Tosari, Pasuruan
Tosari | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Puncak Penanjakan | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Pasuruan | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Bachtiar Prihatin Bachri, SH, MM. | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 18.925 jiwa | ||||
| Kode pos | 67177 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.14.24 | ||||
| Kode BPS | 3514040 | ||||
| Luas | 98,00 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 8 | ||||
| |||||
Tosari adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Pasuruan yang terletak di selatan. Tosari adalah kecamatan termuda di Kabupaten Pasuruan yang dimekarkan dari Kecamatan Puspo pada tahun 1982.[1] Tosari merupakan pintu masuk menuju kawasan wisata Gunung Bromo via Pasuruan. Wisatawan dapat mengunjungi Tosari dari arah Pasrepan maupun Nongkojajar.[2][3] Geografi kecamatan ini berupa dataran tinggi yang sejuk dan subur, serta banyak ditanami berbagai komoditas terutama sayuran dan kentang.[4] Tosari tersedia berbagai fasilitas untuk wisatawan seperti penginapan hingga penyewaan jeep dan kuda.[3] Selain itu, juga ada ikon wisata lain seperti Taman Edelweiss Wonokitri yang membudidayakan bunga langka edelweiss untuk dijadikan oleh-oleh.[5]
Tosari merupakan kecamatan dengan penduduk paling sedikit di Kabupaten Pasuruan yaitu sekitar 18 ribu jiwa pada tahun 2024. Selain itu, Tosari juga satu-satunya kecamatan di Pulau Jawa dengan persentase umat Hindu yang lebih besar dari agama lain yaitu sekitar 11 ribu jiwa atau sekitar 60% dari total penduduk.[6] Hal tersebut karena Tosari adalah salah satu daerah yang banyak dihuni oleh Suku Tengger, yaitu suku kecil yang menghuni kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Suku Tengger memiliki kebudayaan tradisional yang unik dan masih terjaga sampai sekarang.[7]
Geografi
[sunting | sunting sumber]
Tosari adalah kecamatan yang menjadi titik paling selatan dan tertinggi dari Kabupaten Pasuruan. Tosari dapat diakses dari arah utara di Pasrepan dan Puspo maupun dari barat yaitu Nongkojajar. Geografi Tosari berupa dataran tinggi di lereng Gunung Bromo. Desa terakhir sebelum memasuki area Bromo adalah Wonokitri. Dari Wonokitri kemudian wisatawan menempuh kawasan perbukitan untuk mengamati Bromo dari atas seperti Pos Dingklik dan Gunung Penanjakan. Perjalanan dilanjutkan hingga jalan aspal berakhir, dan memasuki kawasan lautan pasir Bromo. Cara termudah untuk melintasi area kawah Bromo tersebut adalah menggunakan jeep yang banyak disewakan di Tosari. Tosari merupakan daerah yang subur, banyak persawahan yang ditanami kentang dan sayur mayur serta area hutan yang banyak terdapat pohon cemara.
Batas wilayah Kecamatan Tosari adalah sebagai berikut:[6]
| Utara | Kecamatan Puspo |
| Timur | Kecamatan Puspo |
| Selatan | Gunung Bromo dan |
| Barat | Kecamatan Tutur (Nongkojajar) |
Daftar desa dan dusun
[sunting | sunting sumber]Kecamatan Tosari terdiri dari 8 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:[8]
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Baledono | Baledono, Junggo, Purwono, Tanjung | [8] |
| 2 | Kandangan | Kalitejo, Pandansari, Wirogati | [8] |
| 3 | Mororejo | Gemboyo, Kandangsari | [8] |
| 4 | Ngadiwono | Krajan, Banyumeneng, Ketuwon, Ledoksari | [8] |
| 5 | Podokoyo | Podokoyo, Jetak, Ngawulorejo (Ngawu), Sunogiri | [8] |
| 6 | Sedaeng | Sedaeng, Moroseneng, Wonokoyo | [8] |
| 7 | Tosari | Tosari, Kertoanom, Ledoksari, Tlogosari, Wonomerto, Wonopolo | [8][9] |
| 8 | Wonokitri | Wonokitri, Sanggar | [8] |
Demografi dan kebudayaan
[sunting | sunting sumber]
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, Tosari memiliki jumlah penduduk paling sedikit di Kabupaten Pasuruan yaitu sekitar 18,9 ribu jiwa pada tahun 2024. Jumlah umat tiap agama di Tosari adalah sebagai berikut: 11,5 ribu umat Hindu (61%), 6,7 ribu umat Islam (35%), dan sisanya kurang dari 5%. Sebagian besar penganut Hindu di kecamatan ini adalah Suku Tengger. Hal tersebut membuat Tosari menjadi satu-satunya kecamatan di Pulau Jawa yang agama dengan persentase terbesarnya bukan Islam. Fakta ini cukup unik, karena Tosari bukanlah satu-satunya kecamatan di Pulau Jawa yang dihuni oleh Suku Tengger (kecamatan lainnya misalnya Poncokusumo di Malang dan Sukapura di Probolinggo). Namun, di antara kecamatan-kecamatan tersebut hanya Tosari-lah yang umat Hindunya lebih besar dari Islam.[6]
Suku Tengger adalah masyarakat adat yang tinggal di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Suku ini masih mempertahankan tradisinya sampai sekarang. Konon, Tengger adalah sisa-sisa peradaban Kerajaan Majapahit yang masih bertahan. Suku Tengger di Tosari taat menjalankan tradisi Agama Hindu seperti perayaan Galungan dan pawai ogoh-ogoh.[10] Namun masyarakat Tengger di Tosari juga memiliki budaya khas tersendiri seperti perayaan Hari Raya Yadnya Kasada dan upacara adat Karo.[7]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]
Suku Tengger adalah suku di lereng Bromo yang masih mempertahankan Agama Hindu serta adatnya, sehingga mereka dianggap sebagai sisa-sisa dari peradaban Kerajaan Majapahit. Salah satu buktinya adalah dengan ditemukannya Prasasti Walandit yang ditemukan di Gunung Penanjakan, Desa Wonokitri. Prasasti Walandit adalah lempengan logam dari perunggu yang ditemukan pada tahun 1880 dan sekarang disimpan di Museum Nasional Indonesia Jakarta. Prasasti tersebut dikeluarkan oleh Hayam Wuruk pada abad ke-14 atau 15 M. Prasasti Walandit berisi tentang Desa Walandit yang dikeramatkan karena menjadi lokasi yang menggelar upacara suci, sehingga desa ini tidak boleh ditarik pajak.[11]
Tosari sudah populer sejak zaman kolonial Belanda. Tosari merupakan jalur penting untuk wisatawan Eropa yang ingin ke Gunung Bromo. Saat itu, jalur Bromo via Tosari adalah yang direkomendasikan oleh brosur wisata Java the Wonderland yang dipublikasikan sekitar tahun 1900-an. Brosur tersebut menjelaskan cara menuju Bromo, yaitu dari Surabaya kemudian naik kereta hingga Kota Pasuruan. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan naik kuda atau kendaraan lain menuju Tosari.[12] Tosari tersedia berbagai penginapan hingga sanatorium. Sanatorium Tosari adalah fasilitas kesehatan yang dibangun di dataran tinggi yang berhawa sejuk sehingga pasien merasa nyaman serta mempercepat penyembuhan.[13]
Galeri
[sunting | sunting sumber]- Suatu hotel di Tosari
- Hotel Tosari
- Hutan di Tosari
- Warga Eropa berlibur di Tosari
- Dukun Tengger di Tosari
- Masyarakat desa di Tosari
- Berkuda di lautan pasir Bromo
- Lukisan Marianne North "Views from Tosari, Java" (1876)
- Lukisan Marianne North "The Ardjuno Volcano from Tosari, Java" (1880)
- Sanatorium Tosari
Tempat terkenal
[sunting | sunting sumber]
- Taman Nasional Bromo Tengger Semeru : Pos Dingklik, Gunung Penanjakan, Lautan pasir Bromo, dll.
- Pasar Tosari
- Bukit Keciri
- Pendopo Agung Desa Wonokitri
- Taman Edelweiss Wonokitri - taman wisata yang dikelola kelompok tani di Wonokitri yang membudidayakan bunga langka edelweiss agar masyarakat dapat menikmati keindahannya tanpa merusak alam.[5]
- Rest Area Desa Wisata Tosari
- Plataran Bromo
- Lereng Bromo Hotel
- Puskesmas Tosari
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun 1982 tentang Pembentukan Kecamatan Gedangan, Kecamatan Tirtoyudo Di Kabupaten Daerah Tingkat II Malang Kecamatan Tosari Di Kabupaten Daerah Tingkat II Pasuruan, Kecamatan Sawahan, Kecamatan Wonoasri, Di Kabupaten Daerah Tingkat II Madiun, Kecamatan Tarokan, Kecamatan Kunjang Di Kabupaten Daerah Tingkat II Kediri, Kecamatan Pitu, Kecamatan Bringin, Kecamatan Pangkur Di Kabupaten Daerah Tingkat II Ngawi, Kecamatan Temayang Di Kabupaten Daerah Tingkat II Bojonegoro, Kecamatan Sumbermalang Di Kabupaten Daerah Tingkat II Situbondo, Kecamatan Lakarsantri, Kecamatan Kenjeran, Dan Kecamatan Benowo Di Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya Dalam Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur".
- ↑ Irma Budiarti (2025-09-11). "Rute Menuju Bromo Lewat Pasuruan via Wonokitri". DETIK.
- 1 2 "Panduan Jalan Menuju Bromo Lewat Pasuruan Via Wonokitri". ERC TRANS. 2023-07-20.
- ↑ A. Asnawi (2022-09-18). "Inisiatif Petani Siasati Keterbatasan Bibit Kentang di Jawa Timur". MONGABAY.
- 1 2 Falahi Mubarok (2019-04-06). "Bunga Abadi Tengger Semeru dari Desa Wisata Edelweis". MONGABAY.
- 1 2 3 Kabupaten Pasuruan Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Pasuruan. 2025-02-28.
- 1 2 Putri Adeliya Nur Pangestu, Sukarman Sukarman (2022). "Tradisi Upacara Adat Karo di Desa Tosari Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan". Jurnal Online Baradha. 18 (3). Universitas Negeri Surabaya.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN PASURUAN NOMOR 1750 TAHUN 2024 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN KAMPANYE PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI PASURUAN TAHUN 2024" (PDF).
- ↑ Rokha Illiyyin, Ari Hayati, Hasan Zayadi (2019). "Studi Etnobotani Pada Upacara Adat "Pujan Kasanga" Di Desa Tosari Pasuruan". Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic). 4 (Edisi Khusus: Pertalian Manusia - Makhluk Hidup ). Universitas Islam Malang. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ↑ "Sakralnya Perayaan Hari Suci Galungan Umat Hindu Di Pura Desa Wonokitri". pasuruankab.go.id. Pemerintah Kabupaten Pasuruan. 2024-09-25.
- ↑ Ronald Fernando (2025-05-27). "Desa Walandit Menjadi Kawasan Suci Tempat Tinggal Warga Tengger". RADAR BROMO.
- ↑ Omar Mohtar (2023-10-29). "Berwisata ke Bromo pada Era Kolonial Tiada Beda dengan Sekarang". TIRTO.
- ↑ Jati Saputra Nuriansyah (2023-12-09). "Sanatorium dan Penanganan Tuberkulosis di Hindia Belanda pada Masa Kolonial". NETRAL NEWS.
