Feminisme Islam
| Bagian dari seri |
| Islam |
|---|
| Bagian dari seri |
| Feminisme |
|---|
Feminisme Islam diartikan oleh para cendekiawan Islam lebih radikal ketimbang feminisme sekuler[1] dan dilandaskan dalam kepentingan Islam dengan al-Qur'an sebagai kitab sucinya.[2] Feminisme Islam adalah sebuah bentuk feminisme yang berfokus pada peran perempuan dalam Islam. Feminisme Islam bertujuan untuk mencapai kesetaraan penuh bagi seluruh Muslim, tanpa memandang gender, dalam kehidupan publik dan pribadi. Para feminis Islam memperjuangkan hak-hak perempuan, kesetaraan gender, dan keadilan sosial yang berlandaskan pada kerangka Islam. Meskipun berakar pada pemikiran Islam, para pelopor gerakan ini juga telah memanfaatkan wacana feminis sekuler, Barat, atau non-Muslim lainnya, dan telah mengakui peran feminisme Islam sebagai bagian dari gerakan feminis global yang terintegrasi.
Para pendukung gerakan ini berupaya untuk menyoroti ajaran kesetaraan dalam agama, dan mendorong pertanyaan tentang interpretasi patriarki Islam dengan menafsirkan ulang Al-Qur'an dan Hadits. Perpaduan Islam dan feminisme diadvokasikan sebagai "kepentingan feminis dan praktik yang diatur dalam paradigma Islam" oleh Margot Badran pada 2002.[3] Para feminis Islam mendasarkan argumen mereka dalam Islam dan ajarannya,[4] memperjuangkan kesetaraan penuh wanita dan pria dalam lingkup pribadi dan publik, dan dapat melibatkan non-Muslim dalam kepentingan dan debat.
Sebagai "mazhab pemikiran", gerakan tersebut dikatakan merujuk kepada sosiolog Maroko "Fatima Mernisi dan para cendekiawati seperti Amina Wadud dan Leila Ahmed".[5] Para pemikir terkemuka antara lain Begum Rokeya, Azizah al-Hibri, Riffat Hassan, Asma Lamrabet, dan Asma Barlas.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Dalam sekitar 150 tahun terakhir, banyak interpretasi ilmiah telah berkembang dari dalam tradisi Islam itu sendiri yang berupaya memperbaiki kesalahan sosial yang dilakukan terhadap perempuan Muslim. Misalnya, muncul yurisprudensi Islam baru yang berupaya melarang praktik-praktik seperti pemotongan alat kelamin perempuan, menyetarakan hukum keluarga, mendukung perempuan sebagai ulama dan menduduki posisi administratif di masjid, serta mendukung kesempatan yang sama bagi perempuan Muslim untuk menjadi hakim di lembaga-lembaga sipil maupun keagamaan. Para cendekiawan Islam feminis modern memandang pekerjaan mereka sebagai pemulihan hak-hak yang diberikan oleh Tuhan dan Muhammad tetapi diingkari oleh masyarakat.
Hari Hijab Sedunia
[sunting | sunting sumber]Hari Hijab Sedunia adalah acara tahunan yang digagas oleh Nazma Khan, seorang Bangladesh-Amerika, pada tahun 2013, dan diperingati setiap tanggal 1 Februari di 140 negara di seluruh dunia. Tujuannya adalah untuk mendorong perempuan dari semua agama dan latar belakang untuk mengenakan dan merasakan hijab selama sehari, serta untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran tentang alasan mengapa hijab dikenakan.
Bacaan tambahan
[sunting | sunting sumber]- Ahmed, Leila (1992). Women and gender in Islam: historical roots of a modern debate. New Haven, Connecticut: Yale University Press. ISBN 9780300049428.
- Ali, Kecia (2014), "Feminist thought in Islam", dalam Fitzpatrick, Coeli; Hani Walker, Adam (ed.), Muhammad in history, thought, and culture: an encyclopedia of the Prophet of God, Santa Barbara, California: ABC-CLIO, LLC, hlm. 195–197, ISBN 9781610691789.
- Anwar, Zainah (May 17, 2003). "Islamisation and its Impact on Democratic Governance and Women's Rights in Islam: A Feminist Perspective". islam-democracy.org. Center for the Study of Islam and Democracy. Diarsipkan dari asli tanggal March 8, 2005.
- Badran, Margot (2001). Feminists, Islam, and Nation: Gender and the Making of Modern Egypt. Princeton: Princeton University Press. ISBN 9781400821433.
- Badran, Margot. "Islamic feminism: what's in a name? Islamic feminism is on the whole more radical than Muslims' secular feminisms". Al-Ahram Weekly Online. 17–23 January 2002, Issue No.569.
- Noushad, Mohammed (January 16, 2004). "Islamic feminism means justice to women". The Milli Gazette. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-08-21. Diakses tanggal 2019-04-22. Interview with Prof Margot Badran.
- Baffoun, Alya (1982). "Women and social change in the Muslim Arab world". Women's Studies International Forum, Special Issue: Women and Islam. 5 (2): 227–242. doi:10.1016/0277-5395(82)90030-9.
- Baffoun, Alya (1994), "Feminism and Muslim fundamentalism: the Tunisian and Algerian cases", dalam Moghadam, Valentine M. (ed.), Identity politics and women: cultural reassertions and feminisms in international perspective, Boulder: Westview Press, ISBN 9780813386928
- Baffoun, Alya (1989). African women participation for research and development: roles and functions of AAWORD. Tunis University. n:7.
- Baffoun, Alya (1980). African women participation for research and development: roles and functions of AAWORD. Tunis University.
- Baffoun, Alya (1980), "Some remarks on Women and Development in the Maghreb", dalam Rivlin, Helen Anne B. (ed.), The changing Middle Eastern city, Binghamton: State University of New York, OCLC 251755375
- Baffoun, Alya (1984), "Critical Methodological Approach to the problem of Sexual Asymmetry", dalam UNESCO (ed.), Social science research and women in the Arab world, London Dover, NH Paris: F. Pinter, ISBN 9789231021404
- Djait, Badra (August 2006). "More to life than window dressing". Diarsipkan dari asli tanggal January 11, 2013. In this special feature, a successful Belgian-Algerian Muslim woman recounts what it was like growing up immersed in two cultures with divergent views of women.
- Fernea, Elizabeth Warnock (1998). In search of Islamic feminism: one woman's global journey. New York: Doubleday. ISBN 9780385488587.
- Women and Islam in Oxford Islamic Studies Online Diarsipkan 2014-05-25 di Wayback Machine.
- "Women's Islamic Initiative in Spirituality and Equity". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-01-21. Diakses tanggal 2009-02-12.
- Canadian Council of Muslim Women Diarsipkan 2023-06-03 di Wayback Machine. Several examples of closely argued essays for female equality, based on the Qur'an.
- The Modern Muslimah Forum Diarsipkan 2007-03-04 di Wayback Machine. å
- Farooq, Mohammad Omar. "Women Scholars of Islam: They Must Bloom Again". Diarsipkan dari asli tanggal 2006-06-15.
- Foreign Affairs Committee of the National Council of Resistance of Iran. Women, Islam, and Equality Diarsipkan 2019-01-24 di Wayback Machine., an ebook
- Jameelah, Maryam (July 13, 2005). "The feminist movement and the Muslim woman". islam101.com. Islam 101. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-09-30. Diakses tanggal 2019-04-22.
- Jeenah, Na'eem (2001). "Towards an Islamic feminist hermeneutic". Journal for Islamic Studies. 21: 36–70. doi:10.4314/jis.v21i1.39954.
- Jeenah, Na'eem (January–February 2006). "The national liberation struggle and Islamic feminisms in South Africa". Women's Studies International Forum. 29 (1): 27–41. doi:10.1016/j.wsif.2005.10.004.
- Khader, Serene J. (December 2016). "Do Muslim women need freedom? Traditionalist feminisms and transnational politics". Politics & Gender. 12 (4): 727–753. doi:10.1017/S1743923X16000441.
- Lamya' al Faruqi, Lois. "Islamic Traditions and the Feminist Movement: Confrontation or Cooperation?". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-01. Diakses tanggal 2019-04-22.
- Muñoz, Gema Martín (2012). "Feminism in the Arab World: The Silent Revolution". Qantara.de. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-21. Diakses tanggal 2019-04-22.
- Nomani, Asra (November 6, 2005). "A Gender Jihad For Islam's Future". Washington Post. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-27. Diakses tanggal 2019-04-22.
- Perry, Eleanor H. (June 1, 1993). Opening the Gates: A Century of Arab Feminist Writing. Article for Domes
- Safarian, Alexander (2007). "On the history of Turkish feminism". Iran & the Caucasus. 11 (1): 141–152. JSTOR 25597322.
- "A Declaration of the Rights of Women in Islamic Societies" Diarsipkan 2006-09-01 di Wayback Machine., SecularIslam.com, undated
- Seker, Nimet (2012). "Islamic Feminism and Reformist Islam: Against the Politicisation of the Koran". Qantara.de. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-22. Diakses tanggal 2019-04-22.
- Shaikh, Shamima. "Articles by the South African Islamic feminist". Diarsipkan dari asli tanggal 2006-02-07. Articles by a South African Islamic feminist
- Simons, Marlise (December 4, 2005). "Muslim women take charge of their faith". The New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal August 5, 2011.
- Sutherland, Joan (April 4, 2006). "The ideas interview: Phyllis Chesler". The Guardian. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-19. Diakses tanggal 2019-04-22.
- Svensson, Jonas (2001). Women's Human Rights and Islam. A Study of Three Attempts at Accommodation. Stockholm: Almquist & Wiksell. Diarsipkan 2021-10-27 di Wayback Machine.
- Webb, Gisela (2000). Windows of faith: Muslim women scholar-activists in North America. Syracuse, New York: Syracuse University Press. ISBN 9780815628521.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Islamic feminism: what's in a name?" Diarsipkan 2015-03-20 di Wayback Machine. Diarsipkan 2015-03-20 di Wayback Machine. by Margot Badran, Al-Ahram, January 17–23, 2002
- ↑ "Exploring Islamic Feminism" Diarsipkan 2005-04-16 di Wayback Machine. by Margot Badran, Center for Muslim-Christian Understanding, Georgetown University, November 30, 2000
- ↑ "Al-Ahram Weekly | Culture | Islamic feminism: what's in a name?". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-03-20. Diakses tanggal 2005-06-24. Diarsipkan March 20, 2015, di Wayback Machine.
- ↑ "Women In Islam". milligazette.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-10-22. Diakses tanggal 9 December 2015.
- ↑ Lindsey, Ursula (11 April 2018). "Can Muslim Feminism Find a Third Way?". New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-04-12. Diakses tanggal 11 April 2018.
