Hiu goblin
| Hiu goblin Rentang waktu: [1] | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Chondrichthyes |
| Subkelas: | Elasmobranchii |
| Subdivisi: | Selachimorpha |
| Ordo: | Lamniformes |
| Famili: | Mitsukurinidae |
| Genus: | Mitsukurina |
| Spesies: | M. owstoni |
| Nama binomial | |
| Mitsukurina owstoni D. S. Jordan, 1898 | |
| Wilayah persebaran hiu goblin[2] | |
| Sinonim | |
| |
Hiu goblin (Mitsukurina owstoni) adalah spesies hiu laut dalam yang langka. Kerap dijuluki sebagai "fosil hidup", hewan ini merupakan satu-satunya wakil takson yang masih ada dari famili Mitsukurinidae, sebuah garis keturunan tua yang telah berusia sekitar 125 juta tahun. Hewan berkulit merah muda ini memiliki profil yang distingtif dengan moncong yang memanjang nan pipih, serta rahang yang sangat dapat dijulurkan berisi gigi-gigi yang menonjol bak paku. Individu dewasa biasanya mencapai panjang antara 3 hingga 4 meter, meskipun ukurannya bisa tumbuh jauh lebih besar—seperti satu spesimen yang ditangkap pada tahun 2000, yang diperkirakan berukuran sekitar 6 meter.[3] Hiu goblin adalah makhluk bentopelagik yang mendiami lereng benua bagian atas, ngarai bawah laut, dan gunung laut di seluruh dunia pada kedalaman lebih dari 100 m (330 ft); hiu dewasa biasanya ditemukan di perairan yang lebih dalam dibanding hiu muda. Sejumlah peneliti meyakini bahwa hiu ini juga mampu menyelam hingga kedalaman 1.300 m (4.270 ft) untuk periode singkat;[3] rekaman yang diambil pada tahun 2024 mengindikasikan bahwa jangkauan mereka mungkin lebih dalam dari yang diperkirakan sebelumnya, dengan adanya penampakan terkonfirmasi dari seekor hiu dewasa yang berenang pada kedalaman 2.000 m (6.560 ft).[4]
Beragam fitur anatomi hiu goblin, seperti tubuhnya yang lunak dan siripnya yang kecil, menyiratkan sifatnya yang lamban. Spesies ini berburu ikan teleostei, sefalopoda, dan krustasea di dekat dasar laut maupun di tengah kolom air. Moncong panjangnya diselimuti oleh ampula Lorenzini yang mampu mengindra medan listrik lemah yang dihasilkan oleh mangsa di sekitarnya, yang kemudian dapat ia sambar dengan menjulurkan rahangnya secara cepat. Sejumlah kecil hiu goblin tertangkap secara tidak sengaja oleh perikanan laut dalam. Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) telah menilainya sebagai spesies Risiko Rendah, terlepas dari kelangkaannya, dengan alasan penyebarannya yang luas dan rendahnya insiden penangkapan.
Taksonomi
[sunting | sunting sumber]Seorang iktiolog Amerika, David Starr Jordan, mendeskripsikan hiu goblin dalam terbitan Proceedings of the California Academy of Sciences tahun 1898. Ia mengakui ikan ganjil ini tidak hanya sebagai spesies baru, tetapi juga sebagai genus dan famili baru. Ia mendasarkan catatannya pada seekor jantan belum dewasa berukuran 107 cm (42 in) yang tertangkap di Teluk Sagami dekat Yokohama, Jepang. Spesimen tersebut diperoleh oleh nakhoda dan naturalis Alan Owston, yang kemudian memberikannya kepada Profesor Kakichi Mitsukuri di Universitas Tokyo, yang lantas membawanya kepada Jordan. Jordan menamai hiu tersebut Mitsukurina owstoni sebagai penghormatan kepada kedua pria ini.[5]
Nama umum "hiu goblin" merupakan kalka dari nama tradisional Jepangnya 天狗鮫, tenguzame; seekor tengu adalah makhluk mitologi Jepang yang sering digambarkan memiliki hidung panjang dan wajah merah.[6] Nama lain untuk spesies ini adalah hiu elfin.[2]
Segera setelah deskripsi Jordan diterbitkan, beberapa ilmuwan mencatat kemiripan antara Mitsukurina dan hiu Mesozoikum yang telah punah, Scapanorhynchus.[7] Untuk sementara waktu, pendapat yang berlaku adalah memperlakukan Mitsukurina sebagai sinonim junior dari Scapanorhynchus. Akhirnya, fosil yang lebih lengkap mengungkapkan banyak perbedaan anatomi antara Scapanorhynchus dan Mitsukurina, yang menyebabkan penulis modern kembali menganggap keduanya sebagai genus yang berbeda.[8] Beberapa spesimen hiu goblin dideskripsikan sebagai spesies terpisah dari tahun 1904 hingga 1937, tetapi tidak ada satupun yang kini dianggap valid. Kerancuan taksonomi ini bermula karena rahang spesimen terfiksasi pada berbagai tingkat penonjolan selama pengawetan, yang memberikan kesan adanya perbedaan proporsional di antara kepala-kepala tersebut.[9]
Filogeni dan evolusi
[sunting | sunting sumber]Studi filogenetik berdasarkan morfologi telah mengklasifikasikan hiu goblin sebagai anggota paling basal dari ordo Lamniformes, yang dikenal sebagai hiu makarel.[10][11] Studi yang menggunakan data genetik juga telah mengonfirmasi klasifikasi basal untuk spesies ini.[12][13] Famili Mitsukurinidae, yang diwakili oleh Mitsukurina, Scapanorhynchus, dan Anomotodon, berasal dari zaman Aptian pada periode Kapur (sekitar 125–113 Juta tahun lalu). Mitsukurina sendiri pertama kali muncul dalam catatan fosil selama periode Eosen Tengah (sekitar 49–37 Juta tahun lalu);[14][15] spesies yang telah punah mencakup M. lineata dan M. maslinensis.[16][17] Striatolamia macrota, yang hidup di perairan dangkal yang hangat selama periode Paleogen (sekitar 66–23 Juta tahun lalu), mungkin juga merupakan spesies Mitsukurina.[18] Sebagai anggota terakhir dari garis keturunan purba, dan satu-satunya yang mempertahankan beberapa ciri "primitif", hiu goblin telah dideskripsikan sebagai "fosil hidup".[19]
Deskripsi
[sunting | sunting sumber]
Hiu goblin memiliki moncong panjang nan pipih yang khas, menyerupai sebuah bilah pedang. Panjang proporsional moncongnya berkurang seiring bertambahnya usia.[20] Matanya kecil dan tidak memiliki membran niktitans pelindung; di belakang mata terdapat spirakel. Mulutnya yang besar berbentuk parabola. Rahangnya sangat dapat dijulurkan dan bisa diperpanjang hampir sampai ke ujung moncong, meskipun biasanya tertahan rapat menempel pada bagian bawah kepala. Ia memiliki 35–53 deret gigi atas dan 31–62 deret gigi bawah. Gigi-gigi di bagian utama rahang berukuran panjang dan sempit, terutama yang berada di dekat simfisis (titik tengah rahang), dan memiliki alur halus yang memanjang. Gigi belakang di dekat sudut rahang berukuran kecil dan memiliki bentuk pipih untuk menghancurkan. Banyak variasi individu terjadi pada panjang dan lebar gigi, seperti apakah gigi tersebut memiliki anak kuspa yang lebih kecil di setiap sisi kuspa utama, dan mengenai keberadaan celah tak bergigi pada simfisis atau di antara gigi utama dan gigi belakang. Lima pasang celah insangnya pendek, dengan filamen insang di dalamnya terekspos sebagian; pasangan kelima berada di atas pangkal sirip pektoral.[6][8][21]
Tubuhnya cukup ramping dan lunak. Kedua sirip punggung memiliki ukuran dan bentuk yang serupa – keduanya kecil dan membulat. Sirip pektoralnya juga agak kecil dan membulat. Sirip perut dan sirip anal memiliki pangkal yang panjang dan lebih besar daripada sirip punggung, sementara batang ekor berbentuk pipih dari sisi ke sisi dan tidak memiliki lunas atau takik. Sirip ekor yang asimetris memiliki lobus atas yang panjang dengan takik ventral dangkal di dekat ujungnya, serta lobus bawah yang tidak jelas.[8][21] Kulitnya yang lunak dan agak bening memiliki tekstur kasar karena tutupan dentikel dermal, masing-masing berbentuk seperti duri tegak pendek dengan punggung memanjang. Hiu hidup dari spesies ini berwarna merah muda atau cokelat sawo matang karena pembuluh darah yang terlihat di bawah kulit; warnanya menua seiring bertambahnya usia, dan hiu muda mungkin hampir berwarna putih. Tepian siripnya berwarna abu-abu atau biru bening, dan matanya hitam dengan guratan kebiruan pada irisnya. Setelah mati, warnanya memudar dengan cepat menjadi abu-abu kusam atau cokelat.[6][9] Hiu dewasa biasanya memiliki panjang antara 3 dan 4 m (9,8 dan 13,1 ft).[6] Namun, penangkapan seekor betina raksasa yang diperkirakan sepanjang 54–62 m (177–203 ft) selama tahun 2000 menunjukkan bahwa spesies ini dapat tumbuh jauh lebih besar dari yang diduga sebelumnya.[20] Sebuah studi tahun 2019 menunjukkan bahwa ia bisa mencapai panjang maksimum 7 m (23 ft).[22] Hingga tahun 2022, berat maksimum yang tercatat adalah 210 kg (460 pon) untuk hiu dengan panjang 38 m (124,7 ft),[8] tetapi pada tahun berikutnya, seekor individu yang sangat bunting, berukuran 47-meter (154 ft) dengan berat 800 kg (1.800 pon), didaratkan di Taiwan.[23]
Persebaran dan habitat
[sunting | sunting sumber]Hiu goblin telah ditangkap di ketiga samudra utama, yang mengindikasikan persebaran global yang luas. Di Samudra Atlantik, ia telah tercatat mulai dari Teluk Meksiko bagian utara, Suriname, Guyana Prancis, dan Brasil bagian selatan di sisi barat, hingga Prancis, Portugal, Madeira, dan Senegal di sisi timur.[2][6][24] Spesimen juga telah dikumpulkan dari gunung laut di sepanjang Punggung Tengah Atlantik.[25][26] Di Indo-Pasifik dan Oseania, ia telah ditemukan di lepas pantai Afrika Selatan, Mozambik, Jepang, Taiwan, Australia, dan Selandia Baru. Spesies ini telah tercatat mulai dari lepas pantai East Cape hingga Ngarai Kaikoura dan dari Dataran Tinggi Challenger di dekat Selandia Baru.[27] Diketahui terdapat satu spesimen dari Pasifik timur yang dikumpulkan di lepas pantai California selatan.[2][6]
Spesies ini paling sering ditemukan di atas lereng benua bagian atas pada kedalaman 270–960 m (890–3.150 ft).[8] Ia pernah tertangkap hingga sedalam 1.300 m (4.300 ft), dan sebuah gigi ditemukan tertancap pada kabel bawah laut di kedalaman 1.370 m (4.490 ft).[28] Ia pernah terlihat hingga kedalaman 2,000 m (6,562 ft).[4] Individu dewasa menghuni kedalaman yang lebih dalam dibandingkan individu muda. Hiu goblin yang belum dewasa sering mengunjungi ngarai bawah laut di lepas pantai selatan Jepang pada kedalaman 100–350 m (330–1.150 ft), dengan individu yang terkadang berkelana ke perairan dekat pantai hingga kedalaman dangkal 40 m (130 ft).[2][29]
Biologi dan ekologi
[sunting | sunting sumber]Meskipun pengamatan terhadap hiu goblin hidup sangat minim, anatominya menyiratkan gaya hidup yang tidak aktif dan lamban.[30] Kerangkanya tereduksi dan mengalami kalsifikasi yang buruk, blok otot di sepanjang sisinya (miomer) berkembang dengan lemah, dan siripnya lunak serta kecil. Sirip ekornya yang panjang, yang dipertahankan pada sudut rendah, juga merupakan ciri khas hiu perenang lambat. Moncong panjangnya tampaknya memiliki fungsi sensorik, karena mengandung banyak ampula Lorenzini yang mendeteksi medan listrik lemah yang dihasilkan oleh hewan lain. Karena kelembutan moncongnya, kecil kemungkinannya bagian tersebut digunakan untuk mengaduk mangsa dari dasar laut sebagaimana yang pernah diusulkan.[9] Penglihatan tampaknya kurang penting dibandingkan indra lainnya, mengingat tektum optik yang relatif kecil pada otak hiu ini.[6] Namun, tidak seperti kebanyakan hiu laut dalam, ia dapat mengubah ukuran pupilnya, sehingga kemungkinan besar ia menggunakan penglihatan dalam situasi tertentu.[28] Hiu goblin mungkin menjadi mangsa bagi hiu biru (Prionace glauca).[29] Parasit yang didokumentasikan dari spesies ini meliputi kopepoda Echthrogaleus mitsukurinae,[31] serta cacing pita Litobothrium amsichensis dan Marsupiobothrium gobelinus.[32]
Makanan
[sunting | sunting sumber]
Hiu goblin memangsa terutama ikan teleostei laut dalam seperti ikan tikus dan ikan naga. Ia juga memakan sefalopoda dan krustasea, termasuk dekapoda dan isopoda. Sampah pernah ditemukan di dalam perut beberapa spesimen.[33] Mangsa yang diketahuinya mencakup spesies penghuni dasar seperti blackbelly rosefish (Helicolenus dactylopterus), dan spesies perairan pertengahan seperti cumi-cumi Teuthowenia pellucida dan ostrakoda Macrocypridina castanea rotunda. Dengan demikian, hiu goblin tampaknya mencari makan baik di dekat dasar laut maupun jauh di atasnya.[9][34]
Karena bukan perenang cepat, hiu goblin mungkin merupakan predator penyergap. Dagingnya yang berdensitas rendah dan hatinya yang besar serta berminyak membuatnya memiliki daya apung netral, yang memungkinkannya melayang ke arah mangsa dengan gerakan minimal sehingga terhindar dari deteksi.[29] Begitu mangsa berada dalam jangkauan, rahang khusus hiu ini dapat menyentak ke depan untuk menangkapnya. Penjuluran rahang tersebut dibantu oleh dua pasang ligamen elastis yang terkait dengan sendi mandibula, yang menegang saat rahang berada dalam posisi normal yang tertarik ke dalam. Saat menggigit, ligamen melepaskan ketegangannya dan "melontarkan" rahang ke depan.[8] Pada saat yang sama, basihial (analog dengan lidah) yang berkembang dengan baik di dasar mulut turun, memperluas rongga mulut dan mengisap air serta mangsa.[9] Peristiwa penyerangan dan penangkapan mangsa direkam untuk pertama kalinya pada tahun 2008 dan 2011, serta membantu mengonfirmasi penggunaan dan sistematika rahang yang dapat dijulurkan tersebut. Hiu goblin menggunakan ram feeding, jenis penangkapan mangsa yang khas pada banyak hiu makarel.[35] Bukti video menunjukkan bahwa hal yang membuat hiu goblin unik adalah kinematika rahangnya saat makan. Rahang bawah tampaknya mengalami pergerakan yang lebih kompleks dan berperan penting dalam menangkap mangsa. Gabungan pengukuran penonjolan rahang atas dan bawah menempatkan rahang hiu goblin pada tingkat 2,1–9,5 kali lebih dapat dijulurkan dibandingkan hiu lainnya. Rahang bawah memiliki kecepatan sekitar dua kali lebih besar daripada rahang atas karena tidak hanya menjulur ke depan, tetapi juga mengayun ke atas untuk menangkap mangsa, dan kecepatan maksimum rahangnya adalah 314 m/s (1.030 ft/s). Hiu goblin memiliki pola membuka kembali dan menutup kembali selama serangan, sebuah perilaku yang tidak pernah diamati pada hiu lain, dan yang mungkin berkaitan dengan seberapa jauh hiu goblin menjulurkan rahangnya.[35]
Pertumbuhan dan reproduksi
[sunting | sunting sumber]Perilaku reproduksi hiu goblin masih kurang dipahami dan perkawinan belum pernah diamati. Para nelayan di Taiwan menangkap seekor betina bunting yang mengandung enam anakan pada tahun 2023.[23] Hiu ini kemungkinan besar berbagi karakteristik reproduksi yang sama dengan hiu makarel lainnya, yakni bersifat vivipar dengan jumlah anakan yang sedikit serta embrio yang tumbuh selama masa gestasi dengan memakan telur yang tidak berkembang (oofagi).[2] Ukuran saat lahir kemungkinan mendekati 82 cm (32 in), panjang spesimen terkecil yang pernah diketahui.[6] Jantan matang secara seksual pada panjang sekitar 26 m (85 ft), sementara ukuran kematangan betina tidak diketahui.[2] Tidak ada data yang tersedia mengenai pertumbuhan dan penuaan.[6] Beberapa peneliti memperkirakan, berdasarkan riset mereka sendiri dan temuan sebelumnya, bahwa hiu goblin jantan mencapai kematangan pada usia sekitar 16 tahun dan dapat hidup hingga 60 tahun.[36]
Interaksi dengan manusia
[sunting | sunting sumber]Sebagai spesies laut dalam, hiu goblin tidak menimbulkan bahaya bagi manusia. Setelah David Starr Jordan mendeskripsikan hiu ini pada tahun 1898, temuan lebih lanjut dipublikasikan pada tahun 1910. "Hiu baru ini tentu saja ganjil, [...] fitur yang paling luar biasa adalah hidungnya yang memanjang secara tak lazim."[37] Beberapa spesimen telah dikoleksi dalam keadaan hidup dan dibawa ke akuarium publik, meskipun mereka hanya bertahan hidup sebentar. Satu ekor yang dipelihara di Universitas Tokai hidup selama seminggu, sementara satu ekor lainnya di Tokyo Sea Life Park bertahan hidup selama dua hari.[8][38] Nilai ekonominya sangat minim; dagingnya mungkin dikeringkan dan diasinkan, sementara rahangnya dihargai tinggi oleh para kolektor.[2][8] Pada suatu masa, orang Jepang memanfaatkannya untuk minyak hati dan pupuk.[39] Hiu ini tidak menjadi target perikanan mana pun, tetapi kadang-kadang ditemukan sebagai tangkapan sampingan dalam jaring insang dasar dan pukat, tersangkut pada tali rawai, atau terjerat dalam alat tangkap. Sebagian besar penangkapan merupakan insiden yang terisolasi; salah satu dari sedikit area tempat hiu ini ditangkap secara teratur adalah di lepas pantai selatan Jepang, di mana sekitar 30 individu (kebanyakan masih muda) ditangkap setiap tahunnya. Perikanan ikan sabuk hitam (Aphanopus carbo) di lepas pantai Madeira juga menangkap dua atau tiga hiu goblin setiap tahun. Selama bulan April 2003, lebih dari seratus hiu goblin ditangkap di lepas pantai barat laut Taiwan; penyebab peristiwa tersebut tidak diketahui, meskipun para pengamat mencatat bahwa peristiwa itu didahului oleh gempa bumi besar. Spesies ini belum pernah tercatat di daerah tersebut sebelumnya, maupun ditemukan dalam jumlah sebanyak itu sejak saat itu.[2][6]
Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) mengategorikan hiu goblin sebagai spesies Risiko Rendah.[2] Selain jangkauannya yang luas, sebagian besar populasinya diperkirakan berada di lingkungan yang tidak terjamah perikanan karena hanya sedikit hiu dewasa yang tertangkap. Oleh karena itu, spesies ini tidak diyakini terancam oleh aktivitas manusia.[2] Namun, pada bulan Juni 2018, Departemen Konservasi Selandia Baru mengklasifikasikan hiu goblin sebagai "Berisiko – Jarang secara Alami" dengan kualifikasi "Data Kurang" dan "Aman di Luar Negeri" menggunakan Sistem Klasifikasi Ancaman Selandia Baru.[40]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Villafaña, Jaime A.; Marramà, Giuseppe; Klug, Stefanie; Pollerspöck, Jürgen; Balsberger, Markus; Rivadeneira, Marcelo; Kriwet, Jürgen (2020). "Sharks, rays and skates (Chondrichthyes, Elasmobranchii) from the Upper Marine Molasse (middle Burdigalian, early Miocene) of the Simssee area (Bavaria, Germany), with comments on palaeogeographic and ecological patterns". Paläontologische Zeitschrift. 94 (4): 725–757. Bibcode:2020PalZ...94..725V. doi:10.1007/s12542-020-00518-7. PMC 7648011. PMID 33184517. S2CID 219175881.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Finucci, B.; Duffy, C.A.J. (2018). "Mitsukurina owstoni". 2018 e.T44565A2994832. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T44565A2994832.en. ;
- 1 2 Parsons, Glenn R.; Ingram, G. Walter; Havard, Ralph (2002). "First Record of the Goblin Shark Mitsukurina owstoni, Jordan (Family Mitsukurinidae) in the Gulf of Mexico". Southeastern Naturalist. 1 (2): 189–192. doi:10.1656/1528-7092(2002)001[0189:FROTGS]2.0.CO;2. ISSN 1528-7092. JSTOR 3877998. S2CID 86600875.
- 1 2 "A glimpse of the Goblin Shark - 𝘔𝘪𝘵𝘴𝘶𝘬𝘶𝘳𝘪𝘯𝘢 𝘰𝘸𝘴𝘵𝘰𝘯𝘪" (video). youtube.com (dalam bahasa Inggris). Minderoo-UWA Deep-Sea Research Centre. November 12, 2024.
- ↑ Jordan, D.S. (1898). "Description of a species of fish (Mitsukurina owstoni) from Japan, the type of a distinct family of lamnoid sharks". Proceedings of the California Academy of Sciences, Zoology. Series 3. 1 (6): 199–204. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-10-28. Diakses tanggal 2018-02-21.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Castro, J.H. (2011). The Sharks of North America. Oxford University Press. hlm. 202–205. ISBN 978-0-19-539294-4.
- ↑ Hussakof, L. (1909). "A new goblin shark, Scapanorhynchus jordani, from Japan". Bulletin of the American Museum of Natural History. 26: 257–262. hdl:2246/1929.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 Compagno, L.J.V. (2002). Sharks of the World: An Annotated and Illustrated Catalogue of Shark Species Known to Date (Volume 2). Food and Agriculture Organization of the United Nations. hlm. 68–71. ISBN 92-5-104543-7.
- 1 2 3 4 5 Martin, R.A. "Biology of the Goblin Shark". ReefQuest Centre for Shark Research. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 7, 2019. Diakses tanggal April 25, 2013.
- ↑ Shirai, S. (1996). "Phylogenetic interrelationships of neoselachians (Chondrichthyes: Euselachii)". Dalam Stiassny, M.L.J.; Parenti, L.R.; Johnson, G.D. (ed.). Interrelationships of Fishes. Academic Press. hlm. 9–34. ISBN 0-08-053492-9.
- ↑ Shimada, K. (2005). "Phylogeny of lamniform sharks (Chondrichthyes: Elasmobranchii) and the contribution of dental characters to lamniform systematics". Paleontological Research. 9 (1): 55–72. Bibcode:2005PalRe...9...55S. doi:10.2517/prpsj.9.55. S2CID 84715232.
- ↑ Naylor, G.J.P.; Martin, A.P.; Mattison, E.; Brown, W.M. (1997). "The inter-relationships of lamniform sharks: testing phylogenetic hypotheses with sequence data". Dalam Kocher, T.D.; Stepien, C.A. (ed.). Molecular Systematics of Fishes. Academic Press. hlm. 199–218. ISBN 0-08-053691-3.
- ↑ Naylor, G.J.; Caira, J.N.; Jensen, K.; Rosana, K.A.; Straube, N.; Lakner, C. (2012). "Elasmobranch phylogeny: A mitochondrial estimate based on 595 species". Dalam Carrier, J.C.; Musick, J.A.; Heithaus, M.R. (ed.). The Biology of Sharks and Their Relatives (Edisi second). CRC Press. hlm. 31–57. ISBN 978-1-4398-3924-9.
- ↑ Sepkoski, J.; Antinarella, J.; McMahon, J. (2002). "A compendium of fossil marine animal genera (Chondrichthyes entry)". Bulletins of American Paleontology. 364: 560. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-07-29. Diakses tanggal 2013-04-25.
- ↑ Nelson, J.S. (2006). Fishes of the World (Edisi 4). John Wiley & Sons. hlm. 54. ISBN 978-0-471-75644-6.
- ↑ Vialle, N.; Adnet, S.; Cappetta, H. (2011). "A new shark and ray fauna from the Middle Miocene of Mazan, Vaucluse (southern France) and its importance in interpreting the paleoenvironment of marine deposits in the southern Rhodanian Basin". Swiss Journal of Palaeontology. 130 (2): 241–258. Bibcode:2011SwJP..130..241V. doi:10.1007/s13358-011-0025-4. S2CID 129028346.
- ↑ Pledge, N.S. (1967). "Fossil Elasmobranch teeth of South Australia and their stratigraphic distribution". Transactions of the Royal Society of South Australia. 91: 135–160. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-01-16. Diakses tanggal 2018-02-21.
- ↑ Purdy, R. (2005). "Is Striatolamia a junior synonym of Mitsukurina?". Journal of Vertebrate Paleontology. 25 (3): 102A. doi:10.1080/02724634.2005.10009942. S2CID 220413556.
- ↑ Birx, H.J., ed. (2009). Encyclopedia of Time: Science, Philosophy, Theology, & Culture (Volume 1). SAGE Publications. hlm. 547. ISBN 978-1-4129-4164-8.
- 1 2 Parsons, G.R.; Ingram, G.W.; Havard, R. (2002). "First record of the goblin shark Mitsukurina owstoni, Jordan (family Mitsukurinidae) in the Gulf of Mexico". Southeastern Naturalist. 1 (2): 189–192. doi:10.1656/1528-7092(2002)001[0189:FROTGS]2.0.CO;2. S2CID 86600875.
- 1 2 Last, P.R.; Stevens, J.D. (2009). Sharks and Rays of Australia (Edisi second). Harvard University Press. hlm. 156–157. ISBN 978-0-674-03411-2.
- ↑ Pimiento, C.; Cantalapiedra, J.L.; Shimada, K.; Field, D.J.; Smaers, J.B. (2019). "Evolutionary pathways toward gigantism in sharks and rays" (PDF). Evolution. 73 (3): 588–599. doi:10.1111/evo.13680. ISSN 1558-5646. PMID 30675721. S2CID 59224442.
- 1 2 Everington, Keoni (14 June 2023). "Record 800 kg goblin shark with 6 pups caught off northeast Taiwan". taiwannews.com.tw/. Taiwan News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 June 2023. Diakses tanggal 17 June 2023.
- ↑ Rincon, G.; Vaske, T.; Gadig, O.B. (2012). "Record of the goblin shark Mitsukurina owstoni (Chondrichthyes: Lamniformes: Mitsukurinidae) from the south-western Atlantic". Marine Biodiversity Records. 5 e44. Bibcode:2012MBdR....5E..44R. doi:10.1017/S1755267211000923. hdl:11449/172177.
- ↑ Kukuyev, E.I. (1982). "Ichthyofauna of Corner Mountains and New England Seamounts". Dalam Parin, N.V. (ed.). Insufficiently Studied Fishes of the Open Ocean. Moscow: Institute of Oceanology. Institute of Oceanology, Academy of Sciences of the USSR. hlm. 92–109.
- ↑ Prokofiev, A.M.; Kukuev, E.I. (2009). "New findings of rare fish species from families Mitsukurinidae (Chondrichthyes), Muraenidae, Lophiidae, Macrouridae, and Psychrolutidae (Teleostei) on rises of the Atlantic Ocean with the description of Gymnothorax walvisensis sp. nov". Journal of Ichthyology. 49 (3): 215–227. Bibcode:2009JIch...49..215P. doi:10.1134/S0032945209030023. S2CID 11102346.
- ↑ Roberts, Clive; Stewart, A. L.; Struthers, Carl D.; Barker, Jeremy; Kortet, Salme; Freeborn, Michelle (2015). The fishes of New Zealand. Vol. 2. Wellington, New Zealand: Te Papa Press. hlm. 61. ISBN 978-0-9941041-6-8. OCLC 908128805.
- 1 2 Martin, R.A. "Deep Sea: Goblin Shark". ReefQuest Centre for Shark Research. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 7, 2019. Diakses tanggal April 25, 2013.
- 1 2 3 Ebert, D.A. (2003). Sharks, Rays, and Chimaeras of California. University of California Press. hlm. 96–97. ISBN 0-520-22265-2.
- ↑ Yano, Kazunari; Miya, Masaki; Aizawa, Masahiro; Noichi, Tetsuhisa (2007-11-01). "Some aspects of the biology of the goblin shark, Mitsukurina owstoni, collected from the Tokyo Submarine Canyon and adjacent waters, Japan". Ichthyological Research (dalam bahasa Inggris). 54 (4): 388–398. Bibcode:2007IchtR..54..388Y. doi:10.1007/s10228-007-0414-2. ISSN 1616-3915. S2CID 31917098.
- ↑ Izawa, K. (2012). "Echthrogaleus mitsukurinae sp. nov (Copepoda, Siphonostomatoida, Pandaridae) infesting the goblin shark Mitsukurina owstoni Jordan, 1898 in Japanese waters". Crustaceana. 85 (1): 81–87. Bibcode:2012Crust..85...81.. doi:10.1163/156854012x623674.
- ↑ Caira, J.N.; Runkle, L.S. (1993). "2 new tapeworms from the goblin shark Mitsukurina owstoni off Australia". Systematic Parasitology. 26 (2): 81–90. doi:10.1007/BF00009215. S2CID 44048407.
- ↑ Yano, K.; Miya, M.; Aizawa, M.; Noichi, T. (2007). "Some aspects of the biology of the goblin shark, Mitsukurina owstoni, collected from the Tokyo Submarine Canyon and adjacent waters, Japan". Ichthyological Research. 54 (4): 388–398. Bibcode:2007IchtR..54..388Y. doi:10.1007/s10228-007-0414-2. S2CID 31917098.
- ↑ Duffy, C.A.J. (1997). "Further records of the goblin shark, Mitsukurina owstoni (Lamniformes: Mitsukurinidae), from New Zealand". New Zealand Journal of Zoology. 24 (2): 167–171. doi:10.1080/03014223.1997.9518111.
- 1 2 Nakaya, K.; Tomita, T.; Suda, K; Sato, K. (2016). "Slingshot feeding of the goblin shark Mitsukurina owstoni (Pisces: Lamniformes: Mitsukurinidae)". Scientific Reports. 6 27786. Bibcode:2016NatSR...627786N. doi:10.1038/srep27786. PMC 4901258. PMID 27282933.
- ↑ Caltabellotta, Fabio P.; Siders, Zachary A.; Cailliet, Gregor M.; Motta, Fabio S.; Gadig, Otto B. F. (2020-08-20). "Preliminary age and growth of the deep-water goblin shark Mitsukurina owstoni (Jordan, 1898)". Marine and Freshwater Research (dalam bahasa Inggris). 72 (3): 432. doi:10.1071/MF19370. hdl:11449/197200. ISSN 1448-6059. S2CID 225214059.
- ↑ Hussakof, L. (1910). "The Newly Discovered Goblin Shark of Japan". Scientific American. 102 (9): 186–187. Bibcode:1910SciAm.102..186H. doi:10.1038/scientificamerican02261910-186. ISSN 0036-8733. JSTOR 26037101.
- ↑ "Goblin shark caught alive". Tokyo Zoo Net. Tokyo Zoological Park Society. January 25, 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 11, 2012. Diakses tanggal April 26, 2013.
- ↑ Bean, B.A. (1905). "Notes on an adult goblin shark (Mitsukurina owstoni) of Japan". Proceedings of the United States National Museum. 28 (1409): 815–818. doi:10.5479/si.00963801.28-1409.815. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-01-16. Diakses tanggal 2018-02-21.
- ↑ Duffy, Clinton A. J.; Francis, Malcolm; Dunn, M. R.; Finucci, Brit; Ford, Richard; Hitchmough, Rod; Rolfe, Jeremy (2018). Conservation status of New Zealand chondrichthyans (chimaeras, sharks and rays), 2016 (PDF). Wellington, New Zealand: Department of Conservation. hlm. 10. ISBN 978-1-988514-62-8. OCLC 1042901090. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2019-01-28. Diakses tanggal 2019-01-21.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Mitsukurina owstoni, Goblin shark at FishBase.
- Mitsukurina owstoni (Elfin shark) at Animal Diversity Web.
- "Biological Profiles: Goblin Shark" at Florida Museum of Natural History. Diarsipkan 2016-02-01 di Wayback Machine.
- "Biology of the Goblin Shark" at ReefQuest Centre for Shark Research.
- "Fishermen catch nightmare-inducing goblin shark in the Gulf of Mexico" at USA Today.
- Spesies berisiko rendah
- Mitsukurina
- Ikan Samudra Atlantik
- Ikan Amerika Serikat Barat
- Fauna pesisir Amerika Utara barat
- Ikan laut Afrika bagian selatan
- Ikan laut Australia Timur
- Ikan Jepang
- Ikan Mozambik
- Ikan Afrika Barat
- Ikan Afrika Selatan
- Takson yang dinamai oleh David Starr Jordan
- Ikan yang dideskripsikan tahun 1898