Lompat ke isi

Wlingi, Blitar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Wlingi
ꦮ꧀ꦭꦶꦔꦶ
Image
Image
Dari atas ke bawah:Gapura Kota Wlingi (2019);
Perkebunan teh Sirah Kencong
NegaraImage Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBlitar
Pemerintahan
  CamatBesta Alfinsia Rachmawan, S.H, MM
Populasi
 (2024)
  Total55.315 jiwa
Kode pos
66184
Kode Kemendagri35.05.17 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3505140 Suntingan nilai di Wikidata
Luas66,36 km²
Desa/kelurahan9
Peta
PetaKoordinat: 8°4′20″S 112°19′43″E / 8.07222°S 112.32861°E / -8.07222; 112.32861

Wlingi (Hanacaraka: ꦮ꧀ꦭꦶꦔꦶ ) adalah kecamatan di Kabupaten Blitar yang menjadi pusat perekonomian Blitar bagian timur dan terletak di kaki dan lereng Gunung Kawi. Kecamatan ini cukup strategis karena dilintasi jalan nasional Blitar-Malang, serta memiliki infrastruktur penunjang yang lengkap seperti Stasiun Wlingi, Pasar Wlingi, RSUD, taman kota, masjid agung, dan lainnya. Bahkan Wlingi juga pernah diwacanakan sebagai ibu kota kabupaten.[1] Wlingi merupakan kota yang rindang dan bersih hingga berkali-kali mendapatkan penghargaan Adipura di kategori kota kecil.[2]

Ujung utara Wlingi di lereng Pegunungan Kawi-Butak terdapat Perkebunan Sirah Kencong, yaitu wisata alam populer berupa perkebunan teh yang cukup luas dan sejuk. Perkebunan ini sudah ada sejak zaman Belanda sekitar tahun 1880-an dan sekarang dikelola oleh PTPN XII.[3] Tidak hanya melihat hamparan tanaman teh, di sekitar perkebunan tersebut juga terdapat Candi Sirah Kencong dan Air terjun Sirah Kencong serta terdapat pos pendakian menuju Gunung Butak.[4] Di dekat perkebunan tersebut juga dibangun peternakan sapi perah milik PT Greenfield Indonesia. Greenfield sendiri merupakan produsen susu sapi terbesar di Asia Tenggara dengan peternakan pertamanya di Malang kemudian melakukan ekspansi ke Blitar.[5]

Pada zaman kolonial Belanda, Wlingi adalah pusat dari Kawedanan Wlingi yaitu daerah pembantu bupati Blitar yang wilayahnya mencakup kawasan Blitar timur sekarang yaitu Kecamatan Wlingi, Talun, Gandusari, Doko, Kesamben, dan Selorejo.[6] Selanjutnya pada tahun 1999, 8 desa di selatan Wlingi dimekarkan menjadi Kecamatan Selopuro.[7]

Image
Peta kecamatan di Blitar
(Wlingi terletak di timur)

Wlingi adalah sebuah kecamatan berbentuk kota kecil yang terletak di kaki dan lereng Gunung Kawi-Butak. Wlingi adalah kota strategis dan ramai di jalur penghubung Blitar dengan Malang. Terdapat dua jalur utama menuju Kota Malang, yang pertama berstatus jalan nasional menuju Malang selatan, sedangkan yang kedua merupakan jalur alternatif ke arah utara dan melewati Ngantang dan Kota Batu. Bagian utara Wlingi seperti Desa Ngadirenggo dan Tegalasri berada di kawasan lereng gunung yang hijau dan subur sehingga dimanfaatkan untuk kawasan perkebunan dan peternakan sapi perah. Perkebunan terkenal di Wlingi diantaranya Sirah Kencong yang terkenal dengan komoditas teh serta Perkebunan Kawisari dengan komoditas kopi. Di tengah-tengah perkebunan tersebut juga terdapat pemukiman terpencil misalnya Kampung Sirah Kencong dan Tempursari di Desa Ngadirenggo.[3][8]

Batas wilayah Kecamatan Wlingi adalah sebagai berikut:[8]

UtaraKecamatan Gandusari dan Gunung Kawi
TimurKecamatan Doko
SelatanKecamatan Selopuro
BaratKecamatan Talun dan Kecamatan Gandusari
Image
Stasiun Wlingi pada zaman kolonial (sekitar tahun 1890)

Pasca kekalahan Pangeran Diponegoro dalam Perang Diponegoro sekitar tahun 1830-an, banyak pengikutnya yang melarikan diri ke berbagai daerah untuk menghindari kejaran Belanda. Salah satu pengikutnya adalah Ki Ageng Pandan Rowo dan Ki Tugurejo yang kemudian mendirikan pemukiman baru di timur Blitar. Wilayah ini masih berupa hutan belantara dan banyak ditemukan tanaman wlingi, sehingga nantinya daerah ini dinamakan Wlingi.[9]

Image
Komplek Eks-Kawedanan Wlingi tahun 2015

Belanda kemudian menata ulang wilayah Kabupaten Blitar di bawah Karesidenan Kediri. Kabupaten Blitar mencakup empat kawedanan atau daerah pembantu bupati yang dipimpin oleh seorang Wedana. Kawedanan tersebut terdiri dari Kawedanan Blitar, Srengat, Lodoyo, dan Wlingi. Wlingi mencakup wilayah di timur Blitar yang terdiri dari Wlingi, Talun, Gandusari, Doko, Kesamben, dan Selorejo. Beberapa tahun setelah kemerdekaan, pemerintah menghapus sistem kawedanan sehingga kabupaten langsung membawahi kecamatan.[6]

Wlingi semakin berkembang pesat dengan dibangunnya infrastruktur seperti stasiun dan kantor telegraf, serta munculnya perusahaan besar terutama di sektor perkebunan. Salah satunya adalah Perkebunan Bantaran dan Sirah Kencong yang didirikan oleh N.V. Cult. Mij. Djenang pada tahun 1880 dengan komoditas seperti teh dan kopi. Perkebunan tersebut kemudian diambil alih oleh NV. Kooy and Coster Van Voorhout pada tahun 1945, dan akhirnya dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1957.[3] Pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1948, Wlingi menjadi salah satu lokasi operasi TNI dan Tentara Pelajar (TRIP) dalam menghadang invasi Belanda dari arah Malang selatan menuju Kota Blitar.[10]

Bekas kantor kawedanan terbengkalai selama bertahun-tahun sehingga mulai tahun 2018 dilakukan renovasi menjadi Rumah Blitar Kreatif (RBK).[11] Pada tahun 1999, 8 desa di selatan Wlingi dimekarkan menjadi kecamatan baru bernama Selopuro sehingga sekarang Wlingi tersisa 9 kelurahan/desa.[7]

Daftar desa dan dusun

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Wlingi terdiri dari 5 kelurahan dan 4 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:[8]

Daftar kelurahan

[sunting | sunting sumber]
No. Nama Desa Nama Dusun / Dukuh / Lingkungan Ref
1 Babadan Babadan, Darungan, Duren, Gurit, Tejo [8]
2 Beru Beru, Bening, Kampung Baru, Kenongo, Kletek, Kromasan, Ngambak [8]
3 Klemunan Klemunan, Cepoko, Jatikeplek, Judel, Krakal [8]
4 Tangkil Tangkil, Pandean, Selotumpuk, Tenggong, Tumpuk [8]
5 Wlingi Wlingi, Karangan, Majegan, Nangkan, Tanggung [8]

Daftar desa

[sunting | sunting sumber]
No. Nama Desa Nama Dusun atau Dukuh Ref
1 Balerejo Balerejo, Kampung Anyar, Karetrejo, Ngembul, Sumberjo, Tlogomulyo (Tlogourung) [8]
2 Ngadirenggo Ngadirenggo, Babadan, Bedengan, Depok, Genjong, Ngolakan, Nongkorejo, Perhutani Nongkorejo, Perhutani Pijiombo, Perhutani Ringintelu, Perkebunan Pijiombo, Perkebunan Sengon, Perkebunan Sirah Kencong, Sanggrahan, Sumberduren, Tempursari [8]
3 Tegalasri Tegalasri / Gabru, Bon Sinyo, Brak Masjid, Caruban, Coban, Jatisari, Kacar, Modong, Ngompak, Praneman, Putuk Miri, Sumberarum Barat, Sumberarum Timur [12]
4 Tembalang Tembalang, Galor, Krebet, Sendung [8]

Tempat terkenal

[sunting | sunting sumber]
Image
Perkebunan Sirah Kencong

Pusat peribadatan

[sunting | sunting sumber]
Image
Vihara Bodhigiri

Instansi pemerintah

[sunting | sunting sumber]
  • RSUD Ngudi Waluyo
  • Puskesmas Wlingi
  • SAMSAT Wlingi
  • Dispendukcapil - Tempat Layanan Adminduk (TLA) Wilayah Timur
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar
Image
Wajik Kletik

Nasi Ampok

[sunting | sunting sumber]

Nasi ampok adalah nasi yang terbuat dari jagung yang ditumbuk halus dan dikukus. Dulu awal mula terbentuknya nasi ampok dikarenakan harga beras yang mahal, bersamaan dengan berlimpahnya panen jagung pada masa itu dan tercetuslah sebuah gagasan untuk membuat sebuah makanan pokok pengganti beras. Nasi jagung ini biasa disajikan dengan ikan asin, sayur rebus, dan juga sayur lodeh pedas serta masih banyak lagi lauk yang disajikan.[13]

Wajik Kletik

[sunting | sunting sumber]

Wajik Kletik merupakan salah satu makanan Khas Blitar yang terbuat dari Gula kelapa dan Beras ketan. Kemasannya dibuat sangat sederhana yaitu dibungkus dengan kulit jagung yang sudah dikeringkan atau kelobot. Tidak hanya dibuat oleh-oleh saja, tetapi biasanya disajikan dalam acara-acara seperti hajatan ataupun acara penting lainnya. Wajik Kletik memiliki rasa yang manis dan gurih dan mempunyai tekstur kletik-kletik saat dimakan.[13]

Es Pleret

[sunting | sunting sumber]

Es Pleret merupakan minuman es yang berbahan dasar dari tepung beras dan disajikan dengan menggunakan sirup dan santan agar rasanya manis, segar dan juga gurih. Es ini sangat cocok dikonsumsi ketika siang hari yang terik.[13]

Uceng Goreng

[sunting | sunting sumber]

Uceng merupakan ikan air tawar yang hidup di sungai. Bentuk dari ikan ini adalah bulat dan memanjang dan besarnya kira-kira sebesar jari kelingking. Uceng dapat disajikan dalam beberapa menu seperti Sayur Uceng, Bothok Uceng dan Uceng Goreng. Sajian ini juga bisa dimakan dengan nasi hangat ditemani dengan sambal. Salah satu penjual yang terkenal adalah Warung Uceng Sukaria yang terletak di Jalan Cokropati Desa Babadan, Kecamatan Wlingi. Selain digoreng, uceng juga sering dijadikan peyek.[13]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Tunggul Susilo (2017-12-10). "Repotnya Memindahkan Ibu Kota ke Wilayah Padat Kanigoro". ANTARA JATIM.
  2. "DUA TAHUN MENDATANG, KABUPATEN BLITAR TARGETKAN ADIPURA KENCANA". blitarkab.go.id. Pemerintah Kabupaten Blitar. 2013-06-18.
  3. 1 2 3 Ardila (2016). "PERKEMBANGAN PERKEBUNAN TEH BANTARAN BLITAR TAHUN 2000-2014". AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah. 4 (2). Universitas Negeri Surabaya.
  4. Pandu Aji (2019-11-25). "Pendakian Gunung Butak via Sirah Kencong Blitar (Lagi)". www.panduaji.net.
  5. "Greenfields Resmikan Peternakan Sapi Perah Terbesar di Indonesia Berlokasi di Wlingi, Blitar, Jawa Timur". INFOBRAND.id. 2018-03-08.
  6. 1 2 [Administratieve indeling van Java en Madoera] - sheet 3 (Oost Java). Leiden University Libraries Digital Collections. 1936.
  7. 1 2 "Peraturan Pemerintah (PP) No. 49 Tahun 1999 tentang Pembentukan 9 (Sembilan) Kecamatan Di Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Malang, Lamongan, Bojonegoro, Ngawi, Blitar, Lumajang Dan Kediri Didalam Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur".
  8. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kabupaten Blitar Dalam Angka 2012. BPS Kabupaten Blitar. 2012-08-16.
  9. "KELURAHAN WLINGI : SEJARAH". kel-wlingi.blitarkab.go.id. Pemerintah Kabupaten Blitar. Diakses tanggal 2025-07-25.
  10. Aditya Nugroho Widiadi, Wahyu Djoko Sulistyo, Lutfiah Ayundasari, Ari Sapto, Muhammad Aqib Nur Habibi, Mellina Nur Hafida, Gedhe Ashari, Edna Sari Kusuma Dewi (2024). "Pembelajaran Sejarah Berbasis Sejarah Lokal Peran Blitar dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia 1948-1950". Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan. 7 (4). Jayapangus Press. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  11. 1 2 "Bazar Ramadhan 2018 dan Live Musik Di Rumah Blitar Kreatif". disbudpar.blitarkab.go.id - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar. 2018-05-21.
  12. "Sejarah Desa". tegalasri-blitarkab.desa.id. Pemerintah Desa Tegalasri. Diakses tanggal 2025-07-21.
  13. 1 2 3 4 "Kuliner". Website Resmi Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-01-04.