Wawancara (penelitian)

Wawancara dalam penelitian kualitatif merupakan suatu bentuk percakapan terstruktur maupun semi-terstruktur di mana peneliti mengajukan pertanyaan untuk memperoleh informasi yang relevan dari subjek penelitian. Wawancara umumnya dilakukan oleh pewawancara yang merupakan profesional atau peneliti berbayar, sering kali memiliki pelatihan khusus dalam teknik pengumpulan data kualitatif. Pewawancara mengajukan pertanyaan kepada responden dalam rangkaian interaksi yang bersifat bergantian, biasanya terdiri atas pertanyaan singkat yang diikuti jawaban yang padat dan langsung.[1]
Wawancara kualitatif dapat dibedakan dari metode lain, seperti diskusi kelompok terarah (focus groups), di mana seorang pewawancara mengajukan pertanyaan kepada sekelompok individu dan kemudian mengamati dinamika percakapan yang muncul antarsesama peserta. Metode ini berbeda pula dari survei, yang bersifat lebih anonim serta membatasi responden pada pilihan jawaban yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga tidak memberikan ruang yang sama untuk eksplorasi makna ataupun narasi pribadi.
Dalam praktiknya, wawancara kualitatif juga memerlukan perhatian khusus ketika dilakukan terhadap anak-anak, mencakup pertimbangan etika, perlindungan kerahasiaan, penggunaan bahasa yang sesuai usia, serta pendekatan interaksi yang tidak mengintimidasi. Pertimbangan ini diperlukan untuk memastikan bahwa data yang diperoleh akurat sekaligus menjaga kesejahteraan psikologis partisipan muda.
Dalam penelitian fenomenologis maupun etnografis, wawancara berfungsi sebagai instrumen utama untuk mengungkap makna dari tema-tema sentral dalam dunia kehidupan subjek penelitian. Wawancara dalam pendekatan ini berupaya menangkap perspektif, pengalaman, dan interpretasi partisipan mengenai fenomena yang mereka alami secara langsung, sehingga memungkinkan peneliti menyusun pemahaman yang lebih mendalam mengenai konteks sosial, budaya, atau pengalaman eksistensial yang menjadi fokus kajian.[2]
Karakteristik wawancara penelitian kualitatif
[sunting | sunting sumber]Wawancara penelitian kualitatif dilakukan oleh seorang pewawancara yang mencatat apa yang dikatakan dan dilakukan oleh partisipan wawancara. Pewawancara dianggap sebagai bagian dari instrumen pengukuran dan harus terlatih dengan baik dalam cara merespons berbagai kemungkinan situasi.
Dibandingkan dengan kuesioner surat (mail questionnaire), wawancara merupakan bentuk metode penelitian yang lebih personal karena pewawancara bekerja langsung dengan partisipan, memiliki kesempatan untuk menggali lebih dalam, dan dapat menindaklanjuti jawaban mereka. Karena wawancara memberikan kesempatan untuk interaksi tatap muka antara dua orang, metode ini dapat mengurangi konflik. Dipercaya bahwa wawancara umumnya lebih mudah bagi partisipan jika topiknya berkaitan dengan opini atau kesan mereka. Namun, wawancara memerlukan banyak waktu dan sumber daya.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Bechhofer, Frank; Paterson, Lindsay (2000). Principles of research design in the social sciences. Social research today. London ; New York: Routledge. ISBN 978-0-415-21442-1.
- ↑ Foddy, William H. (1993). Constructing questions for interviews and questionnaires: theory and practice in social research. Cambridge, UK ; New York, NY, USA: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-42009-9.