Gayam, Bojonegoro
Gayam | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Bojonegoro | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Erna Zulaikah, ST., MM. | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 34.321 jiwa | ||||
| Kode pos | 62156 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.22.28 | ||||
| Kode BPS | 3522191 | ||||
| Luas | 50,05 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 12 | ||||
| |||||
Gayam adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Gayam merupakan kecamatan termuda di Bojonegoro yang dimekarkan pada tahun 2011. Wilayah Gayam mencakup 6 desa dari Kecamatan Ngasem dan 6 desa dari Kecamatan Kalitidu.[1] Kecamatan ini dilintasi jalan nasional yang menghubungkan ibu kota kabupaten dengan Bojonegoro bagian barat seperti Padangan.[2] Gayam dikenal sebagai lokasi Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu yang merupakan salah satu penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia. Lapangan ini sekarang dikelola oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang merupakan anak perusahaan migas raksasa dari Amerika Serikat yaitu ExxonMobil.[3][4]
Geografi
[sunting | sunting sumber]
Gayam adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Bojonegoro bagian barat. Gayam memiliki geografi berupa dataran rendah dengan lahan yang didominasi areal persawahan dan dibatasi oleh Sungai Bengawan Solo di sebelah utara. Sedangkan perbatasan Gayam dengan Purwosari di barat dipisahkan oleh Sungai Gandong.
Batas wilayah Kecamatan Gayam adalah sebagai berikut:[5]
| Utara | Sungai Bengawan Solo dan Kecamatan Malo |
| Timur | Kecamatan Kalitidu dan Kecamatan Ngasem |
| Selatan | Kecamatan Ngasem |
| Barat | Kecamatan Purwosari |
Sejarah
[sunting | sunting sumber]
Pada zaman dahulu, Sungai Bengawan Solo yang melintasi Gayam bagian utara diperkirakan pernah menjadi perlintasan angkutan air yang ramai. Salah satu bukti sejarahnya adalah perahu besi di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam. Perahu besi tersebut memiliki panjang sekitar 24 meter dan lebar lambung kapal sekitar 4 meter. Perahu ini ditemukan oleh warga setempat, dan kemudian diangkat pada tahun 2013. Sekarang perahu ini diletakkan di dekat punden Mbah Pung dan menjadi obyek wisata rintisan. Perahu besi Ngraho dibuat dengan menggunakan teknik keling, yaitu dengan menyambung lembaran-lembaran besi dengan paku keling.[6]
Penemuan minyak bumi di wilayah Gayam berkaitan dengan penambangan yang telah dilakukan sejak zaman kolonial Belanda di Cepu, Kabupaten Blora sehingga kawasan ini sampai sekarang dinamakan Blok Cepu. Salah satu bagian dari Blok Cepu adalah Lapangan Banyuurip yang ditemukan pada tahun 2001. Sejak penemuannya, lapangan ini dikelola oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang merupakan anak perusahaan migas raksasa dari Amerika Serikat yaitu ExxonMobil. Kontrak kerjasama ditandatangani pada tahun 2005 dan produksi dimulai pada tahun 2008.[7]
Kecamatan Gayam dimekarkan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bojonegoro Nomor 22 Tahun 2011 dan menjadi kecamatan termuda di kabupaten ini. Gayam mencakup 6 desa dari Kecamatan Ngasem dan 6 desa dari Kecamatan Kalitidu sehingga total terdiri dari 12 desa. 6 desa dari Kecamatan Ngasem terdiri dari Desa Gayam, Mojodelik, Ringintunggal, Begadon, Brabowan, dan Bonorejo. Sedangkan desa dari Kecamatan Kalitidu terdiri dari Desa Katur, Cengungklung, Manukan, Sudu, Ngraho, dan Beged.[8]
Daftar desa dan dusun
[sunting | sunting sumber]Kecamatan Gayam terdiri dari 12 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:[9]
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Begadon | Begadon I, Begadon II | [9] |
| 2 | Beged | Beged, Petak | [9] |
| 3 | Bonorejo | Bonorejo, Sukorejo (Puduk) | [9] |
| 4 | Brabowan | Brabowan, Joho, Tanggungan | [9] |
| 5 | Cengungklung | Cengungklung, Jaji | [9] |
| 6 | Gayam | Gayam, Kaliglonggong, Kapol Duwur, Sumur Pandan, Temlokorejo | [9] |
| 7 | Katur | Katur, Bendo, Dongin, Kapol, Kebonturi, Ngaglik, Wonopuro | [9] |
| 8 | Manukan | Manukan, Delingan, Tlumbung | [9] |
| 9 | Mojodelik | Dawung, Gledegan, Keket, Ledok, Mojo, Rambitan, Samben, Sogo | [10] |
| 10 | Ngraho | Ngraho, Bringan, Bulu | [9] |
| 11 | Ringintunggal | Ringintunggal I, Ringintunggal II | [9] |
| 12 | Sudu | Sudu, Alasmlati, Bedahan, Kembangan, Tenggor | [9] |
Tempat terkenal
[sunting | sunting sumber]
- Pasar Gayam
- Lapangan minyak bumi Banyuurip Blok Cepu
- Situs perahu besi Desa Ngraho
- Puthuk Kreweng - wisata outbound dan kolam renang
- Puskesmas Gayam
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Dwi Suko Nugroho (2022-10-14). "Sejarah Berdirinya Kecamatan Gayam, Kecamatan Teristimewa di Kabupaten Bojonegoro". SUARA BANYUURIP.
- ↑ Indra Gunawan (2021-05-11). "Jalan Perbatasan Gayam Purwosari Dipadatkan". RADAR BOJONEGORO.
- ↑ Samian (2024-09-30). "Menteri ESDM Minta EMCL Tingkatkan Produksi Minyak Blok Cepu 150.000 BOPD di 2026". SUARA BANYUURIP.
- ↑ Slamet Agus Sudarmojo (2015-12-18). "EMCL Naikkan Produksi Minyak Blok Cepu Bertahap". ANTARA JATIM.
- ↑ Kabupaten Bojonegoro Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Bojonegoro. 2025-02-28.
- ↑ Yuan Edo Ramadhana (2025-05-31). "Melihat Restorasi Situs Perahu Besi Ngraho, Calon Ikon Baru Pariwisata di Gayam, Bojonegoro". RADAR BOJONEGORO.
- ↑ Dwi Suko Nugroho (2024-12-29). "20 Tahun Perjalanan ExxonMobil di Blok Cepu, Berikut 13 Catatan Penting". SUARA BANYUURIP.
- ↑ Dwi Suko Nugroho (2012-08-09). "Pembentukan Kecamatan Gayam Disosialisasikan". SUARA BANYUURIP.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Kecamatan Gayam Dalam Angka 2017. BPS Kabupaten Bojonegoro. 2017-09-19.
- ↑ Dwi Suko Nugroho (2022-10-17). "Sejarah Berdirinya Desa Mojodelik, Desa Terkaya di Bojonegoro". SUARA BANYUURIP.
