Nawangan, Pacitan
Nawangan | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Koordinat: 7°59′52″S 111°11′20″E / 7.99780953°S 111.18899234°E | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Pacitan | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Sukarwan, S.Sos. | ||||
| Populasi (2025) | |||||
| • Total | 52.092 jiwa | ||||
| Kode pos | 63584 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.01.07 | ||||
| Kode BPS | 3501070 | ||||
| Luas | 124,06 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 9 | ||||
| |||||
Nawangan adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Pacitan. Nawangan merupakan salah satu kecamatan paling utara dari Pacitan dan dibatasi oleh Provinsi Jawa Tengah (Wonogiri) di sisi utara dan barat. Nawangan mencakup 9 desa dengan pusat pemerintahan dan ekonominya berada di Desa Nawangan.[1] Desa tersebut terdapat Pasar Nawangan dan dilintasi jalan provinsi strategis yang menghubungkan Arjosari di selatan dengan Purwantoro di utara.[2] Nawangan memiliki ikon pariwisata yaitu Monumen Jenderal Sudirman di Pakis Baru. Di kawasan ini terdapat patung raksasa serta rumah bersejarah yang menjadi markas pejuang. Nawangan yang terletak di pegunungan terpencil menjadi lokasi gerilya Jenderal Sudirman beserta pasukannya dalam melawan Belanda.[3][4]
Geografi
[sunting | sunting sumber]
Nawangan adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Pacitan bagian utara. Geografinya didominasi dataran tinggi dengan topografi perbukitan di kawasan Pegunungan Kidul, sebuah pegunungan yang memanjang di selatan Jawa Timur. Wilayah Nawangan dibatasi oleh Jawa Tengah di sisi utara dan barat.
Batas wilayah Kecamatan Nawangan adalah sebagai berikut:[1]
| Utara | |
|---|---|
| Timur | Kecamatan Bandar |
| Selatan | Kecamatan Arjosari |
| Barat |
Daftar desa dan dusun
[sunting | sunting sumber]Kecamatan Nawangan terdiri dari 9 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Gondang | Krajan, Gabeng, Joso, Klepu, Semen, Pule | [1] |
| 2 | Jetis Lor | Krajan, Bendar, Dawuhan, Guwo, Petung, Tamansari | [1] |
| 3 | Mujing | Krajan, Blabak, Gumper, Pakel, Ploso, Saren | [1] |
| 4 | Nawangan | Krajan, Gupakan, Kasihan, Sendang, Sidoharjo, Sumberejo, Tempel | [1][5] |
| 5 | Ngromo | Krajan, Bulu, Ngetep, Tugu | [1] |
| 6 | Pakis Baru | Krajan, Katosan, Menur, Tempel | [1] |
| 7 | Penggung | Penggung, Burat Banyu, Pagersari, Petunggero Atas, Petunggero Bawah, Sengon, Siki | [1] |
| 8 | Sempu | Krajan, Brumbung, Jajar, Paugeran, Tanggung, Wadang, Wonodoyo | [1] |
| 9 | Tokawi | Krajan, Banaran, Duwet, Jelok, Joso Kidul | [1] |
Tempat terkenal
[sunting | sunting sumber]
- Pasar Nawangan
- Monumen Jenderal Sudirman Pakisbaru
- Markas gerilya Jenderal Sudirman
- Puskesmas Nawangan
- Puskesmas Pakisbaru
Kebudayaan
[sunting | sunting sumber]
Kethek Ogleng
[sunting | sunting sumber]Kethek Ogleng merupakan seni tari khas Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Nama Kethek Ogleng berasal dari kata kethek yang berarti kera, sedangkan ogleng berkaitan dengan bunyi iringan gamelan. Pada awalnya tarian ini merupakan pertunjukan sederhana, kemudian berkembang dengan memasukkan cerita Panji Asmorobangun, sehingga pertunjukan tidak hanya menampilkan tingkah laku kera tetapi juga memiliki unsur cerita. Gerak tariannya menjadi ciri utama, berupa gerakan lincah, akrobatik, berguling, berjalan mengelilingi arena, bercanda dan berinteraksi dengan penonton, serta menirukan perilaku kera ketika bermain atau mengambil makanan. Penari utama mengenakan kostum menyerupai kera lengkap dengan topeng atau rias wajah karakter kera, sementara dalam versi yang menggunakan cerita Panji terdapat tokoh Panji Asmorobangun, Dewi Sekartaji, dan para dayang dengan busana tari tradisional. Kethek Ogleng biasanya diiringi karawitan dan tembang Jawa serta dipentaskan dalam hajatan dan berbagai acara budaya. Kesenian ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2019.[6]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kabupaten Pacitan Dalam Angka 2026. BPS Kabupaten Pacitan. 2026-02-27.
- ↑ KRA. Anang Sastro (2026-05-05). "Proyek Pelebaran Jalan Arjosari – Nawangan – Purwantoro Capai 5 %, Perkuat Akses Pacitan". SIBERNAS.
- ↑ Anggara Wikan Prasetya (2021-08-17). "Monumen Jenderal Sudirman di Pacitan, Saksi Bisu Kemerdekaan Indonesia". KOMPAS.
- ↑ Ridho Dwi Putranto (2026-03-28). "Fadli Zon: Markas Gerilya Pacitan Bukti Eksistensi Indonesia". TVRI NEWS.
- ↑ Fendi (2016-01-30). "Profil Desa & Kelurahan, Desa Nawangan Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan". SINDOPOS.
- ↑ Nabila Meidy Sugita (2023-11-30). "Kethek Ogleng Tarian Asal Pacitan yang Terinspirasi dari Gerakan Kera". DETIK JATIM.
