Lompat ke isi

Daftar Gubernur Aceh

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Image
Lambang Aceh

Gubernur Aceh adalah kepala pemerintah Aceh. Ia bertugas memegang pemerintahan bersama dengan wakilnya dan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.[1]

Berikut ini daftar Gubernur Aceh sejak dibentuk pada 3 Oktober 1945.

Residen Aceh (Oktober 1945–September 1949)

[sunting | sunting sumber]

Di awal kemerdekaa wilayah Aceh masih berstatus karesidenan di bawah provinsi Sumatra. Tetapi sejak tahun 1948 Aceh dengan status yang sama ada di bawah provinsi Sumatra Utara yang dibentuk pada tanggal 15 April 1948. Karesidenan Aceh dipimpin oleh seorang Residen dari Oktober 1945 hingga September 1949.

Image Residen Aceh Image
No. Foto Nama Partai Mulai Jabatan Akhir Jabatan Periode Ket. Wakil Residen Ref.
1[a] Image Teuku Nyak Arif 3 Oktober 1945 Janiari 1946 I [Ket. 1] Tuanku Muhammad Ali
2
Image
Teuku Daud Syah 1946 1947 I
3 Image Daud Beureu'eh 1947 September 1949 I

Gubernur Daerah Militer Aceh (September 1949–Desember 1949)

[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 15 September 1948 Dewan Pembantu dan Penasehat Perdana Menteri mengeluarkan sebuah instruksi yang membagi provinsi Sumatra Utara menjadi dua Daerah Militer Istimewa, yaitu Daerah Militer Istimewa Aceh, Langkat dan Takengon serta Daerah Militer Istimewa Tapanuli-Sumatra Timur.

Image Gubernur Daerah Militer Aceh Image
No. Foto Nama Partai Mulai Jabatan Akhir Jabatan Periode Ket. Ref.
1[b] Image Daud Beureu'eh Desember 1949 September 1950 I [Ket. 2]


Gubernur Aceh (Desember 1949–Agustus1950)

[sunting | sunting sumber]

Wilayah Aceh kemudian naik status sebagai provinsi berdasarkan Peraturan Wakil Perdana Menteri Pengganti Peraturan Pemerintah Tahun 1949 No. 8/Des/WKPM per tanggal 17 Desember 1949

Image Gubernur Aceh Image
No. Foto Nama Partai Mulai Jabatan Akhir Jabatan Periode Ket. Ref.
1[b] Image Daud Beureu'eh Desember 1949 Agustus 1950 I [Ket. 3]

Residen Aceh (Agustus 1950–Desember 1956)

[sunting | sunting sumber]

Di tahun 1950, wilayah aceh turun status dan bergabung dengan Sumatra Utara selama 6 tahun.[2]

Image Residen Aceh Image
No. Foto Nama Partai Mulai Jabatan Akhir Jabatan Periode Ket. Ref.
3[a] Image Daud Beureu'eh Agustus 1950 1951 II [Ket. 4]
4 Image B. M. Danubroto 1951 1953 I [Ket. 5]
5 Image Teuku Sulaiman Daud Mei 1953 September 1953 I [Ket. 6]
6 Image Abdul Razak 1954 1956 I

Gubernur Aceh (Desember 1956–sekarang)

[sunting | sunting sumber]
Image Gubernur Aceh Image
No. Foto Nama Partai Mulai Jabatan Akhir Jabatan Periode Ket. Wakil Gubernur Ref.
2[b] Image Ali Hasyimi 1957 1959 I
1959 1964 II [Ket. 7] A. M. Namploh
(1959—1965)
[3]
3
Image Nyak Adam Kamil TNI 10 April 1964 30 Agustus 1966 I
4 Image Hasby Wahidi 30 Agustus 1967 15 Mei 1968 I Lowong [4]
5 Image Abdullah Muzakir Walad Golkar 15 Mei 1968 27 Juni 1973 I
27 Juni 1973 27 Agustus 1978 II
6 Image Abdul Madjid Ibrahim Golkar 27 Agustus 1978 15 Maret 1981[5] I
7 Image Hadi Thayeb Golkar 27 Agustus 1981 27 Agustus 1986 I Lowong
8 Image Ibrahim Hassan Golkar 27 Agustus 1986 25 Mei 1993 I Teuku Djohan [6]
9 Image Syamsudin Mahmud Golkar 26 Mei 1993 26 Mei 1998 I Zainuddin AG
26 Mei 1998 21 Juni 2000 II [Ket. 8] Bustari Mansyur [7][8][9]
10 Image Abdullah Puteh Golkar 25 November 2000 19 Juli 2004 I [Ket. 9]
[Ket. 10]
Azwar Abubakar [10][11]
Transisi (2005–2007)
11 Image Irwandi Yusuf Independen 8 Februari 2007 8 Februari 2012 I
(2006)
[Ket. 11] Muhammad Nazar [12]
12 Image Zaini Abdullah Partai Aceh 25 Juni 2012 25 Juni 2017 I
(2012)
Muzakkir Manaf [13]
Transisi (2017)
13 Image Irwandi Yusuf PNA 5 Juli 2017 15 Oktober 2020[c] I
(2017)
Nova Iriansyah [14]
14 Image Nova Iriansyah Demokrat 5 November 2020 5 Juli 2022 Lowong [15]
Transisi (2022–2025)
15 Image Muzakir Manaf Partai Aceh 12 Februari 2025 Petahana I
(2024)
Fadhlullah [16]

Pengganti sementara

[sunting | sunting sumber]

Dalam tumpuk pemerintahan, seorang kepala daerah yang mengajukan diri untuk cuti atau berhenti sementara dari jabatannya kepada pemerintah pusat, maka Menteri Dalam Negeri menyiapkan penggantinya yang merupakan birokrat di pemerintah daerah atau bahkan wakil gubernur, termasuk ketika posisi gubernur berada dalam masa transisi. Berikut merupakan daftar pengganti sementara untuk jabatan Gubernur Aceh.

Potret Pejabat Partai Awal Akhir Periode Gubernur definitif Ref.
Image Abdul Wahab
(Penjabat)
Non Partai 1953 1954 6 Teuku Sulaiman Daud
Image M. Hasan Basry
(Pelaksana Harian)
Non Partai 15 Maret 1981 8 April 1981 14 Abdul Madjid Ibrahim [5][17]
Image Eddy Sabara
(Penjabat)
Non Partai 8 April 1981 27 Agustus 1981 [17]
Image Ramli Ridwan
(Penjabat)
Non Partai 21 Juni 2000 25 November 2000 18 Syamsudin Mahmud
Image Azwar Abubakar
(Pelaksana tugas)
Non Partai 19 Juli 2004 25 November 2005 19 Abdullah Puteh [Ket. 12]
Azwar Abubakar
(Penjabat)
25 November 2005 30 Desember 2005 — Transisi (2005–2007)
Image Mustafa Abubakar
(Penjabat)
Non Partai 30 Desember 2005 8 Februari 2007 [18]
Image Tarmizi Abdul Karim
(Penjabat)
Non Partai 8 Februari 2012 25 Juni 2012 — Transisi (2012) [19]
Image Soedarmo
(Penjabat)
Non Partai 28 Oktober 2016 11 Februari 2017 21 Zaini Abdullah [Ket. 13]
[20]
Image Dermawan
(Pelaksana harian)
Non Partai 25 Juni 2017 5 Juli 2017 — Transisi (2017) [Ket. 14]
Image Nova Iriansyah
(Pelaksana tugas)
Demokrat 5 Juli 2018 5 November 2020 22 Irwandi Yusuf [Ket. 15]
[22]
Image Achmad Marzuki
(Penjabat)
Non Partai 6 Juli 2022 13 Maret 2024 — Transisi (2022–2025) [Ket. 16]
[23]
Image Bustami Hamzah
(Penjabat)
Non Partai 13 Maret 2024 22 Agustus 2024 [Ket. 17]
[24]
Image Safrizal Zakaria Ali
(Penjabat)
Non Partai 22 Agustus 2024 12 Februari 2025 [Ket. 18]
Keterangan
  1. ↑ Sebagai Residen Aceh, berada di bawah Gubernur Sumatra
  2. ↑ Sebagai Gubernur Militer Aceh, Langkat dan Tanah Karo
  3. ↑ Sebagai Gubernur Aceh
  4. ↑ Sebagai Residen Aceh
  5. ↑ Sebagai Residen Koordinator
  6. ↑ Sebagai Pemangku Koordinator Pemerintah
  7. ↑ Sebagai Gubernur Daerah Istimewa Aceh
  8. ↑ Pada Juni 2000, Syamsudin Mahmud diangkat menjadi Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)
  9. ↑ Pada tahun 2001, Sebagai Gubernur Nanggroë Aceh Darussalam
  10. ↑ Pada tahun 2004, Abdullah Puteh dinonaktifkan dari jabatannya karena divonis melakukan tindak pidana korupsi
  11. ↑ Pada tahun 2009, Sebagai Gubernur Aceh
  12. ↑ Menggantikan posisi Abdullah Puteh yang dinonaktifkan
  13. ↑ Menggantikan sementara Gubernur dan Wagub petahana yang berkampanye di Pilgub 2017
  14. ↑ Menggantikan Gubernur dan Wagub masa jabatan 2012–2017 yang sudah berakhir masa tugasnya.[21]
  15. ↑ Menggantikan Gubernur Irwandi Yusuf yang terjaring OTT KPK.
  16. ↑ Menggantikan Nova Iriansyah yang masa jabatannya sudah berakhir.
  17. ↑ Penjabat Gubernur menggantikan Penjabat Gubernur Achmad Marzuki.
  18. ↑ Penjabat Gubernur menggantikan Penjabat Gubernur Bustami Hamzah.[25]
Catatan
  1. 1 2 Nomor urut Residen
  2. 1 2 3 Nomor urut Gubernur
  3. ↑ Non-aktif 5 Juli 2018–15 Oktober 2020 karena kasus korupsi

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑ "28 Gubernur Aceh Masa ke Masa: Dari Hasan ke Achmad - Acehkini.ID". 2023-03-19. Diakses tanggal 2023-12-29.
  2. ↑ "Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 5 Tahun 1950 tentang Pembentukan Propinsi Sumatera Utara". Badan Pembinaan dan Pengembangan Hukum Pemeriksaan Keuangan Negara Badan Pemeriksa Keuangan. 1950.
  3. ↑ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2019-07-20. Diakses tanggal 2019-07-20.
  4. ↑ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-11-07. Diakses tanggal 2017-11-30.
  5. 1 2 Hasan, Ibrahim (2003). Namaku Ibrahim Hasan: menebah tantangan zaman. Yayasan Malem Putra. hlm. 542. ISBN 978-979-97100-0-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-18. Diakses tanggal 2022-01-11.
  6. ↑ "Wawancara Prof. Dr. Ibrahim Hasan: Yang Ganas itu GPK Generasi Kedua". Tempo.co. Tempo Interaktif. 8 Agustus 1998. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-08-12. Diakses tanggal 23 Desember 2015.
  7. ↑ BUR; RUL; KAN (21 Juni 2000). "Tugas Utama Ramli Ridwan Antarkan Suksesi Daerah". Diakses tanggal 23 Desember 2015.[pranala nonaktif permanen]
  8. ↑ MIS. "Prof. Dr. Syamsuddin Mahmud: Jabatan Gubernur Bukan Harta Warisan". Tempo.co. Diarsipkan dari asli tanggal 2001-07-23. Diakses tanggal 2015-12-23.
  9. ↑ Mahmud, Syamsuddin; P., Sugiono M. (2004). Biografi seorang guru di Aceh: kisah Syamsuddin Mahmud kepada Sugiono M.P. Aceh: Syiah Kuala University Press. ISBN 9789798278150.
  10. ↑ NJ (5 November 2000). "Abdullah Puteh Terpilih sbg Gubernur Aceh". Kompas. Aceh: Ohio University. Diakses tanggal 23 Desember 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
  11. ↑ "PN Jakarta Pusat Siap Adili Puteh". Suara Merdeka Online. 9 Desember 2004. Diakses tanggal 23 Desember 2015.[pranala nonaktif permanen]
  12. ↑ antaranews.com (2007-02-08). "Irwandi-Nazar Dilantik Jadi Gubernur-Wagub NAD". Antara News. Diakses tanggal 2025-02-26.
  13. ↑ LH (25 Juni 2012). "Mantan Petinggi GAM Resmi Jadi Gubernur NAD 2012-2017". detikcom. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-19. Diakses tanggal 25 Juni 2012.
  14. ↑ Ariefana, Pebriansyah (2018-07-05). "Tunjuk Pejabat Gubernur Aceh, Mendagri Non Aktifkan Irwandi Yusuf". Suara.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-07-07. Diakses tanggal 2018-07-07.
  15. ↑ Razali, Habil. "Dilantik Jadi Gubernur Aceh, Nova: Terima Kasih Irwandi Yusuf". Kumparan. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-11. Diakses tanggal 18 Juni 2021.
  16. ↑ TV, Metro, Mengenal Muzakir Manaf, Eks Panglima GAM yang Jadi Gubernur Aceh, diakses tanggal 2025-02-26
  17. 1 2 "Eddy Sabara, pejabat gubernur Aceh * Mendagri: Jangan didramatisir pencalonan gubernur definitif". Kompas. 9 April 1981. hlm. 1. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-18. Diakses tanggal 22 September 2021. Mendagri Amirmachmud Rabu kemarin melantik Mayjen TNI Eddy Sabara menjadi pejabat Gubernur Kepala Daerah Istimewa Aceh dalam sidang pleno DPRD I di Banda Aceh. Seusai sidang Menteri melantik pula Drs Muhammad Syah Asjek menjadi Wakil Gubernur.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ "Foto: Mustafa Abubakar setelah dilantik sebagai Penjabat Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) di Departemen Dalam Negeri". 30 Desember 2005. Diakses tanggal 24 Desember 2025.
  19. ↑ "Mendagri Lantik Tarmizi A Karim Jadi Pj Gubernur Aceh". Berita Kementerian Dalam Negeri. 10 Februari 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-07-01. Diakses tanggal 1 Juli 2018.
  20. ↑ "Profil Plt Gubernur Aceh, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo". Website Resmi Pemerintah Provinsi Aceh. 3 November 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-09-05. Diakses tanggal 5 September 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. ↑ "Irwandi-Nova Dilantik 5 Juli". TribunNews. 23 Juni 2017. Diakses tanggal 24 Desember 2025.
  22. ↑ Zaenal (2018-07-05). "Resmi, Mendagri Tunjuk Nova Iriansyah Jadi Plt Gubernur Aceh, Tgk Syarkawi Plt Bupati Bener Meriah". Tribunnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-11. Diakses tanggal 2018-07-07.
  23. ↑ CNN Indonesia (2022-07-06). "Achmad Marzuki Resmi Dilantik Tito Jadi Pj Gubernur Aceh". CNN Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-06. Diakses tanggal 6 Juli 20. {{cite news}}: |last= memiliki nama generik; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  24. ↑ "Mendagri Resmi Lantik Bustami Hamzah sebagai Pj Gubernur Aceh". 2024-03-14. Diakses tanggal 2024-03-14.
  25. ↑ "Mendagri Lantik Safrizal Jadi Pj. Gubernur Aceh, Sampaikan Terima Kasih Atas Pengabdian Bustami". Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh. 22 Agustus 2024. Diakses tanggal 24 Desember 2025.