Segitiga Terumbu Karang

Segitiga Terumbu Karang adalah istilah geografis untuk perairan di Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste yang kaya akan terumbu karang. Segitiga Terumbu Karang dijadikan oleh World Wildlife Fund sebagai salah satu dari prioritas utama konservasi kehidupan maritim yang diluncurkan pada tahun 2007.[1] Segitiga Terumbu Karang meliputi wilayah lebih dari 6.500.000 km², dengan lebih dari 600 spesies terumbu karang dan meliputi 75% semua spesies terumbu karang yang ada di dunia. Lebih dari 3.000 spesies ikan tinggal di Segitiga Terumbu Karang, termasuk ikan terbesar hiu paus, dan fosil hidup coelacanth.
Keanekaragaman hayati
[sunting | sunting sumber]Segitiga Terumbu Karang dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut global. Ekosistem terumbu karang, padang lamun, dan hutan bakau di kawasan ini berfungsi sebagai tempat pemijahan dan pembesaran bagi banyak spesies laut. Habitat tersebut memainkan peran penting dalam rantai makanan laut dan stabilitas ekosistem samudra. Selain nilai ekologisnya, ekosistem di kawasan ini juga menyediakan berbagai jasa lingkungan dan sosial-ekonomi. Terumbu karang dan mangrove membantu mengatur iklim lokal, melindungi wilayah pesisir dari badai dan abrasi, serta menjadi sumber mata pencaharian dan ketahanan pangan bagi jutaan masyarakat pesisir di negara-negara yang berada di dalam kawasan Segitiga Terumbu Karang.[2]
Galeri
[sunting | sunting sumber]- Terumbu Karang Acropora latistella
- Nembrotha kubaryana
- Solenostomus paradoxus
- Gymnothorax thrysoideus
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ WWF Coral Triangle Program
- ↑ "The Coral Triangle: Amazon of the seas". Oceanographic (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-03-26.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- WWF - Coral Triangle - Home to the world’s most abundant variety of corals and sea life
- WWF Coral Triangle Program
- The Nature Conservancy - Coral Triangle Center
- Coral Triangle Initiative - Secretariat