Burung pelatuk
| Pelatuk | |
|---|---|
| Hairy Woodpecker | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Aves |
| Ordo: | Piciformes |
| Infraordo: | Picides |
| Famili: | Picidae Vigors, 1825 |
| Genus | |
|
Melanerpes | |
Pelatuk ialah burung dari ordo Piciformes yang membentuk famili Picidae. Famili ini mencakup burung pelatuk, tukik dan geliang-ular. Anggota familia ini dapat detemukan di seluruh dunia, kecuali Australia, Madagaskar, dan wilayah kutub yang beriklim ekstrem. Kebanyakan spesies ini hidup di hutan atau habitat tanah kayu, meskipun sedikit spesies yang diketahui hidup di area gurun.
Picidae adalah salah satu dari delapan familia dalam ordo Piciformes. Anggota dalam ordo Piciformes mencakup, seperti cirik-cirik, puffbirds, Takur, Tukan dan Burung pemandu lebah, sudah secara tradisional berkerabat dengan pelatuk, piculet dan wrynecks. Molekuler yang saat ini dipelajari telah memperkuat pandangan ini.
Beberapa burung pelatuk dalam ordo Piciformes memiliki kaki zigodaktil, dengan 2 jari kaki mengarah ke depan, dan 2 lainnya ke belakang. Kaki-kaki itu, meski beradaptasi untuk berpegangan di permukaan vertikal, bisa digunakan untuk menggenggam atau bertengger. Beberapa spesies hanya memiliki 3 jari kaki. Lidah panjang yang ditemukan pada beberapa burung pelatuk dapat dijulurkan keluar untuk menangkap serangga.
Burung pelatuk mendapatkan namanya dari kebiasaan beberapa speiesnya menyadap dan mematuk batang pohon dengan paruhnya. Ini adalah alat komunikasi kepemilikan daerah melalui sinyal kepada saingan-saingannya, dan cara mencari dan menemukan larva serangga di bawah kulit kayu atau terowongan berliku nan panjang di pohon.
Mula-mula, burung pelatuk mencari terowongan dengan menyadap batang. Begitu terowongan itu ditemukan, burung pelatuk memahat kayu sampai menciptakan pembukaan ke terowongan. Lalu menjulurkan lidahnya ke terowongan untuk mencoba mencari tempayak. Lidah burung pelatuk panjang dan berujung kait. Dengan lidahnya burung pelatuk menusuk tempayak dan menariknya keluar batang.
Burung pelatuk juga menggunakan paruhnya untuk membuat lubang yang lebih besar sebagai sarangnya sekitar 15–45 cm (6-18 inchi) di bawah permukaan yang dibuka. Sarang-sarang itu hanya dilapisi dengan keping-keping kayu dan menyimpan 2-8 telur putih yang dikeluarkan betinanya. Karena di luar jangkauan penglihatan, sarang ini tidak terlihat pemangsa dan telurnya tidak perlu dikamuflase. Rongga yang dibuat oleh burung pelatuk juga digunakan kembali sebagai sarang oleh burung-burung lain, seperti beberapa bebek dan burung hantu, dan mamalia, seperti tupai pohon.
Trivia
[sunting | sunting sumber]Pada Februari 2005 ilmuwan Kanada Dr. Louis Lefebvre mengumumkan cara mengukur IQ hewan dalam hal inovasi mereka dalam kebiasaan memberi makan. Burung pelatuk tercatat di antara burung paling cerdas menurut skala ini.
Burung pelatuk mengilhami Walter Lantz menciptakan tokoh kartun Woody Woodpecker.
Burung pelatuk dapat mematuk hingga dua puluh kali tiap detik.[butuh rujukan]
Galeri
[sunting | sunting sumber]- Pelatuk ayam
Referensi
[sunting | sunting sumber]Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Video burung pelatuk di Internet Bird Collection