Madiun, Madiun
Madiun
ꦩꦝꦶꦪꦸꦤ꧀ | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Madiun | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Hariono, S.Sos M.Si | ||||
| Populasi (2023) | |||||
| • Total | 38.517 jiwa | ||||
| Kode pos | 63151 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.19.08 | ||||
| Kode BPS | 3519130 | ||||
| Luas | 35,93 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 13 | ||||
| |||||
Madiun adalah kecamatan di Kabupaten Madiun yang berpusat di Kelurahan Nglames sehingga kecamatan ini juga sering disebut dengan Nglames.[1] Nama Nglames dipakai oleh beberapa instansi pemerintah misalnya Polsek Nglames. Kecamatan Madiun terletak tepat di utara Kota Madiun yang dilewati jalan nasional serta menjadi lokasi Gerbang Tol Madiun. Sebagai penyangga Kota Madiun, kecamatan ini merupakan daerah yang ramai terutama di sekitar Pasar Nglames dan sepanjang jalan nasional.[2] Kecamatan Madiun terdapat berbagai kantor pemerintahan seperti Pengadilan Agama, perusahaan besar seperti PT Inka Multi Solusi, dan berbagai pusat perbelanjaan.
Berdasarkan PP no. 49 tahun 1982, Desa Kelun dan Tawangrejo keluar dari Kecamatan Madiun akibat perluasan Kota Madiun yang semakin berkembang pesat.[3]
Geografi
[sunting | sunting sumber]
Madiun adalah kecamatan yang terletak di utara Kota Madiun dengan geografi dataran rendah. Kali Madiun menjadi pembatas Kecamatan Madiun dengan Kecamatan Sawahan di barat. Kali Madiun nantinya mengalir menuju Sungai Bengawan Solo di Ngawi.[4] Sebagian besar wilayah kecamatan ini didominasi areal persawahan, tetapi ada wilayah yang mengalami perkembangan pesat seperti Kelurahan Nglames dan Desa Tiron yang dekat Kota Madiun dan dilalui jalan nasional.[5]
Jalan nasional Surabaya-Madiun melewati bagian barat kecamatan ini dari utara di kawasan perempatan Dumpil hingga ke selatan di batas Kota Madiun. Perempatan Dumpil adalah pintu masuk menuju Gerbang Tol Madiun di ruas Jalan Tol Ngawi–Kertosono.[6] Desa-desa lain di perbatasan Kota Madiun sudah banyak yang keluar dari Kecamatan Madiun dan menjadi bagian dari kota akibat pertumbuhan kota yang pesat sehingga dilakukan kebijakan perluasan wilayah, misalnya Desa Tawangrejo dan Kelun yang sekarang sudah berubah status menjadi kelurahan di dalam Kota Madiun pada tahun 1982.[3]
Batas wilayah Madiun adalah sebagai berikut:[5]
| Utara | Kecamatan Balerejo, Kecamatan Sawahan (area Pasar Kajang), dan |
| Timur | Kecamatan Balerejo dan Kecamatan Wonoasri |
| Selatan | |
| Barat | Kali Madiun dan Kecamatan Sawahan |
Daftar desa dan dusun
[sunting | sunting sumber]Kecamatan Madiun terdiri dari 1 kelurahan (yaitu Kelurahan Nglames yang menjadi pusat pemerintahan kecamatan) dan 12 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun atau dukuh. Dusun dan dukuh tersebut yakni sebagai berikut:[5]
Daftar kelurahan
[sunting | sunting sumber]| No. | Nama Kelurahan | Nama Dusun dan Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Nglames | Nglames, Dukuh, Puntuk | [5] |
Daftar desa
[sunting | sunting sumber]| No. | Nama Desa | Nama Dusun dan Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Bagi | Bagi, Brubahan, Bulak, Candi, Dukuhan, Dumpil, Gedangan, Kerep, Mantren, Setren | [5] |
| 2 | Banjarsari | Bajang, Bugangin, Kepel, Patang | [5] |
| 3 | Betek | Betek, Bener | [5] |
| 4 | Dempelan | Dempelan, Kopen, Jetak Setro, Prapatan | [5] |
| 5 | Dimong | Dimong, Babadan, Kopen | [5] |
| 6 | Gunungsari | Gunungsari, Pelem Payung | [5] |
| 7 | Sendangrejo | Butuh, Sambean | [5] |
| 8 | Sirapan | Sirapan, Bandungrejo, Bringkil, Bulu, Kedungbuan | [5] |
| 9 | Sumberejo | Bendungan, Made, Ngampel | [5] |
| 10 | Tanjungrejo | Tanjungrejo I, Tanjungrejo II, Keras, Sedoro | [5] |
| 11 | Tiron | Tiron, Jogobayan, Kuwek, Nglegok, Santren | [7] |
| 12 | Tulungrejo | Tulungrejo I, Tulungrejo II, Bangkal | [5] |
Tempat terkenal
[sunting | sunting sumber]
- Gerbang Tol Madiun di Jalan Tol Ngawi-Kertosono
- Pasar Nglames - pasar utama di Kecamatan Madiun
- Pasar Babadan di Desa Dimong
- Pasar Barakan / Mbarak di Desa Dempelan
- Stasiun Babadan
- Pasar Pundensari - pasar wisata kuliner tradisional di Desa Gunungsari[8]
- Monumen pesawat jet tempur, tank, dan meriam di perempatan Dumpil dekat exit tol Madiun[6]
- Padepokan Seni Kirun di Desa Bagi - rumah dari seniman dan pelawak legendaris Kirun yang juga dipakai untuk pentas dan pengembangan seni[9]
- Atraksi menulis Aksara Jawa dengan daun lontar di Desa Wisata Gunungsari[10]
- PT INKA Multi Solusi (IMS) - pabrik komponen kereta api dan bagian dari INKA Group
- Pengadilan Agama Kabupaten Madiun kelas 1A
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun
- RS Haji Ibrahim
- Puskesmas Madiun di Desa Tiron
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ ""Kementerian Agama Kabupaten Madiun"". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-03. Diakses tanggal 2022-07-02.
- ↑ Sugeng Harianto (2022-12-23). "Nglames Madiun Selalu Macet saat Libur Nataru, Ini Jalan Alternatifnya". DETIK JATIM.
- 1 2 "Peraturan Pemerintah (PP) No. 49 Tahun 1982 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Madiun".
- ↑ Nabila Amelia; Sarkawi B. Husain (2022). "Ketika Air Menggenangi Pemukiman: Banjir dan Penangglangannya di Madiun, 1940-1989". DIAKRONIKA. 22 (02). Universitas Negeri Padang.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kecamatan Madiun Dalam Angka 2017. BPS Kabupaten Madiun. 2017-09-25.
- 1 2 Poetra (2023-09-14). "Hawk 200 TT-0229 menjadi monumen di Pintu Gerbang Tol Dumpil Madiun". AIRSPACE REVIEW.
- ↑ Jaka Maulana Ajiansyah Ramadhan (2021). "KONSTRUKSI SOSIAL MASYARAKAT DESA TIRON TERHADAP PERMOHONAN WALI ADAL" (PDF). Electronic theses of IAIN Ponorogo (Thesis).
- ↑ Dwi Masrudi (2024-07-15). "Pasar Pundensari Madiun, Bernostalgia dengan Jajanan, Makanan dan Minuman Tempo Dulu". RADIO REPUBLIK INDONESIA.
- ↑ "Padepokan Seni Kirun (PadSKI), Tempat Menimba Ilmu Tentang Seni Budaya Jawa". CAK DURASIM - cakdurasim.com. 2020-10-17. Diakses tanggal 2025-03-06.
- ↑ Dian Rahayu; Satmiko Supraptono (2024-08-14). "WARTA JAWA - Nulis Manuskrip Aksara Jawa neng Godhong Lontar Dadi Atraksi Wisata ing Desa Gunungsari Kabupaten Madiun". RADAR MADIUN.
