Lompat ke isi

Halaman Utama

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Image
Artikel pilihan

Pemandangan Gunung Samalas beserta Gunung Rinjani

Pada tahun 1257, terjadi sebuah letusan dahsyat di Samalas, sebuah gunung berapi yang terletak di pulau Lombok, Indonesia. Peristiwa ini diperkirakan memiliki Indeks Daya Ledak Vulkanik sebesar 7, menjadikannya salah satu letusan gunung berapi terbesar pada kala Holosen. Letusan tersebut menghasilkan sebuah kaldera besar yang kini menampung Danau Segara Anak. Aktivitas vulkanik berikutnya kemudian membentuk pusat-pusat erupsi baru di dalam kaldera itu, termasuk kerucut Barujari yang masih aktif hingga kini. Letusan Samalas menciptakan kolom erupsi yang menjulang puluhan kilometer ke atmosfer dan menghasilkan aliran piroklastik yang menimbun sebagian besar wilayah Lombok serta melintasi laut hingga mencapai pulau tetangga, Sumbawa. Aliran tersebut menghancurkan berbagai permukiman manusia, termasuk kota Pamatan, ibu kota kerajaan yang pernah berdiri di Lombok. Abu vulkanik dari letusan ini jatuh sejauh 340 kilometer (210 mi) hingga ke Jawa; gunung ini memuntahkan lebih dari 10 kilometer kubik (2,4 cu mi) batuan dan abu vulkanik. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Muhammad IV dari GranadaBungaPanda merah

Image
Peristiwa terkini

John Ternus
John Ternus

Image
Tahukah Anda

  • "... bahwa 450 juta tahun yang lalu terjadi kepunahan massal terhadap hewan-hewan di darat, khususnya trilobita yang musnah seluruhnya? Ilmuwan menduga kepunahan ini disebabkan oleh semburan sinar gama."
  • "... bahwa naskah-naskah Kerajaan Wajo selalu menekankan bahwa "orang-orang Wajo itu merdeka", dan bahwa tuan mereka hanyalah hukum adat yang didasarkan pada kesepakatan bersama?"
  • "... bahwa kelamin Napoleon diduga dipotong saat otopsi tak lama setelah Napoleon wafat pada tahun 1821?"
  • "... bahwa negara-negara sudah membuat traktat sejak zaman kuno? Contohnya adalah perjanjian antara negara-kota negara-kota Lagash dan Umma pada tahun 2100 SM serta Perjanjian Kadesh antara Kerajaan Mesir dengan Het."

Image
Tantangan kolaborasi

Image Kolaborasi artikel baru

Wikipedia membutuhkan artikel-artikel berikut. Mari bersama-sama merintisnya pada April 2026.

Tantangan kolaborasi
Hasil kolaborasi terbaru
Panduan menerjemahkan artikel · Arsip halaman yang telah dibuat

Image
Hari ini dalam sejarah

23 April: Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia; Hari Santo Georgius di sejumlah negara; Hari Anak di Turki

Tanggal lain: 22 April 23 April 24 April

Hari ini tanggal 23 April 2026 (UTC) Muat ulang

Image
Gambar pilihan

Badai Topan Parma berubah arah pada 6 Oktober 2009 setelah dipengaruhi oleh Topan Melor yang jauh lebih kuat, menunjukkan interaksi antarsistem badai di wilayah Filipina. Fenomena ini dikenal sebagai Efek Fujiwara, ketika dua siklon saling menarik dan memengaruhi pergerakannya. Citra satelit ini memperlihatkan kedekatan kedua badai yang menyebabkan perubahan lintasan Parma di atas Luzon.
Badai Topan Parma berubah arah pada 6 Oktober 2009 setelah dipengaruhi oleh Topan Melor yang jauh lebih kuat, menunjukkan interaksi antarsistem badai di wilayah Filipina. Fenomena ini dikenal sebagai Efek Fujiwara, ketika dua siklon saling menarik dan memengaruhi pergerakannya. Citra satelit ini memperlihatkan kedekatan kedua badai yang menyebabkan perubahan lintasan Parma di atas Luzon.
(ukuran asli: 10.200 × 7.600 piksel, 7,56 MB)

Oleh: NASA/MODIS Rapid Response Team/NASA GSFC, diunggah oleh Atmoz dan Tryphon
Lisensi: Domain umum