Akademi Kepolisian
Gaya atau nada penulisan artikel ini tidak mengikuti gaya dan nada penulisan ensiklopedis yang diberlakukan di Wikipedia. |
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. |
| Akademi Kepolisian | |
|---|---|
Lambang Resmi Akademi Kepolisian | |
Nama resmi | Akpol Lemdiklat Polri |
| Moto | Dharma, Bijaksana, Ksatria |
| Status Akreditasi | International Curriculum |
| Jenis | Perguruan Tinggi Kedinasan |
| Didirikan | Oktober 1, 1965 |
Lembaga induk | |
| Afiliasi | Lemdiklat Polri |
| Ketua | Irjen. Pol. Raden Yoseph Wihastono Yoga Pranoto, S.I.K., M.Hum. (Gubernur) Brigjen. Pol. Dr. Deni Setyo Utomo, S.H., S.I.K., M.Si. (Wakil Gubernur) |
| Alamat | Jl. Sultan Agung No. 131, Gajahmungkur , , , 57276 , 7°00′58″S 110°24′58″E / 7.0160224°S 110.4161623°E |
![]() | |
| Situs web | akpol |
Akademi Kepolisian atau sering disebut AKPOL adalah sebuah lembaga pendidikan untuk mencetak perwira Polri. Akpol adalah unsur pelaksana pendidikan pembentukan Perwira Polri yang berada di bawah Lemdiklat Polri dengan jenis Sarjana & Sarjana Terapan / DIV (S1).[1] Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 21 Nomor 21 Tahun 2010, Akpol bertujuan menyelenggarakan pendidikan pembentukan Perwira Polri tingkat Akademi dan lama pendidikan adalah 4 tahun (8 semester) dengan output pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda), Pendekatan pendidikan melalui metode pembelajaran, pelatihan dan pengasuhan, Akpol tergabung sebagai anggota INTERPA (International Association of Police Academies) dari 36 negara anggota lainnya. Akpol tergabung sebagai anggota INTERPOL dari 198 negara anggota lainnya.[2] Saat ini Akpol telah berstatus "Terakreditasi Unggul", baik untuk Akreditasi Program Studi maupun Akreditasi Institusi.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]
Perjalanan sejarah Akademi Kepolisian telah mengalami berbagai perubahan secara organisasi maupun tempat domisilinya sampai pada akhirnya menetap di Sragen. Tonggak berdirinya Akademi Kepolisian dimulai setelah proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, para cendekiawan bangsa Indonesia mengambil alih kekuasaan pendidikan dari penjajah Jepang. Ambil alih tersebut termasuk pendidikan kepolisian “Jawea Keisatsu Gakka” selanjutnya diganti menjadi Sekolah Polisi Negara RI di Sukabumi. Sekolah inilah nantinya akan menjadi cikal bakal Akademi Kepolisian.
Pada tanggal 10 Juli 1959, Dengan Skep Presiden No.: 253/1959, Kepolisian Negara RI berubah menjadi Angkatan Kepolisian RI, dengan demikian Sekolah Polisi Negara di Sukabumi yang merupakan penyatuan dari Sekolah Inspektur Polisi di Bukit Tinggi dan Jogjakarta berubah menjadi Sekolah Angkatan Kepolisian. Selanjutnya, pada tanggal 1 Oktober 1965, Sekolah Angkatan Kepolisian RI berubah menjadi Akademi Angkatan Kepolisian (AAK), diresmikan oleh Men Pangak Inspektur Jenderal Polisi Soetjipto Joedodihardjo, dengan Skep Menhankam Pangab No.:468/5/B/65/M, pada tanggal 1 Oktober ini yang kemudian diperingati sebagai hari jadi Akademi Kepolisian. Pataka AAK berfalsafah Atmaniwedana Aryawirya Kretakarma diserahterimakan. Pada tanggal 16 Desember 1966, AAK diubah menjadi AKABRI bagian Kepolisian. Pada tanggal 29 Januari 1967, dibuka AKABRI bagian umum di Magelang dengan Taruna berasal dari pengiriman dari masing-masing angkatan dan Polri, Setelah menyelesaikan pendidikan selama 1 tahun di Magelang, Taruna AKABRI bagian Kepolisian dikirim ke Sukabumi untuk mengikuti pendidikan matra Kepolisian selama 3 tahun. Perjalanan sejarah selanjutnya pada tanggal 1 Juli 1980, Kompleks AKABRI bagian Kepolisian di Semarang diresmikan penggunaannya oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Awaloedin Djamin, MPA. Dengan Skep Kapolri No. POL Skep/36/I/1985 tanggal 24 Januari 1985 AKABRI Kepolisian berubah menjadi Akademi Kepolisian setelah AKABRI bagian dialihkan kembali kepada angkatan masing-masing, dan ditetapkan pula Pataka Akpol dengan tambahan pita di atas lambang bertuliskan Akademi Kepolisian, sasanti di bawah gambar lambang menjadi bertuliskan Atmaniwedana Kretakrama Aryawirya, gambar dibalik lambang semula lambang Akabri ”Bhineka eka Bakti” menjadi lambang Polri “Tribrata”.
Memasuki periode sejarah reformasi di Indonesia, sejarah Akademi Kepolisian mengalami perubahan dengan dikeluarkan Skep Kapolri No.Pol: Skep/389/IV/1999 tanggal 9 April 1999 tentang Akademi Kepolisian Mandiri, maka sejak 10 April 1999 UPOL dinyatakan terpisah dari STIK ,PTIK, MABES POLRI & MABES TNI serta teknis administrasi juga lepas dari Mako Akademi IPDN Akhirnya, perubahan terjadi pada logo Akademi Kepolisian pada tanggal 24 Oktober 2004, dengan diresmikannya oleh Kapolri Jenderal Polisi Da'i Bachtiar. Penggunaan Logo Akademi Kepolisian yang baru dengan mengganti kata-kata “Atmaniwedana – Kretakarma – Aryawirya” dengan kata-kata “Dharma – Bijaksana – Ksatria” dan pita bertuliskan “Akademi Kepolisian” yang semula terpisah di bagian atas disatukan menjadi satu kesatuan yang utuh dalam perisai Tri-Brata.[3]
Struktur organisasi[4]
[sunting | sunting sumber]Struktur Organisasi Akademi Kepolisian meliputi:
- Unsur Pimpinan, meliputi:
- Gubernur Akademi Kepolisian (Gubernur Akpol)
- Wakil Gubernur Akademi Kepolisian (Wagub Akpol)
- Bagian Perencanaan Administrasi (Bagrenmin), meliputi:
- Sub Bagian Perencanaan (Subbagren)
- Sub Bagian Sumber Daya (Subbagsumda)
- Sub Bagian Umum (Subbagum)
- Direktorat Akademik (Ditakademik), meliputi:
- Bagian Pembinaan Pendidikan (Bagbindik), terdiri atas:
- Sub Bagian Perencanaan dan Pengendalian Pendidikan (Subbagrendaldik)
- Subbagian Administrasi Pendidikan (Subbagmindik)
- Sub Bagian Evaluasi dan Validasi (Subbagevadasi)
- Urusan Administrasi (Urmin)
- Bagian Pengajaran dan Pelatihan (Bagjarlat), terdiri atas:
- Sub Bagian Administrasi Operasional (Subbagminopsnal)
- Sub Bagian Pelaksanaan Pengajaran (Subbaglakjar)
- Sub Bagian Pelaksanaan Pelatihan (Subbaglaklat)
- Sub Bagian Alat Instruksi (Subbagalins)
- Urusan Administrasi (Urmin)
- Bidang Profesi dan Teknologi (Bidproftek)
- Bidang Hukum (Bidkum)
- Bidang Manajemen (Bidjemen)
- Bidang Falsafah dan Tradisi (Bidfaltra)
- Bidang Jasmani (Bidjas)
- Bidang Pengetahuan Sosial (Bidpengsos)
- Koordinator Tenaga Pendidik (Koorgadik)
- Urusan Museum dan Perpustakaan (Urmustaka)
- Urusan Tata Usaha (Urtu)
- Bagian Pembinaan Pendidikan (Bagbindik), terdiri atas:
- Direktorat Pembinaan Taruna dan Pelatihan (Ditbintarlat), meliputi:
- Bagian Pembinaan Pelatihan (Bagbinlat), terdiri atas:
- Sub Bagian Perencanaan Pelatihan (Subbagrenlat)
- Sub Bagian Pengawasan dan Pengendalian Pelatihan (Subbagwasdallat)
- Urusan Administrasi (Urmin)
- Bagian Kerja Sama dan Pengabdian (Bagkermadian), terdiri atas:
- Sub Bagian Kerja Sama Pendidikan (Subbagkermadik)
- Sub Bagian Pengabdian Masyarakat (Subbagdianmas)
- Urusan Administrasi (Urmin)
- Bagian Humas (Baghumas), terdiri atas:
- Sub Bagian Publikasi (Subbagpublikasi)
- Sub Bagian Dokumentasi dan Peliputan (Subbagdoklip)
- Urusan Administrasi (Urmin)
- Korps Pembinaan Taruna dan Siswa (Korbintarsis), terdiri atas:
- Sub Bagian Pembinaan (Subbagbin)
- Sub Bagian Administrasi (Subbagmin)
- Detasemen Taruna Tingkat I (Dentar Tk.I)
- Detasemen Taruna Tingkat II (Dentar Tk.II)
- Detasemen Taruna Tingkat III (Dentar Tk. III);
- Detasemen Taruna Tk. IV (Dentar Tk. IV)
- Detasemen Siswa Perwira Polisi Sumber Sarjana (Densiswa PPSS)
- Urusan Tata Usaha (Urtu)
- Bagian Pembinaan Pelatihan (Bagbinlat), terdiri atas:
- Urusan Keuangan (Urkeu)
- Tata Usaha dan Urusan Dalam (Taud)
Fasilitas pendidikan
[sunting | sunting sumber]
Fasilitas pendidikan identik dengan istilah sarana dan prasarana pendidikan. Akpol memiliki berbagai fasilitas pendidikan untuk menunjang kegiatan pembelajaran, pelatihan, dan pengasuhan bagi Taruna Akpol dengan perincian sebagai berikut: Gedung perkantoran, Akpol memiliki setidaknya 6 (enam) gedung yang dijadikan sebagai kegiatan perkantoran, dengan perincian:
- Gedung Tribrata Utama
- Gedung Gerha Bhayangkara
- Gedung Gerha Oetomo
- Gedung Gerha Cendikia
- Gedung Gerha Taruna
- Rumah sakit Akpol
- Stadion Taruna
Tingkatan taruna
[sunting | sunting sumber]Lulusan
[sunting | sunting sumber]
Profil lulusan taruna Akpol adalah mendapat gelar Sarjana Terapan Kepolisian (S.Tr.K) dan (S.I.K) [5] dan menjadi seorang Perwira Pertama polisi yang profesional di dalam tugas dan tanggung jawabnya yang diemban. Lulusan taruna Akpol akan menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) dan dituntut untuk berkualifikasi sebagai:
- Penyelidik dan Penyidik Polri.
- Pemimpin yang Berkarakter Melindungi, Mengayomi dan Melayani.
- Pemelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Serta Penegak hukum Yang Berkeadilan.
- Manajer Lini Terdepan dalam Pemecahan Masalah Masyarakat.
- Perwira Polri yang menjadi tauladan dalam kesamaptaan yang prima, sehat dan cerdas secara spiritual, intelektual, dan emosional.[6]
Lulusan terbaik akan mendapat penghargaan Adhi Makayasa dan diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia yang dilaksanakan pada upacara Praspa dan Pelantikan Perwira Polri dan TNI
Batalyon
[sunting | sunting sumber]- 1968 Dharma
- 1970 Waspada
- 1971 Satya Brata
- 1972 Tansa Trisna
- 1973 Pratidina
- 1974 Praja Gupta
- 1975 Kerta Karma
- 1976 Arya Wirya
- 1977 Dirot Saha
- 1978 Paramarta
- 1980 Atidhira
- 1981 Anindhita
- 1982 Pratistha
- 1983 Divia Cita
- 1984 Jagratara
- 1985 Jananuraga
- 1986 Arya Guna
- 1987 Rekonfu
- 1988a Atmani Wedana
- 1988b Adhi Pradana
- 1989 Dharana Latsarya
- 1990 Dhira Brata
- 1991 Bhara Daksa
- 1992 Pratisara Wirya
- 1993 Pesat Gatra
- 1994 Tunggal Panaluan
- 1995 Patria Tama
- 1996 Wira Satya
- 1997 Wira Pratama
- 1998 Parama Satwika
- 1999 Endra Dharmalaksana
- 2000 Sanika Satyawada
- 2001 Sarja Arya Racana
- 2002 Wicaksana Laghawa
- 2003 Tantya Sudhirajati
- 2004 Tatag Trawang Tungga
- 2005 Tathya Dharaka
- 2006 Setia
- 2007 Bakti Satria
- 2008 Parahita Raksaka
- 2009a Ananta Hira
- 2009b Dharma Kesatria
- 2010a Dharma Kesatria
- 2010b Rinaksa Sakalamandala
- 2010c Wiratama Bhayangkara
- 2012 Wiratama Bhayangkara
- 2013 Budi Luhur Bhayangkara
- 2015 Anindya Yodha
- 2016 Satryo Pambudi Luhur
- 2017 Hastadharana
- 2018 Prawira Hirya
- 2019 Wicaksana Adhimanggala
- 2020 Adnyana Yuddhaga
- 2021 Reksa Aksatriya Daksa
- 2022 Arkana Satriadharma
- 2023 Promoter
- 2024 Satya Dharma
- 2025 Presisi
- 2025b Adhi Wiratama
- 2026 Ksatriya Hawin Sarwahita
- 2027 Bhayangkara Dharma
- 2028 Manggala Satya
Pimpinan
[sunting | sunting sumber]Gubernur
[sunting | sunting sumber]Saat ini, Akademi Kepolisian di pimpin oleh seorang Gubernur yang berpangkat Inspektur Jenderal Polisi. Saat ini jabatan yang diduduki oleh Irjen. Pol. Raden Yoseph Wihastono Yoga Pranoto, S.I.K., M.Hum.
Wakil Gubernur
[sunting | sunting sumber]| No. | Pejabat | Masa Jabatan | Ref. | |
|---|---|---|---|---|
| 1. | Brigjen. Pol. Dr. Bambang Usadi, S.H., M.M. |
3 September 2012 | ||
| 2. | Brigjen. Pol. Drs. Srijono, M.Si. |
3 September 2012 | 1 September 2014 | |
| 3. | Brigjen. Pol. Drs. Nandang Jumantara |
1 September 2014 | 3 Oktober 2014 | [7] |
| 4. | Brigjen. Pol. Drs. Edi Sunarijanto Setjo, M.M. |
3 Oktober 2014 | 3 September 2015 | [8] |
| 5. | Brigjen. Pol. Drs. Imam Budi Supeno, S.H., M.H. |
3 September 2015 | 22 Desember 2016 | [9] |
| 6. | Brigjen. Pol. Drs. Basarudin, S.H., M.H. |
22 Desember 2016 | 20 Juli 2017 | |
| 7. | Brigjen. Pol. Drs. Mohamad Asep Syahrudin, M.Si., M.H. |
20 Juli 2017 | 20 Juni 2019 | [10] |
| 8. | Brigjen. Pol. Drs. Agus Salim, S.H., M.H. |
20 Juni 2019 | 10 Desember 2020 | [11] |
| 9. | Brigjen. Pol. Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum. |
10 Desember 2020 | 26 September 2023 | [12] |
| 10. | Brigjen. Pol. Muhammad Taslim Chairuddin, S.I.K., M.H. |
26 September 2023 | 7 Mei 2026 | [13] |
| 11. | Brigjen. Pol. Dr. Deni Setyo Utomo, S.H., S.I.K., M.Si. |
7 Mei 2026 | Petahana | [14] |
Adhi Makayasa
[sunting | sunting sumber]Penghargaan tahunan kepada lulusan terbaik dari setiap matra TNI dan POLRI.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ SELAYANG PANDANG AKPOL TAHUN 1998
- ↑ International Association of Police Academies (INTERPA)
- ↑ Sejarah Perkembangan Akpol
- ↑ Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2017 Tentang SOTK Pada Tingkat Mabes Polri
- ↑ 4 Lulusan Akademi TNI dan Akpol Terbaik Raih Penghargaan dari Jokowi
- ↑ Urutan Tes Seleksi Catar (Calon Taruna)
- ↑ MUTASI PERWIRA TINGGI: Berikut 17 Petinggi Polri yang Dimutasi
- ↑ 89 Pati dan Pamen Polri Dimutasi
- ↑ 71 Perwira Tinggi Polri Mutasi Jabatan
- ↑ Kapolri Mutasi 51 Jabatan
- ↑ MUTASI di Tubuh Polri, Ini Daftar Nama-nama Jenderal dan Pamen Polri yang Dimutasi
- ↑ Kapolri tunjuk Brigjen Awi Setiyono menjadi Wagub Akpol
- ↑ Dirlantas Polda Jatim Taslim Chairuddin Mengemban Tugas Baru Sebagai Wagub Akpol Lemdiklat Polri
- ↑ Ini Daftar Lengkap Mutasi Polri Mei 2026
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Situs resmi Akademi Kepolisian
