Lompat ke isi

Dudi Sudibyo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dudi Sudibyo
LahirRoesdiono Soedibyo
(1944-03-19)19 Maret 1944
Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Masa Pendudukan Jepang
Meninggal16 Maret 2026(2026-03-16) (umur 81)
Jakarta, Indonesia
PekerjaanWartawan

Roesdiono Soedibyo (19 Maret 1944  16 Maret 2026), lebih dikenal dengan nama Dudi Sudibyo, adalah seorang wartawan dan pengamat kedirgantaraan Indonesia.

Dudi lahir di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, pada 19 Maret 1944. Ia mengawali kariernya sebagai wartawan untuk harian Kompas pada tahun 1976. Ia bekerja disana sampai pensiun pada tahun 2004. Selain di Kompas, ia juga terlibat dalam pendirian majalah dirgantara Angkasa, termasuk pernah menjabat sebagai editor foto.[1] Ia dikenal sebagai jurnalis yang secara konsisten menulis dan meliput isu-isu penerbangan serta pertahanan. Melalui berbagai tulisannya, ia berupaya menjembatani isu-isu teknis di bidang penerbangan dengan pemahaman publik yang lebih luas.[2] Karya-karyanya juga menekankan pentingnya keselamatan dan transparansi dalam industri penerbangan nasional.[3] Selain itu, Dudi kerap dimintai keterangan sebagai narasumber terkait berbagai persoalan penerbangan di Indonesia.[4]

Dalam bidang literasi dirgantara, Dudi menulis buku Aviapedia 1 dan Aviapedia 2, dua buku yang kemudian menjadi rujukan mengenai dunia penerbangan yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas. Ia juga pernah terlibat sebagai juri dalam ajang Bandara Awards 2017. Dedikasi Dudi dalam jurnalisme penerbangan tercermin dari kemampuannya menjelaskan persoalan teknis secara jelas kepada khalayak luas. Salah satu contohnya adalah artikel berjudul "Sinyal 'Ping' Kotak Hitam Terdeteksi, Awal Terkuak Jatuhnya SJ-182" yang dimuat di Harian Kompas pada 14 Januari 2021. Dalam tulisan tersebut, ia mengulas secara mendalam proses awal pengungkapan penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021.[5]

Kehidupan pribadi

[sunting | sunting sumber]

Dudi menikah dengan seorang wanita bernama Tati Hartati dan dikaruniai dua orang anak serta tiga orang cucu.[2] Dudi meninggal dunia pada 16 Maret 2026 akibat penyakit infeksi saluran pernapasan.[1]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Atiek Ishlahiyah Al-Hamasy dan Mukhamad Kurniawan (16 Maret 2026). "Dudi Sudibyo Tutup Usia, Meninggalkan Jejak di Dunia Jurnalistik Dirgantara". Kompas.id. Diakses tanggal 16 Maret 2026.
  2. 1 2 Hakim, Chappy (16 Maret 2026). "Obituari Dudi Sudibyo". RMOL.id. Diakses tanggal 16 Maret 2026.
  3. "Kecelakaan Sriwijaya Air di Jambi, Kecelakaan Serius". Kompas.com. 28 Agustus 2008. Diakses tanggal 16 Maret 2026.
  4. "Pesawat kepresidenan kenapa harus beli?". Sindo News. 10 Februari 2012. Diakses tanggal 16 Maret 2026.
  5. Dudi Sudibyo (14 Januari 2021). "Sinyal "Ping" Kotak Hitam Terdeteksi, Awal Terkuak Jatuhnya SJ-182". Kompas.id. Diakses tanggal 16 Maret 2026.