkin informasi mengenai Kepulauan Rempah-Rempah. Pada saat de Houtman kembali ke Amsterdam, Jan Huyghen van Linschoten juga kembali dari India. Para pedagang tersebut memastikan bahwa Banten merupakan tempat yang paling tepat untuk membeli rempah-rempah. Pada 1594, mereka mendirikan Compagnie van Verre [nl] (yang berarti "perusahaan jarak jauh"), dan pada 2 April 1595 empat buah kapal meninggalkan Amsterdam: Amsterdam, Hollandia, Mauritius dan Duyfken.[butuh rujukan]

Perjalanannya dipenuhi masalah sejak awal. Penyakit seriawan merebak hanya beberapa minggu setelah pelayaran dimulai akibat kurangnya makanan. Pertengkaran di antara para kapten kapal dan para pedagang menyebabkan beberapa orang terbunuh atau dipenjara di atas kapal. Di Madagaskar, di mana sebuah perhentian sesaat direncanakan, masalah lebih lanjut menyebabkan kematian lagi, dan kapal-kapalnya bertahan di sana selama enam bulan. (Teluk di Madagaskar tempat mereka berhenti kini dikenal sebagai "Kuburan Belanda").[butuh rujukan]

Perjalanan ke Jawa

[sunting | sunting sumber]

Pada akhir abad ke-14, seorang teolog bernama Petrus Plancius bersama dua ahli kartografi Belanda, Abraham Ortelius dan Gerardus Mercator membuat peta geografis dan hidrografis dunia, termasuk peta wilayah Hindia. Peta-peta tersebut diterbitkan pada 1592.[3] Pada saat yang sama, seorang petualang bernama Jan Huygen van Linschoten menerbitkan buku berjudul Itinerario yang berisi kondisi sosial dan budaya di sekitar Hindia Timur.[4] Para pedagang kemudian menggunakan peta dan laporan tersebut sebagai dasar dimulainya penjelajahan.[5]

Pada 2 April 1595, empal kapal berangkat dari Amsterdam: missing name, missing name, missing name, dan missing name.[6] Setelah mencapai Tanjung Harapan, sebanyak 71 awak kapal menderita penyakit skorbut dan meninggal dunia.[7] Selain itu, terjadi keributan hebat di atas kapal yang baru bisa mereda ketika kapal merapat di Banten.[8]

Pada 27 Juni 1596, ekspedisi de Houtman tiba di Banten dengan hanya 249 orang yang tersisa dari awak pelayaran awal. Penduduk awalnya menerima rombongan penjelajah itu dengan bersahabat. Namun, menurut Milton (1999), de Houtman marah ketika mengetahui harga rempah menjulang tinggi. Selain itu, para pedagang yang bersaing saling bertengkar dan "orang-orang istana berkelahi memperebutkan takhta." Hal ini memicu de Houtman untuk melakukan tindakan kasar kepada penduduk setempat. Dalam sebuah jurnal yang ditulis oleh seorang awak kapal Belanda, ia menyatakan bahwa, "diputuskan untuk melakukan segala kerusakan yang mungkin terhadap kota itu."[9] Sultan Banten, bersama dengan petugas Portugis di Banten, akhirnya mengusir kapal Belanda tersebut.[butuh rujukan]

Ekspedisi de Houtman berlanjut ke utara pantai Jawa. Kapalnya tiba di Sedayu, sekarang berada di wilayah Sedayu Lawas, Kabupaten Lamongan pada 2 Desember 1596. Menganggap kehadiran Belanda sebagai pesaing dagang, sekelompok orang dari pesisir setempat menyerang Kapal Amsterdam hingga menewaskan 12 awak, termasuk sang nakhoda.[10][11]

Kapal de Houtman kembali berlayar ke timur hingga mencapai perairan Pulau Madura. Sebuah penyambutan digelar oleh pangeran setempat, dengan tongkang yang dihias dan diiringi oleh perahu-perahu kecil penduduk setempat. Namun, tabiat buruk kelompok de Houtman berujung ke salah pengertian. Rombongan de Houtman mengira rombongan pangeran bergerak ke kapalnya untuk melakukan penyergapan. Hal ini memicu de Houtman untuk memerintahkan awaknya "membuka serangan dan membunuh semua orang di atas perahu besar." Terjadi pembantaian yang membunuh pangeran dan hampir semua penduduk yang hadir dalam penyambutan tersebut.[12] Beberapa awak kapal Belanda ditangkap dan ditahan sehingga de Houtman membayar denda untuk melepaskannya.

Kapal-kapal tersebut lalu berlayar ke Bali, dan bertemu dengan raja Bali. Mereka akhirnya berhasil memperoleh beberapa pot merica pada 26 Februari 1597. Kapal-kapal Portugis melarang mereka mengisi persediaan air dan bahan-bahan di St. Helena. Dari 249 awak, hanya 87 yang berhasil kembali. Cornelis de Houtman tewas dalam perjalanan keduanya di atas geladak kapal di Aceh saat pertempuran dengan pasukan Inong Balee yang dipimpin Malahayati tanggal 11 September 1599 dalam pertempuran satu lawan satu dengan Malahayati.

Perjalanan awalnya direncanakan berlanjut ke Kepulauan Banda. Namun, kapten kapal Mauritius, Jan Maulenaer, menentang rencana de Houtman tersebut. Ia lalu ditemukan meninggal dunia beberapa jam kemudian dengan dugaan "telah diracuni." Para awak kapal kemudian memutuskan untuk tidak melanjutkan misi penjelajahan dan membakar kapal Amsterdam yang telah lapuk. Rombongan penjelajah tiba di Amsterdam dua tahun setelah mereka berangkat. Rempah-rempah yang dibawa dari misi tersebut tidaklah banyak, tetapi masih menguntungkan karena harganya yang melambung tinggi di Eropa.[13]

Meski perjalanan pertama de Houtman bisa dibilang gagal, Belanda menganggapnya sebagai sebuah kemenangan. Pihak Belanda sejak saat itu mulai berlayar untuk berdagang ke Timur. Dalam lima tahun kemudian, 65 kapal Belanda telah berlayar ke wilayah tersebut dan bisa disebut memulai penjajahan Hindia Belanda.[butuh rujukan]

Kurang dari tujuh bulan setelah perjalanan pertamanya, de Houtman kembali ditunjuk sebagai pemimpin penjelajahan keduanya.[14] Pada 1599, ia tiba di Aceh dan disambut baik oleh Sultan Alauddin Riayat Syah. Namun, de Houtman justru menghina dan menantangnya hingga terjadi sebuah perkelahian yang menewaskannya. Ia dikalahkan oleh Laksamana Keumalahayati dan pasukan Inong Balee yang dipimpinnya.[15]

Referensi

[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. Novia, Aisyah (16 August 2021). "Sosok Cornelis de Houtman yang Jadi Penyebab Indonesia Dijajah Belanda". DetikEdu. Diakses tanggal 25 November 2023.
  2. Ningsih, Widya Lestari (16 September 2023). "Mengapa VOC Berupaya Mengusir Portugis dari Malaka". Kompas. Diakses tanggal 15 December 2023.
  3. Milton 2024, hlm. 74.
  4. Milton 2024, hlm. 76.
  5. Milton 2024, hlm. 77.
  6. "The Dutch East India Company's shipping between the Netherlands and Asia 1595–1795". huygens.knaw.nl. Huygens ING. Diakses tanggal 19 Januari 2020.
  7. Milton 2024, hlm. 78-79.
  8. Milton 2024, hlm. 79-80.
  9. Milton 2024, hlm. 80-81.
  10. Milton 2024, hlm. 81.
  11. "Sedayu dan Brondong dalam Bingkai Sejarah Pengusiran Cornelis de Houtman, 2 - 5 Desember 1596)". Wartamerdeka. 2025-08-13. Diakses tanggal 2025-12-01.
  12. Milton 2024, hlm. 82-83.
  13. Milton 2024, hlm. 84-85.
  14. Milton 2024, hlm. 86.
  15. "Cornelis and Frederik de Houtman | Dutch explorers". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22 April 2021.

Bibliografi

[sunting | sunting sumber]
  • Milton, Giles (2024) [1999]. Wiyati, Nunung (ed.). Nathaniel's Nutmeg [Pulau Run: Petualangan Pedagang Rempah yang Mengubah Perjalanan Sejarah Dunia] (dalam bahasa Indonesia). Diterjemahkan oleh Rosdalina, Ida. Tangerang Selatan: Pustaka Alvabet. ISBN 978-623-220-176-7. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]