Lompat ke isi

Srihadi Soedarsono

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Srihadi Soedarsono
Srihadi Soedarsono
Lahir4 Desember 1931
Surakarta, Jawa Tengah, Hindia Belanda
Meninggal26 Februari 2022(2022-02-26) (umur 90)
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Almamater
  • Seni Rupa ITB (1964)
  • Rochester Institute of Technology, NY, AS (1969)
PekerjaanPelukis, Dosen
Dikenal atasPelukis Kultur dan Lanskap Indonesia
Suami/istriFarida Srihadi
Anak3

Prof. Drs. Kanjeng Raden Haryo Tumenggung H. Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo, MA (4 Desember 1931  26 Februari 2022)[1] adalah seorang pelukis Indonesia yang karyanya banyak diburu kolektor dalam dan luar negeri. Ia menikah dengan Farida Srihadi, seorang pelukis ulung yang belajar di ITB, serta di luar negeri di Belanda dan Inggris.

Riwayat hidup

[sunting | sunting sumber]

Pendidikan seni

[sunting | sunting sumber]

Prof. KRHT H. Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo, MA pernah diangkat menjadi anggota Tentara Pelajar pada rentang tahun 1945 hingga 1948 sebagai wartawan pelukis yang menciptakan poster-poster untuk Balai Penerangan Divisi IV BKR/TKR/TNI di Solo. Karier militernya berakhir tahun 1948 ketika terjadi rasionalisasi dengan pangkat sersan mayor dan bersekolah lagi di SMA Negeri 2 Surakarta

Pada periode 1947-1952 bergabung dalam Seniman Indonesia Muda di Solo dan Yogyakarta; sejak awal berdiri tahun 1950, sebagai anggota aktif dalam pembentukan Himpunan Budaya Surakarta di Solo. Juga aktif mengikuti pameran-pameran seni rupa di Solo dan Yogyakarta.

Pada tahun 1952 ia mulai memasuki pendidikan seni di Balai Pendidikan Universiter Guru Gambar Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung (sekarang Fakultas Seni Rupa Institut Teknologi Bandung). Pada tahun 1955, ia juga menciptakan logo Keluarga Mahasiswa Seni Rupa (KMSR). Logo berbentuk sebuah palette dengan kata-kata "SENI RUPA BANDUNG" dengan lambang Universitas Indonesia. Setelah Maret 1959, bentuk Ganesha menggantikan logo UI di palette tersebut.[2]

Ia lulus sebagai sarjana seni rupa dan diwisuda pada hari Sabtu, 28 Februari 1959, tepat dua hari sebelum Institut Teknologi Bandung diresmikan (Senin, 2 Maret 1959).[2]:28 Pada tahun 1960 Srihadi mendapatkan beasiswa dari ICA untuk belajar di AS untuk melanjutkan kuliah di Ohio State University[3] hingga mendapat gelar master of art pada tahun 1962.

Ia menikah dengan Dra Siti Farida Nawawi (Farida Srihadi), dan memiliki dua anak perempuan dan satu anak laki-laki, yaitu Tara Farina, MSc, Rati Farini, SH, LLM, dan Tri Krisnamurti Syailendra.[4]

Pada tanggal 1 Mei 1969 ia diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Pengangkatannya sebagai guru besar Seni Rupa pada tanggal 1 Desember 1992, sedangkan masa purnabakti sebagai PNS sejak tanggal 1 Januari 2007.[2]

Selain sebagai pelukis, ia juga mengajar sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung dan Institut Kesenian Jakarta.

Karakteristik karya

[sunting | sunting sumber]

Karya Srihadi Soedarsono memiliki proses yang panjang dan berkelanjutan. Karya awal sangat dipengaruhi hasil pendidikan, yaitu geometris sintetik. Pada tahun 1960 mulai menuju eksperimentasi pada bentuk abstrak lewat tempelan potongan kertas dan spontanitas warna. Memasuki 1970 cenderung impresionis lewat cat air dan ekpresionis lewat cat miyak dan sering memasukkan unsur simbolis dalam lukisannya.

Terakhir karyanya muncul dalam bentuk simplifikasi dengan garis horison yang kuat, selain juga lukisan figur-figur puitis yang terinspirasi ajaran Zen.

Penghargaan

[sunting | sunting sumber]

Srihadi Soedarsono telah menerima beberapa penghargaan atas dedikasinya dalam bidang seni.[5] Pada tahun 1971, ia menjadi salah satu penerima Anugerah Seni dari Pemerintah Indonesia.[6] Kemudian pada tahun 1973, ia menerima Cultural Award dari Pemerintah Australia.[7] Srihadi Soedarsono juga menerima hadiah untuk peserta terbaik pada ajang Biennale Jakarta III Seni Lukis Indonesia yang diadakan tahun 1978. Selain itu, ia menerima Fulbright Grant dari Pemerintah Amerika Serikat pada tahun 1980.

Bibiliografi

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. https://seleb.tempo.co/read/1564952/srihadi-soedarsono-dimakamkan-di-taman-makam-pahlawan-kalibata
  2. 1 2 3 Mostavan, A., Imunandar, Sudjudi, I. & Kombaitan, B. (Ed.) (2009). Aura biru: Catatan para pelaku sejarah ITB. Bandung: Penerbit ITB.
  3. Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Presiden (Agustus 2016). 17|71:Goresan Juang Kemerdekaan (Pameran Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia) (PDF). Jakarta. hlm. 83. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. LEBIH JAUH DENGAN Srihadi Soedarsono.[pranala nonaktif permanen]
  5. Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Presiden (Agustus 2016). 17|71:Goresan Juang Kemerdekaan (Pameran Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia) (PDF). Jakarta. hlm. 98. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. Dermawan T., Agus (Juni 2022). Lelakon Srihadi. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 112. ISBN 978-602-481-830-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. Wahyuni, Tristanti Tri (2021). Kisah, Perjuangan, dan Inspirasi I Made Yasana. Semarang: Alinea Media Dipantara. hlm. 124. ISBN 978-623-965-837-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]